Perencanaan Buruk, Pembangunan Bandara Baru Perlu Ditinjau Ulang

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 13 Sep 2022 17:00 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah, meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pembangunan bandara-bandara baru.
tirto.id - Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah, meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pembangunan bandara-bandara baru. Hal ini karena hampir seluruh bandara di Indonesia, tidak didasarkan konsep perencanaan ekonomi yang kuat terutama terkait lokasi.

Akibat perencanaan kurang matang tersebut, maka tidak heran perekonomian dalam negeri sulit tumbuh optimal. Pembangunan cenderung menelan biaya tinggi termasuk logistik, imbas kesalahan perencanaan lokasi bandara.

"Dengan dasar pemikiran itu saya menyarankan pemerintah meninjau kembali rencana pembangunan bandara-bandara baru. Kapan perlu berani untuk mengkoreksi keberadaan bandara-bandara yang lama," kata Piter kepada Tirto, Selasa (13/9/2022).


Seperti diketahui, setidaknya sampai akhir 2024, ada sekitar 10 bandara baru akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Kesepuluh bandara itu diantaranya adalah Bandara Siau, Bandara Tambelan, Bandara Nabire Baru, Bandara Baru Siboru, dan Bandara Baru Mentawai.

Lalu ada Bandara Baru Mandailing Natal, Bandara Baru Pohuwato, Bandara Baru Bolaang Mongondow, Bandara Baru Banggai Laut, dan Bandara Baru Singkawang.

Sebelumnya, Pengamat Transportasi Alvin Lie menyoroti masih banyak bandara tidak optimal ketika dibangun oleh pemerintah. Misalnya Bandara Kertajati tidak memiliki jadwal penerbangan sama sekali.

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati itu bahkan belum menerima penerbangan komersial sejak April 2020 lalu, karena pandemi. Namun, direncanakan pada November mendatang sudah mulai menerima penerbangan haji.

"Membangun mengembangkan bandara harus ada kajian yang komprehensif dan objektif ini kan infrastruktur yang dinamis, saat mau bangun bandara harus diproyeksikan untuk kebutuhan 50-100 tahun mendatang, tapi membangunnya bukan untuk 50-100 tahun mendatang," ujarnya.

Beberapa bandara baru selain BIJB juga bernasib sama, 'mati suri'. Misalnya, Bandara JB Soedirman, Purbalingga, Jawa Tengah. Bandara JB Soedirman saat ini terpantau tidak memiliki jadwal penerbangan lagi.

Sebelumnya, bandara ini digunakan maskapai Citilink dengan tujuan Jakarta-Purbalingga dan sebaliknya, namun belum lagi terlihat ada jadwal penerbangan ini pada platform penjualan tiket pesawat.


Kemudian ada pula Bandara Ngloram, Blora yang diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Desember lalu. Hingga saat ini tidak ada jadwal penerbangan yang beroperasional pada rute dari maupun ke bandara yang berada di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Terakhir, Alvin juga menyebut Wiriadinata, di Tasikmalaya. Bandara yang diresmikan pada Februari 2019 lalu juga terpantau belum memiliki jadwal penerbangan yang dijual pada platform pembelian tiket pesawat.


Baca juga artikel terkait PEMBANGUNAN BANDARA atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang

DarkLight