Penelitian Ungkap Kapal Pesiar Hasilkan Polusi Udara yang Berbahaya

Oleh: Febriansyah - 28 Januari 2019
Dibaca Normal 2 menit
Kapal-kapal pesiar menghasilkan tingkat polusi udara yang tinggi yang dapat membahayakan kesehatan penumpang.
tirto.id - Jalan-jalan dengan kapal pesiar merupakan hal yang menyenangkan. Akan tetapi, ada dampak buruk dari perjalanan menggunakan kapal pesiar, sebagaimana diungkap penelitian di Pubs.

Penelitian ini menyatakan, kapal-kapal pesiar menghasilkan tingkat polusi udara yang tinggi yang dapat membahayakan kesehatan penumpang, staf, dan komunitas pelabuhan.

Di geladak empat kapal pesiar Carnival Corp yang dipelajari selama periode dua tahun, konsentrasi partikel yang diukur sebanding dengan konsentrasi yang diukur di kota-kota yang tercemar, termasuk Beijing dan Santiago.

Menurut penulis penelitian Ryan Kennedy, knalpot kapal mengandung unsur-unsur berbahaya, termasuk logam dan hidrokarbon aromatik polisiklik, yang banyak di antaranya memiliki sifat beracun, kemungkinan menjadi penyebab kanker.

Kapal tempat Kennedy melakukan pengukuran antara lain adalah Karnaval Liberty berlayar dari Florida ke Bahama, Karnaval Freedom berlayar dari Texas ke Karibia, Holland America MS Amsterdam berlayar dari Vancouver ke Los Angeles, dan Princess Cruises Emerald Princess berlayar dari Los Angeles ke Meksiko. Holland American dan Princess Cruises adalah anak perusahaan dari Carnival Corp.

Tanpa sepengetahuan perusahaan atau staf kapal, Kennedy melakukan pengukuran dengan menggunakan P-TRAK Ultrafine Particle Counter ketika kapal-kapal itu merapat dan ketika bergerak di laut.

Secara konsisten, kata Kennedy, rata-rata konsentrasi partikel (PM) ditemukan di balik cerobong asap di bagian belakang kapal. Peralatan yang ia gunakan mengukur partikel dengan ukuran antara 0,02 dan 1,0 mikrometer, dianggap ultrafine dan PM halus.

Kennedy juga mencatat, partikel ultrafine atau bahkan partikel nano adalah sebuah masalah yang butuh perhatian besar bagi kesehatan. Jika partikel ultrafine terdiri dari sesuatu yang beracun, kemungkinan berinteraksi dengan sel dalam tubuh lebih besar.

Meskipun siapa pun yang terpapar partikel-partikel ini akan terpengaruh, orang yang cenderung terkena penyakit kardiovaskular atau dengan kondisi paru, termasuk asma, paling berisiko.

Kendra Ulrich, juru kampanye pelayaran senior di Stand.earth, organisasi lingkungan internasional yang menugaskan penelitian itu menjelaskan jika fakta itu mengejutkan.

Dia mencatat, area buritan atau bagian belakang kapal mungkin merupakan tempat lintasan lari, kolam renang atau area lounge berada, sehingga baik penumpang dan karyawan jalur pelayaran mungkin menghabiskan banyak waktu di area ini.

"Stand.earth berkampanye untuk membuat Carnival Corp berhenti menggunakan minyak bahan bakar berat. Apa yang dilakukan raksasa industri ini dapat memiliki efek besar dalam menetapkan standar untuk industri lainnya," kata Ulrich.

"Kami tahu minyak bahan bakar berat mengandung unsur berbahaya di dalamnya. Kami tahu bahwa ada tingkat asma yang lebih tinggi di antara anak-anak di komunitas pelabuhan," tambah Ulrich dari Stand.earth.

Dilansir CNN, Carnival Corp memberi pernyataan pihaknya mengkoordinasikan pelayarannya dengan badan pengawas nasional dan internasional seperti Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat untuk memastikan keamanan tertinggi para tamu dan kru. Pihak perusahaan Carnival juga telah menguji kualitas udara di kapalnya.

Carnival melakukan pengujian independen pada corong kapal mereka dan mereka menemukan kapal mereka baik-baik saja. Akan tetapi menurut mereka, organisasi yang melakukan penelitian itu terus-menerus mencari masalah di industri kapal pesiar bahkan dengan membeberkan laporan yang tidak ilmiah.

Megan King, juru bicara untuk Asosiasi Internasional Kapal Pesiar, seorang advokat industri, mengatakan secara global, industri pelayaran telah menginvestasikan 1 miliar dolar Amerika dalam teknologi baru dan bahan bakar bersih untuk secara signifikan mengurangi emisi udara kapal.

Di seluruh dunia, akan ada lebih dari 30 juta penumpang kapal pesiar, terutama yang terbanyak di Amerika Serikat, yang diperkirakan pada tahun 2019 ini.

Industri bernilai miliaran dolar ini juga menyediakan lapangan pekerjaan bagi lebih dari 1 juta karyawan yang ingin bekerja penuh waktu, termasuk ribuan yang bekerja di kapal itu sendiri.

Sebelumnya sebuah penelitian yang dipublikasi oleh Stand.earth pada 2007 menemukan setiap tahun, kapal-kapal lautan diperkirakan mengeluarkan 1,2-1,6 juta metrik ton (Tg) partikel.

Namun, Kiing menambahkan hanya sebagian kecil saja yang termassuk dalam temuan itu dan bahwa pengiriman peti kemas, serta jenis pariwisata lainnya, juga berkontribusi terhadap polusi udara laut.


Baca juga artikel terkait POLUSI atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Kesehatan)


Penulis: Febriansyah
Editor: Dipna Videlia Putsanra