Menuju konten utama

Paus Minta Waspadai Munculnya Pemimpin Seperti Hitler

Sementara Donald Trump telah dilantik sebagai Presiden AS, Paus memperingatkan munculnya pemimpin seperti Hitler. Meski begitu, menurut Paus, terlalu dini untuk menghakimi Trump.

Paus Minta Waspadai Munculnya Pemimpin Seperti Hitler
Paus Francis melambaikan tangan saat bersiap pergi untuk perjalan pastoral menuju Georgia dan Azerbaijan di Bandara Leonardo da Vinci-Fiumicino di Roma, Italia, Jumat (30/9). ANTARA FOTO/REUTERS/Remo Casilli.

tirto.id - Paus Francis telah memperingatkan terhadap munculnya pemimpin populis seperti Adolf Hitler. Pernyataan ini yang diungkapkan kepada surat kabar Spanyol El Pais itu menanggapi pelantikan Donald Trump yang telah disumpah sebagai Presiden ke-45 Amerika Serikat.

Selama wawancara, Paus mengutuk penggunaan dinding dan kawat berduri rump untuk mencegah masuknya imigran. Meski begitu, menurut Paus, terlalu dini untuk menghakimi Trump. “Saya pikir kita harus menunggu dan melihat [kebijakan Trump]," jelas Paus.

Ditanya kekhawatirannya soal kebangkitan populisme di Amerika Serikat dan Eropa, Paus menyatakan bahwa orang-orang seharusnya tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti pada tahun 1930-an. Saat itu, masyarakat beralih pada para penyelamat untuk menyelesaikan krisis ekonomi dan politik hanya untuk berakhir di perang .

"Krisis memprovokasi ketakutan. Menurut pendapat saya, contoh yang paling jelas dari populisme Eropa adalah Jerman pada tahun 1933," kata Paus sebagaimana dilansir dari laman The Independent, Senin (23/1/2017).

"Orang-orang yang tenggelam dalam krisis, [adalah mereka] yang mencari identitasnya sampai pemimpin karismatik ini datang dan berjanji untuk memberikan identitas mereka kembali, dan dia [pemimpin ini] memberi mereka identitas yang menyimpang, dan kita semua tahu apa yang terjadi.

"Dalam masa krisis, kita kekurangan penilaian. Ini menjadi referensi yang tetap bagi saya.... Itu sebabnya saya selalu mencoba untuk mengatakan: bicaralah di antara kalanganmu sendiri, berbicaralah satu sama lain," tambahnya.

Membahas Trump, bagaimanapun Paus berkata: "Saya berpikir bahwa kita harus menunggu dan melihat. Saya tidak suka maju untuk dari diri saya sendiri atau menghakimi orang secara prematur.”

"Kami akan melihat bagaimana dia bertindak, apa yang dia lakukan, dan kemudian saya akan punya pendapat," tegasnya

Dia menambahkan, "Namun, merasa takut atau gembira terlebih dahulu karena sesuatu yang mungkin terjadi adalah, dalam pandangan saya, cukup tidak bijaksana. Ini akan seperti nabi memprediksi bencana. "

Selama kampanye Presiden Trump, Paus menggambarkan Trump bersikap tidak Kristen karena ingin membangun dinding di perbatasan Meksiko. Sementara itu sebagai tanggapan, Trump menyebut pernyataan Paus tersebut memalukan.

Baca juga artikel terkait PELANTIKAN DONALD TRUMP atau tulisan lainnya dari Yuliana Ratnasari

tirto.id - Politik
Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari