Menteri PPA: 29.822 Anak Kehilangan Orang Tua Selama Pandemi COVID

Oleh: Adi Briantika - 2 November 2021
Dibaca Normal 1 menit
Pendampingan psikososial merupakan upaya penting untuk mengembalikan semangat anak-anak karena kehilangan orang tua.
tirto.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga menyatakan berdasar pendataan pihaknya dan RapidPro UNICEF, ada puluhan anak yang kehilangan orang tua dalam masa pandemi COVID-19.

“Khusus di Kementerian PPA, per hari ini, dari data RapidPro, (terdapat) 29.822 anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tua karena COVID-19,” ujar dia di Lemdiklat Polri, Selasa (2/11/2021), dalam acara ‘Dukungan Psikososial bagi Anak-Anak Terdampak COVID-19’.

Pendampingan psikososial merupakan upaya penting untuk mengembalikan semangat anak-anak karena kehilangan. Ia berharap pemerintah dapat bersinergi mendampingi para anak tersebut.

Sementara, RapidPro mengumpulkan data melalui layanan pesan singkat dan saluran komunikasi lainnya (misalnya suara; saluran media sosial, seperti Facebook Messenger, Telegram, WhatsApp) untuk memungkinkan pengumpulan data waktu nyata dan komunikasi massal dengan target pengguna akhir, termasuk penerima manfaat dan pekerja garis depan.

RapidPro juga mendukung U-Report, pemuda UNICEF, dan platform keterlibatan warga. Selain itu, sebagai bagian dari penguatan sistem nasional, RapidPro juga mendukung intervensi kesehatan digital di 18 negara.

Sebagai alat pemrograman teknologi seluler, RapidPro memungkinkan mitra untuk mengumpulkan informasi waktu sebenarnya (real time) yang akurat tentang area vital seperti kesehatan, nutrisi, pendidikan, air dan sanitasi, dan perlindungan anak—bahkan di tempat terpencil dan sulit dijangkau—dan menggunakannya data untuk menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

Kemudian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berujar, kepolisian, TNI, dan pemerintah bekerja sama untuk memberikan pelayanan khusus bagi anak-anak yang kehilangan orang tua.

“Kami semua mewakili negara, harus hadir untuk memastikan bahwa anak-anak yang kehilangan keluarga tetap bisa tumbuh normal dan aktif. Kami sampaikan (anak) perlu diberikan pendampingan khusus,” kata dia.


Baca juga artikel terkait PANDEMI COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight