Mengenal Frugal Living: Gaya Hidup Hemat

Oleh: Febriansyah - 1 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Frugal living adalah cara hidup seseorang yang didasari dengan konsep hemat.
tirto.id - Meskipun hidup hemat atau frugal living adalah aktivitas yang monoton, seperti pergi bekerja dan pulang ke rumah, tak memiliki mobil pribadi dan hanya mengendarai sepeda motor atau angkutan umum, tetapi berhemat akan menawarkan kita cara untuk memikat kembali masa depan.

Orang-orang dengan konsep hidup seperti ini biasanya tak suka pergi ke pesta atau nongkrong selepas kerja. Mereka juga tidak tergoda untuk merokok, minum alkohol, atau menggunakan hal-hal kesenangan lain saat mereka muda.

Selain itu, Phsycology Today menjelaskan satu wawasan kunci yang mendasari gerakan hidup hemat adalah sebagian besar dari total aktivitas ekonomi manusia berakhir di tempat pembuangan sampah. Alih-alih menghasilkan lebih banyak barang dan limbah yang mencemari dan merusak ekosistem, mungkin lebih baik melakukan sedikit dan menggunakan kembali sampah.

Inilah kenapa beberapa orang menyebut hidup hemat bisa menyelamatkan lingkungan. Tindakan seperti menggunakan kembali barang-barang lama akan berefek pada lebih sedikitnya sampah di tempat pembuangan dan saluran air.

Selain menyelamatkan lingkungan, hidup hemat memiliki beberapa manfaat. Simple Dollar memberikan beberapa manfaat hidup hemat antara lain:

1. Mengurangi stres

American Psychological Association telah mengungkapkan masalah uang sebagai pemicu stres utama bagi orang Amerika setiap tahun sejak awal studi pada 2007.

Penelitian tahun 2019 menyatakan, 72 persen dari 3.068 orang dewasa Amerika yang disurvei pada Agustus 2014, merasa tertekan soal uang selama 12 bulan terakhir. Sementara itu, 64 persen melaporkan bahwa uang adalah sumber stres yang agak atau sangat signifikan secara berkelanjutan.

Menjadi hemat tidak selalu berarti tidak pernah stres tentang uang, tetapi itu pasti bisa membantu, terutama jika Anda dapat mempertahankan anggaran pada pendapatan bulan lalu.

2. Tidak terlalu memikirkan hidup orang lain

Kebanyakan orang yang hemat menyadari bahwa berhemat memiliki tujuan. Seperti yang pernah dikatakan penyiar radio Dave Ramsey bertahun-tahun lalu: "Jika Anda akan hidup seperti orang lain, nanti Anda bisa hidup seperti orang lain."

Orang hemat tahu bahwa berhemat bukanlah pengorbanan, itu adalah sarana untuk mencapai tujuan. Juga tidak mempedulikan apa yang dipikirkan orang lain membebaskan mereka untuk mengikuti impian tanpa mengkhawatirkan tampilannya bagi orang lain.

Orang hemat memiliki fokus yang sangat penting dalam hidup mereka dan tidak membiarkan diri mereka terjebak oleh apa yang dilakukan orang lain dengan uang.

3. Memiliki lebih banyak waktu untuk hal-hal yang berarti

Orang yang hemat berusaha membuat hal-hal yang mereka miliki bertahan lebih lama, mereka tidak perlu menghabiskan waktu berbelanja untuk sesuatu yang baru. Oleh karena itu, mereka dapat menghabiskan waktu dengan hal-hal yang lebih penting seperti menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga, mengolah hobi yang baru atau sekadar bersantai.

4. Hidup hemat baik untuk kemanusiaan

Di saat banyak orang benar-benar kelaparan, di sisi lain ada makanan yang terbuang sia-sia. Ketika Anda membuat komitmen untuk tidak membuang lagi sisa makanan, secara umum, Anda mengurangi jejak karbon dan membebaskan sumber daya untuk orang lain yang mungkin sangat membutuhkannya. Mungkin tidak banyak, tapi setidaknya itu sesuatu yang berarti.

5. Memiliki kemampuan untuk memberi banyak

Bagi mereka yang ingin memberi atau bersedekah lebih banyak, menjalani gaya hidup hemat adalah salah satu caranya.

6. Pensiun dini

Semakin banyak Anda menabung, semakin banyak uang yang dapat Anda simpan untuk masa pensiun. Mereka yang bisa memulai lebih awal dan menabung lebih banyak dari pendapatan mereka kemungkinan akan mencapai "angka pensiun ajaib" lebih awal dari yang lainnya. Mereka juga akan jauh dari hutang di masa depan.





Baca juga artikel terkait HIDUP HEMAT atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Febriansyah
Penulis: Febriansyah
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight