Mengapa Kian Banyak Produsen Mobil Mensponsori Sepak Bola?

Oleh: Dio Dananjaya - 7 Juni 2019
Dibaca Normal 3 menit
Industri otomotif kini semakin intens menjalin kerja sama dengan industri sepak bola. Mengapa demikian?
tirto.id - Di balik hingar bingar babak final Liga Champions 2019 antara Liverpool dan Tottenham Hotspur yang berlangsung di Estadio Wanda Metropolitano, Madrid, ada pemandangan menarik yang terlihat di sekeliling kota. Sejumlah mobil listrik tampak wara-wiri mengantar penggemar sepak bola di antara padatnya jalanan Ibukota Spanyol.

Pada final kali ini, para Liverpudlian dan fans The Spurs memang dapat menikmati fasilitas berupa armada shuttle resmi sebanyak 363 Nissan Leaf dan van e-NV200. Dalam keterangan resminya, Sabtu (1/6), Nissan mengungkapkan seluruh kendaraan ini akan menempuh jarak lebih dari 220.000 km dengan ditenagai oleh listrik.

Tidak hanya itu, sebelum partai final dimulai, sebuah mobil balap Nissan Leaf Nismo RC 2.0 juga diturunkan untuk mengantar Piala UEFA Liga Champions. Piala itu dibawa langsung oleh legenda sepak bola Brasil Roberto Carlos dari Festival UEFA Champions di Puerta del Sol ke Estadio Wanda Metropolitano.

Momentum Final Liga Champions 2019 juga dimanfaatkan Nissan untuk segera memulai pengiriman Leaf e+ ke pelanggan di Eropa, serta mengenalkan beragam fitur terkini pada mobil Nissan.

"Kami sangat senang menawarkan pengalaman berkendara tanpa emisi di jalanan kota Madrid, sebuah kota terdepan dalam revolusi kendaraan listrik," ucap General Manager Marketing Communications Nissan Europe, Gareth Dunsmore.


Kerja Sama yang Menguntungkan

Dalam musim kelimanya sebagai sponsor resmi ajang tahunan Liga Champions, Nissan mengaku ingin meningkatkan kualitas udara dan mengurangi dampak polusi lingkungan di kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah kejuaraan itu. Oleh karena itu, Nissan tahun ini menyediakan armada kendaraan tanpa emisi terbesar dalam sejarah pertandingan sepak bola.

Sebagai catatan, Nissan telah resmi menjadi sponsor otomotif utama pada ajang UEFA Liga Champions sejak 2014. Pabrikan asal Negeri Matahari Terbit ini menggantikan Ford yang telah menjalin kerja sama dengan UEFA selama kurang lebih 22 tahun.

Menurut BBC, nilai kesepakatan antara kedua pihak mencapai lebih dari 45 juta Poundsterling (sekitar Rp812 miliar). Perjanjian ini menjadi kesepakatan sponsor terbesar yang dilakukan UEFA Liga Champions. Sebagai catatan, sponsor utama lainnya adalah Mastercard, Unicredit, Heineken, Gazprom, dan Sony.

Senior Vice-president of Sales and Marketing for Nissan Europe, Guillaume Cartier mengatakan kerja sama yang dilakukan pihaknya dengan UEFA telah menunjukkan kontribusi yang cukup signifikan bagi kinerja perusahaan. "Kurang dari lima tahun yang lalu Nissan memiliki 2,5 persen pangsa pasar di Eropa, sekarang kami memiliki 4,2 persen, targetnya ke depan akan melampaui 5 persen," jelasnya seperti dilansir dari Autocar.

Masih dari Autocar, babak final Liga Champions disebut dapat menarik 200 juta pemirsa di seluruh dunia. Namun dari perhitungan riset internal Nissan, selama turnamen berlangsung dari September hingga Mei, secara kumulatif Liga Champions telah ditonton oleh empat miliar orang secara global.


Kendati jumlah penonton besar, Nissan tidak menjadikan peningkatan penjualan yang tajam sebagai target utama mereka. Sebaliknya, pabrikan asal Jepang ini berharap kerja sama dengan UEFA dapat meningkatkan brand awareness dan citranya di Benua Biru.

Senada dengan Nissan, Ford yang telah menjadi sponsor resmi UEFA Liga Champions sejak musim 1992/93 memanfaatkan kerja sama ini untuk aktivasi berbagai layanan dan strategi pemasaran, salah satunya peluncuran model baru.

Ford memang telah meluncurkan sejumlah model mobil saat pabrikan asal AS ini menjadi sponsor utama Liga Champions. Mondeo, S-MAX, Kuga, B-MAX, serta generasi baru Fiesta dan Focus adalah beberapa di antaranya. Ford Mustang terbaru pun turut diperkenalkan di Lisbon, Portugal, pada tahun 2014. Tahun itu merupakan masa terakhir Ford mendukung kompetisi Liga Champions.

Guy-Laurent Epstein, Marketing Director of UEFA Events SA, mengklaim bahwa kemitraan yang dilakukan Ford dengan pihaknya sangat kooperatif dan saling menguntungkan. Sementara itu, seperti dikutip dari laman resmi UEFA, President of Ford Europe, Middle East and Africa, Stephen Odell mengatakan jika Ford menyelesaikan kesepakatan jangka panjang bersama UEFA dengan catatan yang sangat baik.


Cukup Menjanjikan


Baru-baru ini lanskap sponsor pada olahraga sepak bola memang telah mengalami perubahan. Jika sebelumnya sektor energi, telekomunikasi, perjalanan dan akomodasi menjadi sumber bagi pendanaan beberapa klub, kini kompetisi sepak bola di Eropa - termasuk para pemain dan klubnya - mendambakan merek dari dunia otomotif datang menjadi sponsor mereka.

Penggemar sepak bola biasanya menunjukkan kebanggaan mereka dengan mengenakan seragam klub. Hal ini, pada gilirannya, menjadikan kaos tim yang dipakai para pemain dan fans sebagai papan reklame berjalan.

Pada 2014, Manchester United, misalnya, telah menandatangani kontrak tujuh tahun senilai 559 juta dolar AS (setara Rp7,9 triliun) dengan Chevrolet. Mengutip dari Forbes, MU mendapat pembayaran sekitar 80 juta dolar AS atau lebih besar dua kali lipat dari sponsor sebelumnya.

Chelsea, sementara itu, mendapat untung yang mirip pada 2016 setelah menandatangani kesepakatan senilai 57 juta dolar AS dengan Yokohama Rubber.

Infografik mobil sponsor klub Eropa
Infografik mobil sponsor klub Eropa


Survei dari Nielsen Sport World Football Report 2018 memang mengungkap ada sejumlah sektor industri yang mengalami pertumbuhan luar biasa pada tahun lalu: Sektor layanan daring dan peralatan otomotif.

Kedua sektor tersebut tumbuh hingga lebih dari 50 persen. Meski terpaut jauh, sektor produsen mobil juga mengalami pertumbuhan yang cukup menjanjikan, mencapai nyaris 10 persen. Posisi ini di atas industri farmasi, pariwisata, dan bir.

Laporan tersebut juga mengatakan, pabrikan ban asal Asia seperti Yokohama Tyres (sponsor Chelsea FC) dan Nexen Tire (sponsor Manchester City, Napoli, dan Eintracht Fraknfurt) telah menjadi pendorong utama pertumbuhan pada sektor peralatan otomotif.

Tak mengherankan bila kini produsen mobil atau peralatan otomotif makin banyak yang menjadi sponsor utama bagi klub-klub besar daratan Eropa. Sebagai catatan, survei yang dilakukan Sport Business Institute Barcelona pada 2017 menemukan bahwa sebanyak 56 klub sepak bola di lima besar liga teratas Eropa (total 98 klub) telah melakukan kesepakatan dengan sejumlah produsen mobil.

Jean-Pierre Diernaz, Vice President for Marketing Nissan Europe, mengatakan kemitraan dengan sepak bola seperti yang dilakukan pihaknya dengan Liga Champions memiliki kekuatan nyata dan berdampak pada merek. Buktinya, lanjut Diernaz, perusahaannya kini telah naik pangkat dengan masuk jajaran Top 100 Best Global Brands.

"Olahraga mungkin adalah wilayah terbaik untuk mengekspresikan karakteristik perusahaan kami. Saya tidak mengatakan itu adalah satu-satunya, tetapi mungkin yang paling logis untuk merangkul nilai-nilai kami," katanya kepada BBC.

Baca juga artikel terkait SEPAKBOLA EROPA atau tulisan menarik lainnya Dio Dananjaya
(tirto.id - Otomotif)


Penulis: Dio Dananjaya
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara