tirto.id - Sejumlah menteri koordinator Kabinet Merah Putih era kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mulai menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine sebagai kendaraan dinas pejabat pemerintah.
Paling anyar, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto terlihat menggunakan Maung Garuda saat hadir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026). Menurut keterangannya, kendaraan ini baru digunakan oleh sebagian Menko dan kepala lembaga.
"(Ada) 18 (unit) kalau nggak salah. (Mobil baru diberikan kepada, red.) kepala lembaga dan para menko," ujar Airlangga Hartarto, dikutip dari Antaranews, Senin (5/10/2026).
Selain Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin juga turut membagikan pengalaman hari pertamanya menggunakan kendaraan buatan PT Pindad.
"Hari ini, untuk pertama kalinya saya berangkat bertugas dengan Maung Garuda, kendaraan dinas buatan PT Pindad. Bukti penting kalau Indonesia mampu. Dirancang, dirakit, dan dikerjakan oleh tangan anak bangsa sendiri," tulis unggahan @cakimin, Senin (5/10/2026).
Dari Toyota Crown ke Maung Garuda
Pejabat tinggi negara mendapat sejumlah fasilitas untuk menunjang kinerjanya, tak terkecuali kendaraan yang digunakan. Dalam beberapa kepemimpinan terakhir, mobil dinas pejabat terus mengalami pembaruan.
Pada periode 2009 – 2019, jajaran menteri menggunakan kendaraan mobil sedan jenis Toyota Crown Royal Saloon. Mobil ini pertama kali digunakan periode kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan terus berlanjut di era kepemimpinan awal Presiden Jokowi.
Setelah Toyota Crown Royal Saloon dipensiunkan, Jokowi kemudian menggunakan Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid sebagai kendaraan dinas yang baru, sebagaimana dikutip dari laporan Antaranews, Jumat (25/10/2019). Kendaraan dinas yang diklaim ramah lingkungan ini merupakan generasi ke-15 Toyota Crown yang mulai dirilis pada tahun 2018 lalu.

Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid menggunakan teknologi Toyota New Global Architecture (TNGA) dengan tiga pilar utama yakni Agility, Stability, dan Visibility. TNGA dapat meningkatkan performa kendaraan pada titik terbaiknya. Dibanding, mobil menteri sebelumnya, Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid bentuknya lebih bongsor dengan panjang 4.910 mm, lebar 1.550 mm, tinggi 1.455 mm, dan wheelbase 2.920 mm.
Kendaraan hybrid ini diklaim menghasilkan emisi yang rendah yang menjadikannya lebih ramah lingkungan yaitu 112.0 g/km. Dari segi keamanan, kendaraan menteri Jokowi dilengkapi perangkat safety SRS airbag pada driver and passenger seat, driver knee, driver and passenger side dan curtain shield pada kabin depan dan belakang.
Kendaraan ini juga dilengkapi dengan fitur Pre-Collision System (PCS) untuk mendeteksi keberadaan obyek di depan mobil dan Automatic High Beam (AHB) yang akan menyalakan lampu jauh jika diperlukan.
Saat kepemimpinan beralih ke Presiden Prabowo Subianto, ia menghendaki pejabat dan para menteri menggunakan kendaraan produk dalam negeri. Ia menghendaki mobil pejabat Maung yang diproduksi PT Pindad.
"Jadi saya sudah merencanakan, kemungkinan besar nanti semua menteri, semua wakil menteri, pejabat. Mungkin tingkat gubernur, bupati, wali kota, sebaiknya menggunakan kendaraan buatan bangsa Indonesia sendiri," ucap Prabowo dalam program 'Prabowo Bicara', Minggu (27/10/2024).
Spesifikasi Keunggulan Maung Garuda
Maung MV3 Garuda Limousine digunakan oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024 -2029 di Gedung MPR/DPR RI pada Minggu, 20 Oktober 2024. Kendaraan terbaru PT Pindad menyita perhatian masyarakat.
Maung Garuda ini dirancang oleh Profesor Sigit Puji Santosa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga Direktur PT Pindad dengan 70 persen menggunakan komponen dalam negeri.
Melansir laman resmi pindad.com, Maung Garuda didesain untuk memiliki kemampuan manuver yang gesit dan handal untuk mendukung mobilitas penggunanya di berbagai medan operasi.
Kendaraan taktis ringan ini memiliki bobot 2,95 ton, dimensi panjang sekitar 5,05 m, lebar 2,06 m, tinggi 1,87 m serta desain long wheelbase yang nyaman dan lega. Adapun daya mesin yang digunakan 202 PS/199 HP dan transmisi AT dengan 8 percepatan.

Kendaraan tangguh ini memiliki kecepatan maksimum 100 Km/jam. Guna memberikan fitur keamanan yang prima, Pindad melengkapi kendaraan ini dengan seluruh area kendaraan meliputi body dengan material composite armor yang memiliki ketahanan terhadap munisi kal. 7,62 x 51 mm NATO ball & kal. 5,56 x 45 mm M193, kaca anti peluru level B5/B6.
Ban berukuran R21 dengan tipe Run Flat Tyre (RFT) ini digunakan untuk mendukung kendaraan agar bisa tetap melaju meski mengalami kebocoran di perjalanan.
Interior Maung Garuda menggunakan material wood finish accents, dilengkapi kursi penumpang captain seat dengan pengaturan elektrik disertai leg rest serta limo touch control panel. Guna mendukung kenyamanan berkendara, Maung Garuda dilengkapi dengan Head Unit 12 inci, kamera 360°, led smart TV, cooled storage, dan portable WiFi.
Di bagian eksterior, MV3 Garuda Limousine dilengkapi automatic footstep di bagian samping kendaraan untuk memudahkan pijakan keluar masuk kendaraan. Sebagai produk dalam negeri yang digunakan oleh pejabat negara, mobil ini dilengkapi logo Garuda yang melambangkan kekuatan dan gerak dinamis dengan kepak sayapnya.
Bagian grille terinspirasi dari batik parang dan di bagian belakang, dual exhaust diterapkan untuk meningkatkan performa kendaraan.
Namun, unit-unit Maung Garuda untuk para menteri itu tidak langsung dilengkapi dengan sunroof sebagaimana mobil kepresidenan.
Deretan Mobil Menteri dari Masa ke Masa
Deretan mobil menteri sejak awal kemerdekaan hingga kini menarik untuk dikaji. Di era Presiden Soekarno, kendaraan dinas yang dipakai oleh menteri, pejabat sipil, hingga militer yaitu sedan Amerika Serikat bernama Chevrolet Impala. Kendaraan ini dikenal ampuh pada masanya dengan mesin V8 dan 409 tenaga kuda yang memberi kesan kuat dan mewah.
Saat Presiden Soeharto menjabat, ia memilih Volvo 264 GL sebagai kendaraan dinas untuk para pejabat tinggi. Mobil produk Swedia ini terkenal nyaman digunakan dan terbilang mewah.
Di tahu 1970an, kendaraan dinas menteri dari Volvo 264 GL beralih ke Volvo 264 GL yang lebih eksklusif. Sedan yang dirancang oleh Jan Wilsgaard ini dilengkapi mesin V6 PRV Automatic dengan kapasitas 2.664 cc. Adapun kekuatan yang dimiliki yaitu 150 daya kuda.

Setelah Orde Baru tumbang, kendaraan dinas menteri menggunakan mobil Volvo 960, yang sebelumnya dibeli untuk Konferensi Tingkat Tinggi APEC pada 1992. Mobil yang dijuluki sebagai mobil pemimpin dunia ini telah dilengkapi transmisi otomatis dan berbagai pilihan mesin pendukung seperti 2.0L, 2.3L, hingga 2.8L.
Pilihan mobil yang bekas digunakan untuk Konferensi Tingkat Tinggi ini tak lain bagian dari strategi pemerintah agar efisien tanpa meragukan kualitas yang ada. Mobil Volvo 960 ini membersamai tiga era kepemimpinan, yaitu Presiden BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri.
Setelah itu, pemerintah baru mengadakan mobil dinas baru di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode pertama. Toyota dengan model Camry asal Jepang dipilih sebagai kendaraan resmi untuk menunjang kinerja pemerintah.
Memasuki periode kedua tahun 2009, Toyota Camry 30V A/T diganti dengan Toyota Crown Royal Saloon yang lebih nyaman dan performa yang tinggi. Saat Presiden Jokowi menjabat, ia memilih mobil dinas Toyota Crown 2.5 HV G-Executive. Sedan hybrid ini dilengkapi dengan mesin Dynamic Force Engine Hybrid System berkapasitas 2.5 liter. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 223 tenaga kuda dan lebih efisien dengan bahan bakar 19,4 km/liter.
Paling anyar, Presiden Prabowo Subianto memilih untuk menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine sebagai mobil dinas. Mobil ini didesain untuk segala medan dengan tingkat kenyamanan prima.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id
































