Ketika Layar Kaca Ubah MRT Jakarta Jadi Destinasi Wisata

Oleh: Fadiyah Alaidrus - 7 Juni 2019
Dibaca Normal 1 menit
PT MRT Jakarta mencatat jumlah penumpang MRT pada hari kedua lebaran, Kamis (6/6/2019), mencapai 83 ribu.
tirto.id - Puluhan orang berdesak-desakan, mengantre untuk membeli tiket kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta di Stasiun Bundaran HI. Antrean panjang juga terlihat di gerbang tap in dan tap out stasiun.

Hendra (40), bersama ibu, istri, dan kedua anaknya, mulanya memang berencana berwisata dengan menaiki MRT. Namun, kepadatan Stasiun Bundaran HI itu membuat mereka mengurungkan niatnya.

"Enggak jadi deh. Padatnya kayak gitu," ujar Hendra sembari berjalan ke luar stasiun MRT pada Jumat (7/6/2019). Warga Jakarta tersebut mengatakan akan mencoba menaiki MRT pada kesempatan lain. "Sekarang cari alternatif [wisata] lain dulu aja."

Hal serupa juga dilakukan Rita (40) bersama suami dan dua anaknya. Rita sekeluarga batal melanjutkan perjalanan menggunakan MRT untuk kembali ke Lebak Bulus, Jakarta Selatan. "Baliknya pakai taksi aja," kata dia.

Kendati banyak yang ogah, tak sedikit pula warga Jakarta yang rela mengantre untuk bisa menaiki MRT. Misalnya Dewi (43), warga Jakarta Timur yang datang bersama ibu dan anak tunggalnya.

"Mumpung libur. Penasaran biasanya cuma ngeliat di TV," ujarnya.

Alasan serupa diungkapkan oleh pengunjung yang berasal dari luar kota seperti Sari (43) beserta keluarganya. Bagi mereka, antrean yang mengular tak jadi soal. "Jauh-jauh dari Semarang, cuma mau ngelihat MRT doang," ujar Sari.

Sari bersama keluarganya ingin sekali naik MRT Jakarta yang selama ini hanya dilihatnya lewat layar kaca. Ia mengikuti perkembangan MRT Jakarta melalui layar televisi.

Mereka saat itu tengah bolak-balik untuk mencari tahu cara membeli kartu serta mengisi saldo untuk digunakan sebagai akses menggunakan MRT.

"Kalau pun ternyata susah, padat, buat naik keretanya, setidaknya kita foto-foto sedikit biar anak-anak bisa cerita ke temen-temennya," tambah Sari.


PT MRT Jakarta mencatat jumlah penumpang MRT pada hari kedua lebaran, Kamis (6/6/2019), mencapai 83 ribu. Division Head Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin mengatakan jumlah tersebut jauh lebih banyak dibanding hari pertama lebaran dengan 48 ribu penumpang.

"Bulan lalu, akhir pekan, sekitar 50 ribu penumpang per hari. Bulan lalu juga, hari kerja, sekitar 77 ribu penumpang per hari," kata Kamaluddin pada Jumat (7/6/2019).

Kamaluddin mengatakan bahwa MRT Jakarta terbuka bagi siapa saja. "MRT terbuka baik itu untuk pergi bekerja, sekolah, belanja maupun yang ingin tamasya ke tempat-tempat sekitar MRT. Juga bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman baru kereta bawah tanah."

Faktor Media dan Antusiasme Masyarakat


Tingginya antusiasme masyarakat untuk menaiki MRT saat libur lebaran tak lepas dari peran media, baik media sosial maupun media massa. Direktur Utama Remotivi, lembaga yang berfokus pada kajian media, Roy Thaniago mengatakan media memang menjadi salah satu faktor dalam pengambilan keputusan konsumsi publik.

"Media tidak hanya distributor informasi, tapi ia juga produsen informasi. Artinya, ia terlibat dalam konstruksi makna sebuah informasi," kata Roy saat dihubungi reporter Tirto pada Jumat (7/6/2019). Konstruksi makna yang dimaksud Roy adalah bagaimana media bisa membantu dalam membentuk persepsi soal kota, peran individu, termasuk transportasi publik.

"Kalau MRT punya makna sebagai wahana wisata, perlu diperiksa bagaimana media memberitakannya," jelasnya. "Meski memang tak terhindarkan bagi siapapun untuk tidak meromantisir sebuah hal baru yg spektakuler seperti MRT."


Sementara itu, Direktur Rujak Center for Urban Studies Elisa Sutanudjaja menilai antusiasme masyarakat menjajal MRT, sekalipun untuk rekreasi, sebagai hal yang positif. Apalagi mereka turut serta membawa anak-anaknya.

Elisa mengatakan hal itu bisa menjadi pembelajaran yang berharga bagi anak untuk lebih suka menaiki kendaraan umum. "Masyarakat antusias dengan hadirnya MRT. Ini buat saya positif untuk masa depan dan kampanye transportasi publik di Jabodetabek," ujarnya.

Baca juga artikel terkait MRT JAKARTA atau tulisan menarik lainnya Fadiyah Alaidrus
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Fadiyah Alaidrus
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Gilang Ramadhan