Kesha Ratuliu Kena Tumor Payudara, Kenali Gejala dan Cara Deteksi

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 25 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Gejala tumor payudara seperti yang diderita Kesha Ratuliu.
tirto.id - Kesha Ratuliu didiagnosis dengan tumor payudara. Hal itu dia bagikan melalui Instagram story @kesharatuliu05 dengan jumlah pengikut 1,3 juta. Story itu diunggah Kesha pada Senin (24/2/2020) dengan diawali foto hasil USG.

"Ini hasil USG payudaraku yang sebelah kanan. Kenapa ada lingkarangan hitam yang kalian sangka itu janin, itu adalah tumor/kista. Kenapa masih belum tau, karena aku belum konsul kembali dengan dokter hehe," tulis Kesha.

Tumor adalah massa jaringan abnormal. Ada dua jenis tumor payudara, yaitu tumor jinak, yaitu bukan kanker dan tumor ganas atau kanker, demikian sebagaimana dikutip dari National Breast Cancer Foundation.

Ketika suatu tumor didiagnosis jinak, dokter biasanya akan membiarkannya daripada mengangkatnya. Meskipun tumor ini umumnya tidak agresif terhadap jaringan di sekitarnya, kadang-kadang mereka dapat terus tumbuh, menekan organ dan menyebabkan rasa sakit atau masalah lainnya. Dalam situasi ini, tumor biasanya akan diangkat, untuk mengurangi rasa sakit atau komplikasi.

Tumor ganas atau kanker sifatnya agresif karena menyerang dan merusak jaringan di sekitarnya. Ketika tumor diduga ganas, dokter akan melakukan biopsi untuk menentukan tingkat keparahan atau agresivitas tumor.

Tumor akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan mutasi dan kemungkinan penyebarannya. Sel-sel kanker payudara diperiksa di bawah mikroskop untuk menentukan, di antara faktor-faktor lain, seberapa dekat sel-sel kanker payudara menyerupai sel-sel sehat (disebut tingkat histologis) dan bentuk dan ukuran inti sel tumor, serta seberapa cepat sel-sel itu membelah dan berkembang biak.

Tumor sering dinilai berdasarkan skala satu hingga tiga yang menunjukkan seberapa agresif sel kanker:

1. Kelas rendah (1) - Diferensiasi dengan baik
2. Kelas menengah (2) - Cukup terdiferensiasi
3. Tingkat tinggi (3) - Berdiferensiasi buruk

Tumor tingkat rendah lebih mirip jaringan normal di bawah mikroskop. Tumor tingkat tinggi terlihat abnormal dan kurang seperti jaringan normal dan cenderung lebih agresif.

Tingkat tumor membantu menentukan rencana perawatan terbaik, dan secara umum, tumor tingkat rendah berarti peluang yang lebih baik untuk pemulihan penuh. Namun, ada individu yang bisa pemulihan penuh pada setiap tahap bahkan di tingkat tumor agresif yang tertinggi.

Cara Mengecek Payudara untuk Deteksi Tumor


Untuk mencegah perkembangan kanker ke stadium lanjut, kita butuh mendeteksi semenjak dini, salah satunya dengan program pemeriksaan payudara sendiri.

Terkait hal ini Dokter spesialis bedah umum konsultan onkologi dari rumah sakit Pondok Indah-Bintaro Jaya, dr. Rachmawati, Sp.B(K) Onk menyarankan beberapa hal yang bisa dilakukan ketika mendeteksi payudara sendiri.

"Jangan lupa periksa area puting. Dipencet, diperhatikan ada tidak cairan yang keluar dari area puting. Tanda kanker payudara, puting mengeluarkan cairan," ujar dia dalam diskusi media di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara.

Menurutnya, cairan yang keluar biasanya adalah darah dan ini muncul spontan selama empat minggu berturut-turut.

Selain cairan, puting payudara yang masuk ke dalam juga bisa menjadi pertanda kanker, walau memang harus ada pemeriksaan seksama oleh ahli kesehatan untuk memastikannya.

"Puting tertarik (ke dalam) juga bisa karena radang. Pasti ada tanda seperti nyeri atau kulit kemerahan. Kalau kanker biasanya ada benjolan keras di bagian puting," tutur Rachmawati.

Secara umum, ada empat bagian payudara yakni luar atas, luar bawah, dalam atas dan dalam bawah. Dari keempat area ini, kejadian kanker sering terjadi pada bagian luar atas, yakni 40 persen.

"Makanya raba juga bagian luar atas. Paling sedikit kejadian di bagian dalam, karena sudah dekat tulang, jaringan payudara menipis. Angka kejadiannya sekitar 6 persen," kata dia.

Saat melakukan pemeriksaan, gunakan tiga jari tangan yakni telunjuk, jari tengah dan jari manis serta dua ruas pertama telapak tangan karena paling sensitif.

"Arah perabaan tergantung nyamannya saja. Bisa dari arah luar ke dalam, dalam ke luar atau atas ke bawah," tutur Rachamawati.


Baca juga artikel terkait TUMOR PAYUDARA atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight