Kemenko Marves Sebut Chevron Operasikan Rig Blok Rokan Sampai 2021

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 10 Juni 2020
Chevron bakal mengoperasikan 2-3 rig saat penandatanganan dilakukan, lalu menjadi 5 rig pada Agustus 2020.
tirto.id - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyatakan Chevron akan tetap berinvestasi di Blok Rokan, Kepulauan Riau sampai Agustus 2021.

Keputusan ini merupakan hasil negosiasi dengan Chevron untuk mengantisipasi penurunan produksi minyak akibat transisi kepemilikan blok Rokan kepada Pertamina yang belum sepenuhnya rampung.

Chevron bakal mengoperasikan 2-3 rig saat penandatanganan dilakukan, lalu menjadi 5 rig pada Agustus 2020.

“Akhirnya kami sudah dapat kesepakatan mereka tetap akan investasi sampai 2021,” ucap Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi persi virtual, Selasa (9/6/2020).

Purbaya mengatakan Chevron siap menggelontorkan modal lagi dengan bunga nol persen untuk menjaga produktivitas Blok Rokan. Sebagai gantinya kontrak yang akan digunakan adalah cost recovery alias pemerintah menanggung biayanya alih-alih biaya menjadi tanggung jawab perusahaan migas seperti dalam skema gross split.

“Dalam artian, Chevron bisa drilling dan nanti cost-nya di-cover sama pemerintah dalam bentuk PSC. Yang penting kita bisa jaga produksi,” ucap Purbaya.

Purbaya menjelaskan pemerintah belajar dari kurang mulusnya transisi Blok Mahakam ke pangkuan Pertamina. Waktu itu produksi blok Mahakam turun drastis saat dikelola Pertamina.

Terkait kembalinya Chevron di Blok Rokan ini, Purbaya mengatakan tahapannya sudah mendekati tanda tangan. Ia bilang pada Rabu (10/6/2020) akan ada keputusan final melalui rapat bersama Menteri ESDM.p

“Yang penting kita menjaga level produksi agar tidak turun. 2 tahun ini tidak ada lagi rig di sana,” ucap Purbaya.


Baca juga artikel terkait PENGELOLAAN BLOK ROKAN atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight