Menuju konten utama

Kemenkes Sebut Risiko Infeksi Flu Burung kepada Manusia Rendah

Kemenkes RI juga menyebutkan belum ada laporan kejadian infeksi flu burung dari manusia kepada manusia.

Kemenkes Sebut Risiko Infeksi Flu Burung kepada Manusia Rendah
peternak melakukan penyemprotan vaksin seadanya untuk mencegah penularan di desa mantup, lamongan, jawa timur, selasa (22/3). dinas peternakan kabupaten lamongan, memastikan matinya 735 ekor ayam secara mendadak di sukorame, diduga akibat terserang virus flu burung dalam sepekan terakhir. populasi unggas di lamongan saat ini sekitar 8.500 ekor, sementara itu sejumlah peternak mengaku belum mendapatkan bantuan vaksin dari dinas terkait. antara foto/syaiful arif/nz/16

tirto.id - Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Siti Nadia Tarmizi menyebutkan risiko risiko infeksi flu burung kepada manusia masih dikategorikan rendah. Selain itu, belum ada laporan kejadian infeksi flu burung dari manusia kepada manusia.

"Belum ada kejadian transmisi pada manusia ke manusia. Baru pada unggas itik," kata Siti Nadia Tarmizi dikutip dari Antara, Rabu (1/3/2023).

Nadia mengatakan flu burung atau Avian Influenza (AI) adalah suatu penyakit menular pada unggas yang disebabkan oleh Virus Influenza tipe A. Virus ini menginfeksi beragam spesies hewan termasuk babi, kuda, mamalia laut, dan manusia.

"Virus H5N1 tergolong Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI). Sejak 2020 hingga saat ini, enam kasus manusia Influenza A (H5N1) yang termasuk dalam clade 2.3.4.4b dilaporkan ke WHO," katanya.

Kasus tersebut dilaporkan Tiongkok dengan satu kasus yang menyebabkan kematian, Vietnam satu kasus dengan gejala parah namun sembuh, Spanyol dua kasus, Inggris dan Irlandia Utara satu kasus, serta Amerika Serikat satu kasus.

"Kasus dari Eropa dan Amerika bergejala ringan atau asymptomatic," ujar dia.

Nadia mengatakan semua kasus terpapar unggas terinfeksi melalui kontak langsung pada 2023 telah terkonfirmasi H5N1. Di antaranya satu orang meninggal di Kamboja berdasarkan laporan otoritas setempat pada Februari 2023.

Selain itu, satu orang kasus positif H5N1 dilaporkan Ekuador melalui Website WHO Outbreak News pada Januari 2023.

"Pada 2022, di Indonesia sudah ditemukan kasus HPAI H5N1 2.3.4.4b pada unggas air atau ternak yang belum divaksin di Kalimantan Selatan," katanya.

Nadia juga mengatakan terdapat peningkatan penyebaran virus dari burung liar ke beberapa spesies mamalia di berbagai negara di Eropa dan Amerika Utara

"Kemungkinan merupakan hasil dari prevalensi virus yang tinggi pada populasi unggas di wilayah ini," ujarnya.

Nadia mengatakan bukti mutasi flu burung yang terkait dengan adaptasi terhadap mamalia dan manusia masih sangat terbatas.

Baca juga artikel terkait KLB FLU BURUNG

tirto.id - Kesehatan
Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan