Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) Francisco Guterres Lú Olo di Istana Kepresidenan Bogor.

Rombongan kepresidenan RDTL pada Kamis tiba di halaman depan Istana Kepresidenan Bogor pada pukul 10.00 WIB.

Kendaraan kepresidenan diiringi oleh pasukan Nusantara, pasukan drumband dan pasukan berkuda Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Presiden Jokowi menyambut Guterres di serambi depan dan bersama-sama mendengarkan lagu kebangsaan kedua negara bersamaan dengan dentuman meriam sebanyak 21 kali.

Sesudahnya, Jokowi mengajak masuk Guterres ke ruang Istana untuk menandatangani buku tamu kepresidenan serta melakukan penanaman pohon perdamaian "Barringtonia asiatica" di halaman belakang.

Selanjutnya kedua kepala negara juga melaksanakan pertemuan "Tete-a-tete" atau pertemuan empat mata. Jokowi dan Guterres pun mendampingi para menteri dan pejabat dalam pertemuan bilateral membahas peningkatan kerja sama.

Lawatan Guterres itu merupakan kunjungan perdana sejak menjabat sebagai Presiden RDTL pada 27 Juni 2018.

Presiden Joko Widodo pun pernah mengunjungi Timor Leste pada Januari 2016 bertemu dengan mantan Presiden Taur Matan Ruak serta mantan Perdana Menteri Rui Maria de Araujo di Dili.

Kerjasama bilateral Indonesia-Timor Leste semakin erat di berbagai bidang sejak dibukanya hubungan diplomatik pada 2 Juli 2002.

Menurut data Direktorat Asia Tenggara, Kementerian Luar Negeri, pemerintah Timor-Leste mempercayakan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur strategis kepada perusahaan konstruksi asal Indonesia.

Selain itu, Indonesia pun berkomitmen untuk mendukung pembangunan Timor-Leste melalui berbagai program pengembangan kapasitas.

Catatan perdagangan bilateral RI-RDTL terus meningkat. Pada 2015, angka perdagangan kedua negara tercatat sebesar 217,00 juta dolar AS dengan RI surplus 215,95 juta dolar AS. Kemudian pada 2016, nilai tersebut meningkat jadi 227,41 juta dolar AS dengan surplus RI 224,42 juta dolar AS.