Jokowi Sebut Bisa Larang FPI, Menhan: Itu Keputusan Presiden

Oleh: Irwan Syambudi - 30 Juli 2019
Ryamizard Ryacudu mengatakan Presiden Jokowi punya dasar pertimbangan tersendiri soal perpanjangan izin FPI.
tirto.id - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu merespons pernyataan Presiden Joko Widodo yang tidak mau berkompromi dengan perpanjangan izin Front Pembela Islam (FPI) jika dinilai membahayakan negara.

"Itu kan keputusan presiden. Apapun keputusan presiden kita harus loyal," kata Ryamizard saat ditemui usai melakukan ziarah di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta, Selasa (30/7/2019).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menyebut bahwa Presiden Jokowi punya dasar pertimbangan tersendiri soal perpanjangan izin ormas Islam pimpinan Habid Rizieq ini.

"Tentunya presiden dengan pertimbangan-pertimbangan. Mudah-mudahan baiklah keputusannya untuk kedua belah pihak," kata Ryamizard.

Sebelumnya Presiden Jokowi disebut akan berpotensi melarang dan tak bisa berkompromi terkait perpanjangan izin organisasi FPI, jika mereka membahayakan negara. Hal ini ia sampaikan dalam wawancaranya bersama AP News pada Jumat (26/7/2019).

Jokowi juga membuka peluang untuk melakukan pelarangan Front Pembela Islam di masa pemerintahannya lima tahun mendatang.

"Ya, tentu saja [ada kemungkinan melarang] sangat mungkin jika pemerintah meninjau dari sudut pandang keamanan dan ideologis menunjukkan bahwa mereka tidak sejalan dengan kepentingan bangsa," kata Jokowi, sebagaimana diwartakan Associated Press (AP News).

Jokowi menyebut tak akan berkompromi dengan ideologi yang membahayakan negara.

"Jika organisasi membahayakan bangsa lewat ideologinya, saya tak akan berkompromi," imbuh dia.

Jokowi menyebut, tindakan tersebut akan dilakukan sebagai bentuk keprihatinan mendalam terhadap kelompok-kelompok yang mengancam reputasi Indonesia, yang selama ini dikenal sebagai negara yang demokrasi dengan mayoritas masyarakat beragama Islam.


Baca juga artikel terkait FRONT PEMBELA ISLAM atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Politik)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight