PON XX Papua

Isi Inmendagri Prokes PON 2021 Papua yang Dirilis Tito Karnavian

Oleh: Andrian Pratama Taher - 28 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
Mendagri Tito Karnavian menerbitkan Inmendagri pelaksanaan PON XX di Papua dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
tirto.id - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 46 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XX di Provinsi Papua Tahun 2021. Penerbitan Inmendagri tersebut sebagai upaya pemerintah pusat ingin pelaksanaan PON 2021 di Papua berjalan baik dengan penerapan protokol kesehatan.

"Dalam instruksi tersebut, penyelenggaraan PON XX, wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Penegakan protokol kesehatan ditunjukkan demi suksesnya perhelatan pesta olahraga terbesar nasional ini," kata Dirjen Adwil Kemendagri Safrizal dalam keterangan kepada Tirto, Selasa (28/9/2021).

Safrizal menuturkan, ketentuan dalam Inmendagri Nomor 46 tahun 2021 ini ditegaskan, bahwa penyelenggara wajib memastikan para atlet, offisial, panita, penonton, dan masyarakat di sekitar lokasi telah mendapatkan vaksin, minimal tahap pertama.

Selain itu, Inmendagri yang berlaku per 15 Oktober 2021 ini menginstruksikan agar jumlah penonton yang hadir secara langsung di stadion pun dibatasi. Pemerintah pun tidak diperkenanka n mengadakan acara nonton bareng.

Inmendagri juga menginstruksikan agar ada pengecekan kesehatan tamu dan penonton untuk menunjukkan hasil test PCR (2x24 jam) atau tes antigen (1 X 24 jam) dan bukti telah divaksin. Pemerintah setempat juga diwajibkan menyediakan sarana kesehatan dan tenaga kesehatan di titik-titik tertentu.

"Untuk itu, Kemendagri siap merangkul dan bersinergi juga dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI-Polri, serta Satgas Provinsi, Dinas Kesehatan, dan panitia penyelenggara PON," kata Safrizal.

"Penguatan disiplin protokol kesehatan adalah hal yang utama dalam pesta olehraga nasional ini. Kemendagri juga akan mengkampanyekan Gerakan Pembagian Masker, di sejumlah kota yang menyelenggarakan PON. Gerakan tersebut dimaksudkan untuk mengajak kesadaran masyarakat untuk selalu meningkatkan disiplin memakai masker," tutur Safrizal.

Penyelenggaraan PON XX ini, kata Safrizal, akan menjadi ajang promosi untuk menarik minat masyarakat di luar Papua dalam mengenal dan memahami kondisi di daerah yang sangat indah alamnya ini.

Di sisi lain, perhelatan olahraga yang pertama diselenggarakan pada 1948 di Solo itu tidak hanya pertandingan olahraga, tetapi juga diklaim sebagai penguat nilai kebangsaan dan nasionalisme dan momentum kebangkitan nasional dari COVID-19.


Baca juga artikel terkait PON 2021 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri
DarkLight