Info Gunung Merapi Hari Ini 1 Agustus 2022: 15 Kali Gempa Guguran

Penulis: Alexander Haryanto, tirto.id - 1 Agu 2022 18:18 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi mengalami 15 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-16 mm dan lama gempa 71-164 detik.
tirto.id - Situasi Gunung Merapi hari ini, Senin, 1 Agustus 2022 berdasarkan periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB mengalami 15 kali gempa guguran, 2 kali gempa hembusan dan 2 kali gempa hybrid.

Sampai saat ini, seperti dilaporkan laman resmi magma.esdm.go.id, status gunung api yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih dinyatakan Siaga Level III.

Namun demikian, apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat.

Keterangan Lainnya

Suara guguran 1 kali dari Pos Babadan dengan intensitas sedang

Klimatologi

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara sekitar 17-23°C. Kelembaban 59-95%. Tekanan udara 627-686 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 15 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-16 mm dan lama gempa 71-164 detik.
  • 2 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-7 mm, dan lama gempa 10-10.7 detik.
  • 2 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-7 mm, S-P 0.3-0.4 detik dan lama gempa 4.7-6.4 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight