Info Gempa: Total Kerugian di Mamuju & Majene Capai Rp494,28 Miliar

Oleh: Alexander Haryanto - 22 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Gempa di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat menyebabkan kerugian negara mencapai Rp494,28 miliar.
tirto.id - Total kerugian negara akibat gempa yang melanda di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mencapai Rp494,28 miliar. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menyatakan, kerugian itu disebabkan dari barang milik negara (BMN) yang juga ikut terdampak.

Lebih rinci lagi, Kepala Kanwil DJKN Kemenkeu Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat Ekka S. Sukadana mengatakan, kerugian sebesar Rp494,28 miliar itu berasal dari 279 objek, termasuk 118 bangunan rumah negara dan 161 gedung bangunan kantor.

"Kami sudah keliling di antara Mamuju dan Majene. Dari data yang kami terima hari ini dampak gempa lumayan juga,” kata Ekka seperti diwartakan Antara, Jumat, 22 Januari 2021.

Ekka mengatakan, kerugian dari gedung Kementerian Keuangan saja mencapai Rp75 miliar, sementara gedung BPKP Mamuju mencapai Rp23 miliar.

"Kantor BPKP Mamuju juga bangunannya rusak Rp23 miliar hitung-hitungan kami. Pelayanan TVRI di sana sementara mencari tempat yang memungkinkan itu sekitar Rp5 miliar kerugian,” ujarnya.

Gempa bumi itu, kata Ekka, juga berdampak pada kerusakan infrastruktur yang jika dihitung total nilainya mencapai Rp405 miliar, termasuk 23 jembatan dan jalan Trans Sulawesi sepanjang 20 kilometer.

Maka daripada itu, Ekka menegaskan pentingnya program asuransi BMN. Sebab, dapat langsung diperbaiki kalau terjadi kerusakan dan tidak perlu menunggu dua sampai tiga tahun.

"Betapa pentingnya asuransi ini. Ketika ada klaim pembangunan kembali dapat dilakukan segera. Tidak menunggu dua sampai tiga tahun,” tegasnya.

Tidak hanya gempa, kata Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah Ferdinand Lengkong, banjir di Kalimantan Selatan juga berdampak pada kerugian negara sebesar Rp35,4 miliar dari 11 satuan kerja.

"Sementara kami baru menyurati korwil satuan kerja untuk pendataan BMN lain yang terdampak banjir untuk dilaporkan ke DJKN," kata Ferdinand.

Sementara itu, pengungsi gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, kesulitan mendapatkan air bersih akibat instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat rusak akibat gempa berkekuatan 6,2 magnitudo.

"Sudah seminggu ini warga kesulitan air bersih di pengungsian, karena air bersih PDAM yang ada di rumah penduduk sama sekali tidak mengalir," kata Ramadhan, seorang pengungsi di Mamuju, Jumat (22/1/2021), dikutip dari Antara.

Ramadhan mengatakan warga tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya akibat tidak adanya air bersih untuk kebutuhan MCK dan memasak. PDAM Mamuju belum beroperasi normal karena instalasinya di So'do Kali Mamuju mengalami kerusakan, demikian juga sejumlah jaringan pipa PDAM Mamuju di Desa Pattidi yang rusak parah.

PDAM Mamuju sedang berusaha memperbaiki instalasi rusak tersebut dibantu petugas PDAM Kabupaten Polewali Mandar.

"Kami sudah berusaha memperbaiki jaringan PDAM Mamuju, dengan mendaki gunung, semoga berhasil agar masyarakat Mamuju kembali mendapatkan pelayanan air bersih," kata Kepala Bagian Teknik PDAM Mamuju, Hasri.


Baca juga artikel terkait GEMPA SULBAR atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
DarkLight