Info BMKG Soal Hasil Identifikasi Dampak Gempa Banten Magnitudo 6,6

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari - 20 Jan 2022 17:39 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Wilayah terdampak dengan kerusakan terbanyak akibat gempa Banten berada di lokasi dengan klasifikasi jenis tanah lunak (SE) di kecamatan Sumur
tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan identifikasi dampak kerusakan bangunan dengan metode pengamatan visual dan peralatan seismik usai gempa dengan magnitudo M6,6 yang mengguncang wilayah Selatan Banten pada Jumat, (14/1/2022) pukul 16.05.41 WIB.

Survei tersebut dilaksanakan pada 15 hingga 19 Januari 2022, tim survei terdiri dari personel Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda waktu serta personil UPT Daerah (BBMKG Wilayah II Banten dan Stasiun Geofisika Tangerang).

Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Rahmat Triyono menjelaskan, pengamatan makroseismik menghasilkan sebaran lokasi dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Berdasarkan keterangan klasifikasi skala dampak MMI shakemap BMKG menunjukan kondisi wilayah terdampak sebagai berikut:

1. Desa Ujung Jaya dan Taman Jaya Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang dengan skala Intensitas VI – VII MMI.

Akibatnya banyak retakan terjadi pada dinding bangunan sederhana, sebagian roboh, kaca pecah. Sebagian plester dinding lepas. Hampir sebagian besar atap bergeser ke bawah atau jatuh.

Struktur bangunan mengalami kerusakan ringan sampai sedang dan berpotensi mengalami kerusakan berat pada struktur bangunan yang sederhana.

Namun pada beberapa lokasi, bagian non struktur bangunan mengalami kerusakan ringan, seperti retak rambut pada dinding, atap bergeser ke bawah dan sebagian berjatuhan dan berpotensi mengalami kerusakan sedang pada struktur bangunan yang sederhana.

2. Kecamatan Panimbang, Munjul dan Cimanggu dengan skala V – VI MMI

Dampaknya, bagian non struktur bangunan mengalami kerusakan ringan, seperti retak rambut pada dinding, atap bergeser ke bawah dan sebagian berjatuhan dan berpotensi mengalami kerusakan sedang pada struktur bangunan yang sederhana.

Namun pada beberapa lokasi dirasakan oleh banyak orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.

3. Kecamatan Cigeulis, Cibaliung dan Cikeusik di Kabupaten Pandeglang serta Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak dengan Intensitas IV-V MMI

Guncangan gempa dirasakan sangat kuat oleh banyak orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar, berpotensi menimbulkan kerusakan ringan.

Pengukuran kalsifikasi jenis tanah sesuai SNI menggunakan metoda seismic Vs30 (kecepatan gelombang geser sampai kedalaman 30 meter) menghasilkan informasi bahwa sebagian besar wilayah terdapak memiliki klasifikasi jenis tanah sedang (SD) dan tanah lunak (SE).

"Wilayah terdampak dengan kerusakan terbanyak berada pada lokasi dengan klasifikasi jenis tanah lunak (SE) di kecamatan Sumur," kata Rahmat dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Tirto.

Rahmat menuturkan, dari hasil pengamatan makroseismik dan pengukuran seismik dilapangan dapat disimpulkan bahwa kerusakan terbanyak terdapat di kecamatan Sumur Kabupaten pandeglang.

Sebagian besar kerusakan pada bangunan disebabkan oleh faktor jarak yang dekat dengan epicenter dan konstruksi bangunan yang tidak memenuhi standar konstruksi (Building Code) yang dipersyaratkan. Selain itu lokasi dengan banyak kerusakan berada di atas lapisan tanah dengan klasifikasi jenis tanah lunak (E).

Dengan kesimpulan tersebut, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar menghindari dan tidak menempati sementara bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa karena dapat membahayakan jika terjadi gempa susulan.

Masyarakat juga disarankan agar dapat merelokasi tempat tinggalnya ke lokasi hunian yang bukan merupakan zona rawan bahaya gempa bumi dan tsunami.

Jika lokasi saat tetap akan ditempati dan dilakukan rekonstruksi/rehabilitasi maka harus memenuhi kualitas bangunan sesuai standar konstruksi bangunan yang dipersyaratkan (SNI 1726-2019).

Sebelumnya, pada Jumat, 14 Januari 2022 pukul 16.05.41 WIB wilayah Selatan Banten diguncang gempa tektonik.

Saat itu, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,21° LS ; 105,05° BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Barat Daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada kedalaman 40 km.

Berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap) BMKG guncangan gempa bumi tersebut dirasakan di daerah Cikeusik dan Panimbang dengan skala intensitas VI MMI (getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua orang meraskan kuat dan berlari keluar rumah, dan terjadi kerusakan ringan pada bangunan).

Kemudian Labuan dan Sumur dengan skala intensitas IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Tangerang Selatan, Lembang, Kota bogor, Pelabuhan Ratu, Kalianda, bandar Lampung dengan skala intensitas III – IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Lalu Anyer dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Serta Jakarta, Kota Tangerang, Ciracas, Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bogor, Kotabumi dengan skala intensitas II - III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Berdasarkan laporan Pusdalop BPBD Propinsi Banten lokasi terdampak dengan kerusakan terbanyak terdapat di Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang dengan data total kerusakan pada 606 bangunan (61 rusak berat, 146 rusak sedang dan 399 rusak ringan).


Baca juga artikel terkait GEMPA BANTEN atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight