Gunung Merapi Hari Ini: 43 Kali Gempa, Luncurkan Guguran Lava Pijar

Oleh: Alexander Haryanto - 2 Agustus 2021
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi mengalami 43 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-27 mm dan lama gempa 17-108 detik.
tirto.id - Situasi Gunung Merapi pada hari ini, Senin, 2 Agustus 2021 berdasarkan pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, mengalami 43 kali gempa guguran, 8 kali gempa hembusan, 96 kali gempa hybrid/fase banyak, 21 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo dan 1 kali gempa tektonik jauh.

Seperti dilaporkan Antara, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengatakan, Gunung Merapi tiga kali mengeluarkan lava pijar dengan jarak maksimum sejauh 1.200 meter ke arah barat daya. Kejadian itu berdasarkan pengamatan pukul 00.00 sampai 06.00 WIB.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, selama periode pengamatan itu Merapi juga mengalami 29 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-12 mm selama 14.7-113.8 detik, delapan kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-6 mm selama 13.5-32.7 detik.

Kemudian, mengalami 69 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-24 mm selama 7.5-22.6 detik, serta 21 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 30-75 mm selama 7.5-22.6 detik. BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Berikut adalah situasi terkini Gunung Merapi pada hari ini Senin, 2 Agustus 2021 berdasarkan pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB berdasarkan laporan laman magma.esdm.go.id:


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl

Pengamatan Visual

Gunung api tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut.

Klimatologi

Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 21-27°C. Kelembaban 68-88%. Tekanan udara 628.5-689.7 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 43 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-27 mm dan lama gempa 17-108 detik.
  • 8 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-6 mm, dan lama gempa 11.4-19.7 detik.
  • 96 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-25 mm, S-P 0.3-0.6 detik dan lama gempa 5.6-8 detik.
  • 21 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 30-75 mm, dan lama gempa 8.4-75 detik.
  • 1 kali gempa tektonik Jauh dengan amplitudo 22 mm, S-P 26.8 detik dan lama gempa 87.1 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight