Ekonomi RI -5,32%, Airlangga: Tidak Sedalam Peer Country Lain

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 5 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto mengklaim pertumbuhan ekonomi RI di kuartal II 2020 lebih baik dibandingkan peer country lain.
tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengklaim kondisi perekonomian Indonesia masih jauh lebih baik dibandingkan negara lain.

Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II (Q2) 2020 minus 5,32 persen year on year (yoy), terburuk sejak 1999 dengan minus 16,5 persen.

Airlangga mengklaim pertumbuhan negatif tersebut, kata dia, tidak lepas dari dampak pandemi COVID-19. Ia menyebut seluruh negara dunia pun mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi jauh lebih dalam dari pada yang terjadi di Indonesia.

Dalam data yang dipaparkan Airlangga, ada beberapa negara yang sudah merelease pertumbuhan ekonomi di Q2 dengan kondisi minus. Seperti Amerika pada Q1 pertumbuhan ekonominya masih tumbuh 0,3 persen, sementara Q2 -9,5 persen.

Kemudian ada pula Eropa pada Q1 mengalami -3,1 persen dan kondisi terus semakin parah pada Q2 terjadi -15 persen. Ada pula pertumbuhan ekonomi Jerman di Q1 mengalami -2,3 persen kemudian pada Q2 -11,7 persen.

Pertumbuhan ekonomi Perancis pada Q1 -5,7 persen kemudian pada Q2 -19 persen. Pertumbuhan ekonomiKorea Selatan pada Q1 1,4 persen kemudian pada Q2 -2,9 persen. Ada pula Hongkong pada Q1 -9,1 persen kemudian pada Q2 -9 persen.

Ada pula pertumbuhan ekonomi Singapura pada Q1 -0,3 persen kemudian Q2 -12,6 persen dan pertumbuhan ekonomi Meksiko pada Q1 -1,4 persen dan Q2 -18,9 persen.

"Di antara Peer country tidak sedalam yang lain, namun kita berharap ada perbaikan ekonomi global baik melalui Cina atau negara lain yang recover lebih dulu," jelas Airlangga dalam konferensi persnya, Rabu (5/8/2020).

Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini, ia berharap di Q3 akan terjadi perbaikan, sehingga selamat dari resesi. Ia berharap pada kuartal ketiga terjadi recovery, mengingat berdasarkan survei bulan April-Juni adalah puncak dari pada pandemi COVID-19

Sebagai informasi Badan Pusat Statistik (BPS) yang sudah merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II (Q2) 2020 mengalami kontraksi sebesar 5,32 persen year on year (yoy). Angka ini memburuk dari Q1 2020 yang mencapai 2,97 persen dan Q2 2019 yang mencapai 5,05 persen.


Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Zakki Amali
DarkLight