DPP Gerindra Tegur Desmond Imbas Dianggap Hina Keluarga Sukarno

Reporter: Irfan Amin, tirto.id - 11 Nov 2022 15:56 WIB
Wakil Ketua Komisi III Desmon J Mahesa menyebut permintaan maaf negara kepada keluarga Sukarno bukan suatu hal yang serius dan hanya lucu-lucuan.
tirto.id - Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad akan memanggil kadernya Desmond Junaidi Mahesa karena pernyataannya yang dianggap menghina Presiden Sukarno.

Hal itu sebagai bentuk respon saat Desmond digeruduk oleh DPC PDIP Purworejo karena ucapannya menyebut permintaan maaf negara kepada keluarga Sukarno bukan suatu hal yang serius dan hanya lucu-lucuan.

"Sudah kami monitor itu dan kita akan bicarakan di internal fraksi mengenai hal tersebut," kata Dasco di Gedung DPR RI pada Jumat (11/11/2022).


Dasco berjanji partainya menyelesaikan masalah ucapan Desmond tersebut pada hari ini. Dia tidak ingin ada friksi antar partai terjadi, terutama dengan DPC PDIP Purworejo yang secara langsung menggeruduk Desmond.

"Oleh karena itu pada Hari Jumat kita akan adakan pertemuan di fraksi untuk bahas hal yang dikeluhkan teman-teman PDIP di Purworejo," jelasnya.

Sebelumnya Desmond menyebut upaya pemerintah meminta maaf kepada keluarga Presiden Sukarno adalah hal yang tidak perlu. Menurutnya rehabilitasi nama Sukarno adalah hal yang mengada-ada.

“Pertanyaannya sekarang pemerintahan siapa? Pemerintahan Sukarno kan sekarang? Kalau Soekarno direhabilitasi itu namanya mengada-ada kan,” kata Desmond di Gedung DPR pada Rabu (9/11/2022).

Dalam wawancara dengan wartawan saat itu, Desmond juga menyebut kata "kentut" mengenai upaya pemerintah meminta maaf kepada Sukarno.

“Habis itu negara disuruh minta maaf sama Sukarno? Dari mereka untuk mereka, kentutnya mereka semua,” ujarnya.

Akibatnya, Desmond digeruduk oleh DPC PDIP Purworejo saat melakukan kunjungan kerja ke Wadas. Para pengurus DPC PDIP meminta Desmond meminta maaf secara terbuka atas ucapannya tersebut.



Baca juga artikel terkait GERINDRA atau tulisan menarik lainnya Irfan Amin
(tirto.id - Politik)

Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto

DarkLight