Periksa Fakta

Disinformasi: Kontrasepsi Suntik Dapat Sebabkan Kista Ovarium

Oleh: Irma Garnesia - 8 Juli 2020
Dibaca Normal 3 menit
Penyakit kista ovarium kerap menjadi momok bagi perempuan. Klaim bahwa KB dapat menjadi penyebab penyakit ini merupakan klaim yang salah.
tirto.id - Belakangan, isu terkait kista ovarium pada perempuan cukup ramai diperbincangkan di media sosial. Informasi ini salah satunya dibagikan oleh akun Facebook Erny Alice (arsip) yang mengemukakan bahwa kista ovarium disebabkan oleh kontrasepsi suntik atau suntik KB tiga bulan.

Akun ini memberi saran agar ibu-ibu tidak melakukan KB dan menunda masa kehamilan karena program tersebut dapat menimbulkan penimbunan darah kotor. Menurut unggahan oleh akun ini, kista ovarium disebabkan oleh penimbunan darah kotor dalam jangka panjang.

Unggahan ini dibagikan pada 26 Juni 2020 dan telah dibagikan lebih dari seribu kali. Informasi yang diunggah akun Erny tersebut juga menampilkan foto-foto operasi mengeluarkan kista. Klaim-klaim yang dibagikan akun Erny berbunyi sebagai berikut:

INFO sejenak buat kaum HAWA

Serem ya liat nya ya ALLAH 😱 Ada yang tau ini apa...?? Saya jawab 👉 ini KISTA OVARIUM

Bobot sudah mencapai 10kg lebih, jika ini pecah dalam perut anda, apa yang akan terjadi 15% Anda mendekati kemati'an innalillahi wa'inna ilaihi Raji'un, seperti yang di alami oleh almarhum ibu saya, hanya sekedar mengingatkan buat para ibu2 khususnya yang sudah punya suami, di anjurkan untuk tidak program KB karna menunda masa kehamilan, (tapi kalau KB haid nya lancar nggak apa-apa) dan perlu ibu2 ketahui kista Ovarium ini di sebabkan dari penimbunan DARAH KOTOR(DARAH HAID) dalam jangka panjang, kista OVARIUM ini di sebab'kn dari KB suntik 3bln, di mana darah HAID tidak normal bisa di bilang berhenti total, karna efek suntik'kan nya. Khodrat kita sebagai perempuan sudah di jadwalkan untuk mengeluarkan darah kotor di setiap bulan, yang di namakan MENSTRUASI,

Coba ibu2 bayang'kan 🤔 kemana'kah lari nya darah kotor(haid) jika tidak keluar tepat pada waktunya. Serem banget, Darah kotor bakal berhenti di dinding RAHIM, terus dan terus menumpuk, jika sudah menumpuk darah haid bisa berlari ke sel-sel darah aktif. penyakit ini (KISTA OVARIUM) akan di rasakn pada jangka panjang nanti.

Ciri-Ciri penyakit(KISTA OVARIUM) mirip oang ngidam👉 mual2/muntah2, makan gak nafsu, pengen nya ini itu, persis orang ngidam, pinggang terasa sakit dasyat,vperut melilit, jika berhubungan intim terasa sakit sekali😱 di tambah kita doyan makan, makan'an yang mengandung banyak penyedap,👉 makanan yang kadar lemak berlebihan👉 Sering minum air Es, jajan-jajan'an di luar, itu akan lebih cepat memproses KISTA bertumbuh besar😱 astagfirullah halazimmmm ngeri... 😭

Hanya sekedar mengingatkn dan berbagi pengalaman, khususnya bagi kaum Wanita, tidak ada makhsud dan tujuan apa2, karena ibu saya meninggal 😭😭 di sebabkan oleh sakit KISTA OVARIUM, 😭😭 ibu saya memang Ndak pernah haid tapi waktu itu saya juga nggak faham, ibuku di suruh oprasi sama bidan ibu nggak mau takut, sudah di USG juga dan akhirnya ALLAH memanggil beliau semoga ibuku Husnul khotimah ammmiiinnnn yarobbal alamiinnn 🤲 dan semoga ini tidak terjadi kepada ibu ibu yang lain mohon di perhatikan baik-baik ya bunda.... 🙏🙏 Utamakan kesehatan cari solusi yang lebih baik lagi.


Penelusuran Fakta

Dikutip dari laman Alodokter, kista ovarium merupakan kantong berisi cairan yang tumbuh pada indung telur (ovarium) wanita. Kista ini biasanya muncul selama masa subur atau selama wanita mengalami menstruasi.
Tiap wanita memiliki dua indung telur (ovarium), masing-masing di bagian kanan dan kiri rahim. Ovarium yang berukuran kira-kira sebesar biji kenari ini merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita.

Ovarium berfungsi menghasilkan sel telur tiap bulannya mulai dari masa pubertas hingga menopause, serta memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Fungsi ovarium terkadang dapat terganggu, dan kista termasuk salah satu gangguan yang sering terjadi.

Survei "Demografi Kesehatan Indonesia" menunjukkan angka kejadian kista ovarium Indonesia mencapai 37,2%, dan kasusnya paling sering ditemukan pada wanita berusia antara 20-40 tahun. Kasus kista ovarium jarang terjadi pada pada masa pubertas atau kurang dari dua puluh tahun (Susianti, Anugerah Indah Sari, 2017).

Mengutip laman RS Awal Bros, kista ovarium biasanya dibagi menjadi dua jenis utama, fungsional dan patologis. Kista ovarium fungsional umum terjadi dan biasanya hilang dalam waktu beberapa bulan, tetapi dapat menyebabkan komplikasi jika tidak hilang.

Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala. Namun, pada beberapa kasus, gejalanya seperti perubahan siklus haid menjadi tidak teratur, perdarahan di luar siklus haid, nyeri di perut bagian bawah, dan benjolan di perut bawah. Bila kista sudah cukup besar, akan ada gejala seperti sering buang air kecil, cepat kenyang, nyeri saat buang air besar, mual, nyeri panggul saat melakukan hubungan seksual, nyeri haid yang hebat, dan nyeri pada daerah panggul di luar haid.

Sementara itu, menurut dokter Spesialis Ginekologi Onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais, dokter Muhammad Yusuf, SpOG, seperti ditulis Liputan 6, klaim bahwa suntik KB dapat sebabkan penyakit kista ovarium itu tidak benar. Bahkan, KB merupakan salah satu cara untuk mengurangi risiko kista ovarium.

"Tidak sama sekali. Bahkan KB sebagai salah satu cara untuk mengurangi risiko kista ovarium. Penelitian menunjukkan risikonya sangat rendah dibandingkan dengan wanita yang bukan KB."


Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, Suntik KB tiga bulan sendiri merupakan salah satu metode kontrasepsi berisi hormon progesteron yang berfungsi untuk melindungi dan mempertahankan sel endometrium sehingga berefek flek atau tidak menstruasi. Ibu-ibu yang sedang menyusui disarankan menggunakan suntik KB 3 bulan karena tidak mempengaruhi produksi asi.

Tentunya pemakaian suntik KB tiga bulan tidak lepas dari efek samping. Beberapa efek samping yang muncul akibat pemakaian KB suntik sifatnya hormonal seperti tidak mens, muncul flek hitam di wajah, jerawat, dan bertambah berat badan.

Masih dari Alodokter, pada dasarnya kista ovarium tidak berbahaya terutama jika ditangani pada awal perkembangan. Namun, kista berpotensi untuk berubah menjadi kanker ovarium terutama jika penderita: memasuki masa menopause; berusia antara 50-60 tahun; memiliki keluarga dengan riwayat penyakit kanker ovarium; menderita kanker payudara; pernah menjalani terapi hormon setelah menopause; merokok; pernah mengonsumsi obat untuk meningkatkan kesuburan; dan belum pernah hamil.

Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan fakta di atas, tidak ditemukan informasi bahwa suntik KB dapat menyebabkan kista ovarium. Maka, informasi terkait suntik KB yang menyebabkan kista ovarium bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).


Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Irma Garnesia
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Irma Garnesia
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara
DarkLight