Menuju konten utama

Daftar Daerah Rawan Gempa & Tsunami di Indonesia Menurut BMKG

BMKG memetakan daerah di Indonesia yang rawan atau memiliki potensi gempa dan tsunami seperti Sulawesi Utara, Matano, Sutawesi Tengah hingga Lembang.

Daftar Daerah Rawan Gempa & Tsunami di Indonesia Menurut BMKG
Ilustrasi gempa bumi. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Indonesia adalah salah satu negara dengan frekuensi gempa bumi terbanyak di dunia karena berada di zona seismik yang sangat aktif. Namun, luasnya wilayah Indonesia membuat tak semua gempa berdampak langsung atau bisa dirasakan di daratan.

Gempa bumi adalah getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik.

Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang dialami selama periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer.

Selama Januari 2021 di Indonesia terjadi 646 kali gempa

Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, saat ini selama Januari 2021 BMKG mencatat telah terjadi gempa tektonik sebanyak 646 kali dalam berbagai magnitudo dan kedalaman di wilayah Indonesia. Jumlah gempa ini lebih tinggi dari rata-ratanya untuk Januari, yaitu sebanyak 555 kali.

"Secara umum pada Januari 2021 aktivitas gempa di wilayah Indonesia didominasi gempa kecil dengan kekuatan kurang dari 5,0 terjadi sebanyak 619 kali. Sedangkan gempa signifikan dengan magnitudo diatas 5,0 terjadi 27 kali," ujarnya kepada redaksi Tirto.

Menurutnya gempa dengan kategori dirasakan (felt earthquake) terjadi sebanyak 85 kali, jumlah ini cukup tinggi mengingat pada Januari 2020 lalu terjadi gempa dirasakan 54 kali. Selama Januari 2021 hampir setiap hari di wilayah Indonesia terjadi gempa dirasakan bahkan pada 14 Januari 2021, dalam sehari terjadi gempa dirasakan sebanyak 8 kali.

Menurut catatan BMKG, selama Januari 2021 di Indonesia terjadi gempa merusak 3 kali, yaitu:

1. Gempa Bahodopi, Morowali, Sulteng, magnitudo 4,9 pada 4 Januari 2021 menyebabkan beberapa rumah rusak.

2. Gempa Majene dan Mamuju, Sulbar, magnitudo 5,9 dan 6,2 pada 14 dan 15 Januari 2021 menyebabkan 105 orang meninggal dunia dan ribuan rumah rusak.

3. Gempa Talaud, Sulut, magnitudo 7,1 menyebabkan beberapa rumah rusak.

Peta seismisitas dapat mengidentifikasi zona aktif gempa atau daftar wilayah yang rawan gempa dan tsunami Januari 2021, yaitu

- Aceh

- Nias

- Bengkulu

- Lampung

- Lombok

- Sumbawa

- Sumba

- Sulawesi Barat

- Sulawesi Tengah

- Gorontalo

- Laut Maluku

- Seram

"Aktivitas gempa di zona aktif ini masih dapat berlajut hingga Februari 2021 tetapi juga dapat berakhir dan bergeser ke wilayah lain," kata Daryono.

Daerah di Indonesia yang rawan atau berpotensi gempa dan tsunami

Sementara itu melansir laman Antara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah memetakan 10 wilayah yang berpotensi terjadinya gempa dan tsunami. Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, mengatakan potensi itu dilihat dari data seismic gap, distribusi B-value, dan zona aktif gempa Januari 2021.

10 wilayah di Indonesia yang berpotensi gempa dan tsunami serta patut untuk di waspadai, yaitu,

1. Mentawai

2. Lampung

3. Selat Sunda

4. Banten

5. Selatan Bali

6. Sulawesi Utara

7. Aceh

8. Sorong

9. Matano, Sutawesi Tengah

10. Lembang

Zona megatrust yang rawan gempa serta rawan tsunami dan patut diwaspadai adalah,

1. Kepulauan Mentawai

2. Selat Sunda

3. Selatan Bali

4. Sulawesi Utara

5. Laut Maluku

6. Utara Papua

7. Laut Banda

Sedangkan zona sesar aktif yang patut diwaspadai yaitu,

1. Sesar Lembang (Jawa Barat)

2. Sesar Matano (Sulawesi Tengah)

3. Sesar Sorong (Papua Barat)

4. Sesar Segmen Aceh

"Dengan meningkatnya aktivitas gempa pada Januari 2021 dan informasi zona aktif gempa, kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik tetapi waspada," tegas Daryono.

Daryono juga mengatakan, saat ini kita harus merespons semua informasi tersebut dengan upaya mitigasi yang konkret, seperti membangun rumah tahan gempa, menata ruang pantai yang aman tsunami, belajar cara selamat saat terjadi gempa dan tsunami, evakuasi mandiri tsunami, dan meningkatkan kemampuan dalam merespons peringatan dini.

"Gempa dan tsunami adalah proses alam yang tidak dapat kita hentikan, tetapi yakinlah bahwa kita akan mampu mengurangi risikonya dengan upaya mitigasi nyata dan sungguh-sungguh," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait GEMPA BUMI atau tulisan lainnya dari Nur Hidayah Perwitasari

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH