Cara Mudah Kenali Investasi Bodong

Reporter: Dwi Aditya Putra - 13 Apr 2022 14:18 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Berinvestasilah pada jenis komoditi yang terdaftar dan diperdagangkan oleh perusahaan yang juga telah terdaftar di Bappebti.
tirto.id - Kasus investasi ilegal di Indonesia belakangan ini marak terjadi. Beberapa orang mengalami kerugian yang tidak sedikit, bahkan besarannya mencapai ratusan hingga triliunan lebih.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti, Tirta Karma Senjaya, meminta kepada masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih produk investasi agar tidak tertipu. Pastikan produk investasi yang dipilih legal atau memiliki izin dari otoritas berwenang.

"Pastikan keaslian surat izin yang digunakan serta waspadai dengan logo entitas ilegal," katanya saat dihubungi reporter Tirto, Rabu (13/4/2022).

Tirta mengatakan, masyarakat juga harus logis melihat keuntungan daripada investasi tersebut. Jika keuntungan ditawarkan tidak masuk akal, maka sebaiknya patut dicurigai.

"Berinvestasilah pada jenis komoditi yang telah terdaftar dan diperdagangkan oleh perusahaan yang juga telah terdaftar di Bappebti," imbuhnya.

Namun, lanjut Tirta, sebelum memutuskan untuk bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) pastikan paham dengan benar. Baik itu produknya maupun mekanisme perdagangannya.

Selain itu, masyarakat juga perlu pastikan menjadi pelanggan yang memiliki tanda daftar Bappebti. Serta dana yang digunakan adalah dana lebih yang dihasilkan secara legal dan bukan yang digunakan kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, Tirta juga mengimbau kepada masyarakat untuk mempelajari risiko yang mungkin dan perkembangan harga komoditi terjadi. Sebab harga ditawarkan bergerak fluktuatif dan berisiko.

"Tidak kalah penting pantang percaya janji-janji keuntungan tinggi atau tetap," jelasnya.

Ketua Kelompok Humas Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), M Natsir Kongah menambahkan, salah satu cara mudah mengenali investasi legal atau ilegal dengan melihat fundamental dari perusahaan tersebut.

Masyarakat, kata dia, bisa mengecek kredibilitas perusahaan investasi mulai dari media sosial dan google. Dari situ akan terlihat sejauh mana fundamental perusahaan tersebut hingga aliran dana yang diinvestasikan.

"Kebanyakan investasi ilegal terjadi saat ini uang itu tidak diputar ke investasi produktif. Uangnya tidak menghasilkan, hanya digunakan kebutuhan pribadi dan lain-lain," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira juga mengingatkan kepada masyarakat agar membedakan antara investasi dengan judi. Ia melihat kasus penipuan investasi binary option melalui aplikasi Binomo merupakan bentuk judi berkedok investasi.

"Karena masyarakat susah bedakan mana investasi dengan perjudian. Seperti kasus Binomo itu," tandas dia.


Baca juga artikel terkait TIPS INVESTASI atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Fahreza Rizky

DarkLight