Menuju konten utama

Buya Syafi'i Maarif Sakit dan Dirawat di Rumah Sakit

Menurut asistennya, Buya Syafi'i Maarif sempat mengeluarkan kencing darah. 

Buya Syafi'i Maarif Sakit dan Dirawat di Rumah Sakit
Buya Syafi'i. tirto.id/Irwan A. Syambudi

tirto.id - Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Buya Syafi'i Maarif harus dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta sejak Rabu (24/7/2019) siang.

"Buya kencing darah. Jadi ini hasil diagnosa belum keluar karena masih cek lab. Sudah dicek tinggal tunggu tapi sementara ya itu kencing darah ada kemungkinan batu di kantong kemih," kata Erik Tauvani asisten pribadi Buya saat dihubungi, Kamis (25/7/2019).

Namun Erik mengatakan hari ini keadaan Buya masih stabil dan sadarkan diri. Selain itu Buya juga sudah mulai ngobrol dan bercanda seperti biasa.

"Buya tadi dapat kabar terbaru sore sudah bisa bercanda sudah sehat, sadar biasa bisa diajak bicara juga. Cuma harus istirahat total. Jadi agenda-agenda harus di-off-kan," kata dia.

Selama ini, kata Erik, Buya tidak pernah mengeluhkan sakit tertentu, tapi memang secara rutin selalu mengecek kadar gula darah.

Menurut Erik, Buya memang pernah mengeluh sakit pada lututnya, tetapi sudah sembuh.

"Jadi Buya merasa baik-baik. Saya tanya diantar ke PKU sama siapa. Dia jawab 'banyak orang baik di dunia ini' bilangnya begitu [...] Sekarang [Buya di rumah sakit] bersama istri," kata dia.

Buya Syafi'i Maarif merupakan salah satu tokoh Muhammadiyah yang dinilai sebagai seorang cendekiawan. Selain menjabat sebagai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), pria yang kini berusia 84 tahun itu juga pernah menjadi guru besar di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Sebagai akademisi dan intelektual, Buya banyak menulis buku terkait Islam. Seperti Dinamika Islam (1984), Islam, Mengapa Tidak? (1984), Islam dan Masalah Kenegaraan (1985), juga Islam Dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan: Sebuah Refleksi Sejarah (2009). Dia bahkan pernah meraih penghargaan Ramon Magsaysay pada 2008.

Baca juga artikel terkait BUYA SYAFII MAARIF atau tulisan lainnya dari Irwan Syambudi

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Alexander Haryanto