Bohemian Rhapsody Tayang di Cina dengan Menyensor Soal LGBT

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 1 Maret 2019
Dibaca Normal 1 menit
Bohemian Rhapsody bakal tayang di bioskop Cina pada 22 Maret 2019. Namun beberapa adegan yang dipotong.
tirto.id - Fox mengumuman film pemenang 4 piala Oscar, Bohemian Rhapsody akan rilis di Cina. Namun semua scene film yang mengarah ke perilaku LGBT akan dihapus.

Melansir Variety, Penayangan Bohemian Rhapsody di bioskop Cina tanggal 22 Maret mendatang ini bekerja sama dengan National Alliance of Arthouse Cinemas.

Pegumuman Fox di akun weibonya mendapat beberapa komentar dari warganet, salah satunya berbunyi, “Bisakah kalian tidak memotong [adegan] apapun?”

“Aku tidak sabar! Di luar dugaan bahwa ini akan muncul di bioskop [Cina] – kemungkinan [adegan] dipotong akan sangat besar,” tulis yang lainnya.

Keputusan pemotongan adegan berbau LGBT tersebut berdasarkan sikap represif Cina terhadap penampilan penampilan tokoh gay.

Menurut laporan The Guardian pada saat siaran Oscar, yang mana menampilkan Rami Malek berpidato, kata ‘gay man’ di alih-bahasakan sebagai ‘special group’ di Mango TV (channel TV yang menampilkan pagelaran Oscar).

Tidak seperti di beberapa belahan dunia lainnya, film ini ditayangkan terbatas di Cina, dengan hak tayang dipegang oleh National Alliance of Arthouse Cinema (NAAC).

NAAC dibentuk pada 2016 dengan menayangkan film-film box office di Cina. Hingga saat ini, NAAC telah merilis sekitar 1,200 film luar negeri di Cina dengan total kurang lebih 50 ribu total film yang ditayangkan.

Beberapa film yang telah dirilis di Cina oleh NAAC adalah Missouri, Shoplifters yang masing-masing meraup keuntungan 10,3 juta dolar AS dan 14 juta dolar AS.

Menyadari bahwa Bohemian Rhapsody menimbulkan kritik, tapi juga dinantikan pasar, penayangan film tersebut secara terbatas adalah persetujuan dengan pihak Biro Film Cina.



Jika pada saat penayangan terbatas tersebut mencapai target, maka penayangan komersil akan diperhitungkan.

Melansir The Hollywood Reporter, sikap Cina atas konten LGBT terbilang plin-plan. Film Brokeback Mountain (2005) dilarang tayang. Film-film dengan konten homoseksual lainnya dilarang tayang dari channel televisi dan layanan streaming.

Namun, ketika pembahasan momen gay di Beauty and The Beast live-action dibiarkan tayang tanpa sensor di bioskop pada 2017 karena Pihak Berwenang Cina memutuskan untuk menoleransi hal tersebut.

Menanggapi perkara tersebut, pihak Partai Komunis menyampaikan melalui akun twitter,

“Momen homoseksual yang kontroversial di #BeautyAndTheBeast Disney akan tetap ditayangkan […] tanpa perlu bimbingan bagi anak-anak di bawah umur”

Padahal, pada tahun yang sama adegan ciuman homoseksual Michael Fassbender juga dipotong pada film Alien Covenant.


Baca juga artikel terkait BOHEMIAN RHAPSODY atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Film)

Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Yantina Debora
DarkLight