Menuju konten utama

Benarkah Gizi dalam Telur Cokelat Lebih Tinggi dari Telur Putih?

Apakah telur cokelat lebih sehat daripada telur putih? Simak faktanya di sini, mulai dari mengapa ada perbedaan warna hingga kandungan gizi dalam telur.

Benarkah Gizi dalam Telur Cokelat Lebih Tinggi dari Telur Putih?
Ilustrasi Telur. FOTO/Istock
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tahukah kamu perbedaan telur cokelat dan telur putih? Telur ayam memang memiliki warna cangkang yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut bahkan memengaruhi harga keduanya di pasaran. Namun, jika bicara tentang gizi dalam telur, apa benar telur cokelat lebih sehat daripada telur putih?

Saat berbelanja, sebagian orang lebih suka memilih telur cokelat dibandingkan telur ayam yang berwarna putih. Padahal, jika membandingkan harganya, telur cokelat umumnya lebih mahal ketimbang telur putih.

Hal ini terjadi karena adanya anggapan bahwa telur cokelat memiliki nutrisi yang lebih baik sehingga lebih sehat jika dikonsumsi, tapi benarkah warna cangkang menentukan kualitas dan kandungan gizi dalam telur? Apakah telur cokelat memang lebih sehat jika dibandingkan telur putih?

Mengapa Ada Telur Berwarna Cokelat dan Putih?

Ayam Bertelur

Ilustrasi Telur Ayam. foto/istockphoto

Sebelum membahas gizi dalam telur, mari kita pahami dulu kenapa ada perbedaan warna pada cangkangnya. Menurut situs Healthline, warna cangkang telur bisa dipengaruhi oleh faktor genetik atau ras ayam yang menghasilkannya.

Sebagai contoh, ayam White Leghorn umumnya menghasilkan telur bercangkang putih, sedangkan ayam Plymouth Rock dan Rhode Island Red menghasilkan telur bercangkang cokelat.

Ada pula ras ayam tertentu, seperti Araucana dan Ameraucana, yang bisa menghasilkan telur dengan cangkang biru atau biru kehijauan. Warna-warna tersebut muncul karena adanya pigmen yang dihasilkan ayam selama proses pembentukan cangkang telur.

Pada telur cokelat, pigmen utamanya adalah protoporfirin IX, yaitu pigmen yang berasal dari heme, senyawa yang juga berperan memberikan warna merah pada darah.

Sementara itu, telur bercangkang biru mengandung pigmen biliverdin, yang juga berasal dari heme. Adapun telur putih umumnya tidak memiliki pigmen pewarna tersebut dalam jumlah yang berarti.

Di sisi lain, warna dan intensitas warna cangkang juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti usia ayam, lingkungan, pakan, dan tingkat stres. Sebagai contoh, ayam dengan telur cokelat cenderung menghasilkan telur dengan warna cangkang yang lebih terang seiring bertambahnya usia.

Namun, faktor-faktor tersebut umumnya memengaruhi tingkat kecerahan warna, bukan mengubah warna dasar yang berkaitan dengan ras ayam.

Benarkah Telur Cokelat Lebih Bergizi daripada Telur Putih?

HARGA TELUR AYAM DI TINGKAT PETERNAK NAIK

Ilustrasi Telur Cokelat. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/nym.

Telur cokelat sering dianggap mengandung gizi yang lebih tinggi dan lebih sehat dibandingkan telur putih. Faktanya, warna telur bukanlah penentu kualitas maupun kandungan gizi dalam telur.

Menurut situs United States Department of Agriculture (USDA), kadar nutrisi pada telur bercangkang cokelat dan putih secara umum tidak berbeda secara signifikan. Kedua jenis telur sama-sama mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan tubuh.

Dilansir dari Healthline, satu butir telur rebus umumnya memiliki kandungan gizi sebagai berikut:

  • Kalori: 78 kkal
  • Protein: 6 gram
  • Lemak: 5 gram
  • Vitamin A: 8% dari kebutuhan harian
  • Folat: 6% dari kebutuhan harian
  • Asam pantotenat (vitamin B5): 14% dari kebutuhan harian
  • Vitamin B12: 23% dari kebutuhan harian
  • Riboflavin (vitamin B2): 20% dari kebutuhan harian
  • Fosfor: 7% dari kebutuhan harian
  • Selenium: 28% dari kebutuhan harian
  • Kolesterol: 186 mg
  • Kolin: sekitar 147 mg
Sementara itu, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa telur cokelat lebih sehat atau lebih bergizi dibandingkan telur berwarna putih. Jadi, anggapan bahwa telur cokelat memiliki gizi atau protein yang lebih tinggi itu hanyalah mitos.

Terlepas dari gizinya, ada penelitian yang membandingkan telur cokelat dan putih untuk mengetahui apa saja perbedaannya. Salah satunya studi tahun 2021 berjudul The Variability of Quality Traits of Table Eggs and Eggshell Mineral Composition Depending on Hens’ Breed and Eggshell Color.

Penelitian ini menganalisis 180 butir telur yang berasal dari tiga kelompok ayam dengan warna cangkang berbeda, yaitu telur putih, cokelat, dan telur bercangkang biru kehijauan. Peneliti lalu mengukur beberapa parameter, seperti berat telur, proporsi kuning dan putih telur, kualitas albumen (putih telur).

Hasilnya menunjukkan bahwa telur putih memiliki hasil lebih baik pada beberapa parameter, misalnya proporsi putih telur yang lebih besar, tapi ini bukan berarti gizi dalam telur putih lebih tinggi. Sementara itu telur cokelat diketahui memiliki cangkang yang lebih kuat.

Apa yang Memengaruhi Kandungan Gizi Telur?

Telur Rebus

Telur Rebus. FOTO/IStockphoto

Warna memang cangkang tidak memengaruhi nilai gizi dalam telur, tapi ada beberapa faktor yang bisa menentukan kandungan nutrisinya. Menurut Healthline, pakan ayam dan lingkungan tempat ayam dipelihara termasuk faktor yang dapat memengaruhi gizi telur.

Artinya, telur cokelat belum tentu lebih bergizi daripada telur putih. Perbedaan kandungan nutrisi lebih berkaitan dengan bagaimana ayam dipelihara dan apa yang dikonsumsinya.

1. Pakan Ayam

Ayam yang mendapat pakan kaya asam lemak omega-3 dapat menghasilkan telur dengan kandungan omega-3 lebih tinggi dibandingkan telur biasa. Hal serupa berlaku untuk vitamin D. Jika pakan ayam diperkaya dengan vitamin D, kandungan vitamin tersebut dalam telurnya juga dapat meningkat.

2. Lingkungan

Selain pakan, lingkungan dan paparan sinar matahari turut berpengaruh. Healthline menyebutkan bahwa telur dari ayam yang berkeliaran di luar ruangan dan terpapar sinar matahari berpotensi mengandung vitamin D sekitar 3–4 kali lebih banyak.

Rekomendasi Pengocok Telur

Ilustrasi putih telur

Ilustrasi telur. FOTO/istock

Telur sudah menjadi salah satu bahan pangan favorit karena mudah didapatkan, mudah diolah, bernutrisi tinggi, dan punya harga yang relatif terjangkau. Untuk membantu mengolah telur, kamu mungkin memerlukan alat pengocok yang tepat agar proses memasak jadi lebih praktis. Ini dia beberapa rekomendasinya:

1. Sonix Electric Mixer SEM01

Sonix Electric Mixer SEM01 merupakan sebuah alat praktis untuk memudahkan berbagai tugas di dapur. Alat ini memiliki tiga tingkat kecepatan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Kecepatan rendah cocok untuk mengocok telur, kecepatan sedang ideal untuk saus buah atau selai, dan kecepatan tinggi sempurna untuk membuat foam susu yang lembut dan tebal.

Selain serbaguna dengan kepala mesin yang mudah dipasang dan diganti, produk ini juga modern dengan fitur pengisian cepat Tipe-C. Pengocok elektrik multifungsi ini bisa dibeli di harga Rp50.000–Rp60.000.

2. TNW KE6 2 in 1

TNW KE6 2 in 1 merupakan alat pengocok multifungsi yang dapat digunakan untuk mengocok telur, mencampur susu, membuat smoothie, milkshake, saus salad, hingga menghasilkan buih susu untuk cappuccino.

Alat ini dilengkapi dua kepala pengocok berbahan stainless steel food grade, tiga pilihan kecepatan, serta baterai lithium isi ulang berkapasitas 2.400 mAh yang praktis digunakan di rumah maupun saat bepergian. Produk ini dibanderol dengan harga Rp70.000–Rp90.000.

3. Cypruz Kocokan Telur Silicone

Cypruz menghadirkan kocokan telur berbahan silikon yang dirancang tahan panas hingga 240°C dan cocok untuk penggunaan sehari-hari. Materialnya kuat dengan gagang dari kayu yang nyaman digenggam dan anti selip.

Bahan silikon yang digunakan sudah food grade, bebas BPA, PFOA, dan PTFE, sehingga aman digunakan untuk mengocok telur maupun mengolah masakan lainnya. Tersedia dalam berbagai pilihan warna menarik, pengocok telur Cypruz bisa didapatkan dengan harga Rp30.000–Rp35.000

4. Regashi Better Beater

Regashi Better Beater merupakan pengocok otomatis berbahan stainless steel yang tak hanya untuk mengocok telur, tapi juga bisa untuk mencampur adonan ringan. Alat ini dapat digunakan untuk menyiapkan berbagai hidangan, seperti omelet, pancake, cake, dan campuran baking lainnya.

Penggunaannya cukup sederhana, yaitu dengan menekan dan menggoyangkan alat tanpa memerlukan listrik. Memiliki desain sederhana, terbuat dari material yang kokoh, dan tersedia dalam ukuran kecil maupun besar, pengocok telur ini dibanderol harga Rp13.000–Rp20.000.

5. Simplus Pengocok Telur Elektrik

Produk ini dilengkapi dua kepala pengocok dan tiga pilihan kecepatan. Ditenagai baterai lithium 500 mAh, alat ini tak hanya bisa mengocok telur, tapi juga bisa digunakan untuk membuat buih susu maupun mengaduk bubuk coklat, matcha, dan krim.

Batang pengaduk ganda berbahan stainless steel 304 dapat dilepas untuk memudahkan penggantian, sedangkan kepala pengocoknya diklaim food grade, tahan korosi, dan tidak mudah berkarat. Alat pengocok telur dari Simplus bisa dibeli di harga Rp75.000–Rp80.000.

Temukan rekomendasi produk pilihan hingga fakta menarik lain seputar gizi di tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Gizi

Baca juga artikel terkait TELUR atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani