Kami menggunakan cookie untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi tentang interaksi Anda dengan situs web Kami. Kami juga membagikan informasi penggunaan situs Kami oleh Anda dengan mitra iklan dan analitik. Data interaksi tersebut akan Kami gunakan sebagai bahan analisa untuk membuat produk/layanan terbaik sesuai preferensi pengguna.
Indeks Tulisan

Dianggap Berbahaya, Orde Baru Mendepolitisasi Gerakan Mahasiswa
Setelah Peristiwa Malari 1974, Pemerintah Orde Baru berusaha "membonsai" gerakan mahasiswa lewat kebijakan NKK/BKK.

Derasnya Hujan, Murkanya Alam
Studi ilmiah membuktikan, perilaku manusia berperan krusial mendorong perubahan iklim dan pemanasan global, yang membuat hujan turun lebih sering dan lebat.

Sejarah Pengemis, dari Ngalap Berkah Jadi Peminta-minta
Pengemis pada awalnya adalah warga yang ngalap berkah dari Pakubuwana X di Kasunanan Surakarta Hadiningrat saat ia hendak mengaji ke Masjid Gede Solo.

Teror kepada Tempo dan Senarai Ancaman lewat Kepala dan Bangkai
Ancaman lewat kepala babi dan bangkai tikus yang dikirimkan kepada Tempo bukan kasus baru. Teror semacam ini sering dipakai sejumlah kelompok mafia.

Di Era Revolusi, Tentara Memperoleh Pangkat Secara Suka-suka
Film Naga Bonar karya Asrul Sani memotret secara akurat dan jenaka bagaimana di era revolusi pangkat dalam militer dipakai dan dibagikan dengan suka-suka.

Riwayat Plengkung Gading, Masuk dalam Sumbu Filosofi Yogyakarta
Belakangan Plengkung Gading jadi pembicaraan karena ada rencana ditutup total. Bagaimana sejarahnya? Dan ada berapa plengkung di Keraton Yogyakarta?

Armada Hitam, Kala Para Pekerja Memboikot Kapal Belanda
Di tengah hiruk kemerdekaan, para pekerja Indonesia dan Australia mogok kerja, akibatnya kapal-kapal Belanda yang akan membawa kebutuhan perang telantar.

Seabad Silam, Tan Malaka Melahirkan Naar de Republiek Indonesia
Gagasan Tan Malaka tentang republik telah berusia satu abad. Meski sosoknya terlupa, idenya tetap mengalir dari buku ke buku, dari kepala ke kepala.

Ketika Che Guevara Melawat ke Indonesia
Che Guevara, aktor utama revolusi Kuba, pernah melawat ke Indonesia. Ia menebarkan gema revolusi dari Havana ke Nusantara.

Suharnoko Harbani, Kadet Penerbang yang Mengebom Markas Belanda
Tak banyak publik yang mengira bahwa salah seorang inisiator pengeboman udara pertama Indonesia ialah pelajar yang belum lulus sekolah kedirgantaraan.
Masuk tirto.id




