Menuju konten utama

Apa Itu Peta Konsep dan Bagaimana Cara Membuatnya?

Peta konsep berguna untuk memudahkan siswa mengingat pelajaran atau materi rumit. Bagaimana cara membuatnya?

Apa Itu Peta Konsep dan Bagaimana Cara Membuatnya?
Belajar dengan peta konsep lebih mudah membuat siswa paham terhadap materi. foto/IStockphoto

tirto.id - Salah satu cara memudahkan seseorang untuk mempelajari materi rumit atau konsep yang sukar diingat adalah dengan membuat peta konsep. Metode peta konsep dapat berupa rangkaian gambar maupun diagram. Lantas, apa itu peta konsep dan bagaimana cara membuatnya?

Dari sejarahnya, peta konsep merupakan istilah yang dikenalkan Novak dan Gowin pada 1985. Kedua ahli dari Universitas Cornell, Amerika Serikat (AS) itu menjabarkan bahwa peta konsep adalah strategi digunakan oleh seseorang dalam memahami dan menyusun konsep-konsep yang telah dipelajari supaya terlihat keterkaitannya.

Dikutip dari "Peta Konsep (Mind Mapping) dalam Pembelajaran Struktur Aljabar" yang terbit di jurnal Gramatika, keterkaitan hubungan antarkonsep bisa dilihat dari cakupan materi berdasarkan urutan atau hierarkinya. Materi yang lebih umum diletakkan di atas, sementara materi yang khusus diletakkan di bagian bawahnya.

Pada umumnya, peta konsep tersusun dari beberapa konsep yang saling memiliki keterkaitan. Konsep penting dicatat agar mudah diingat. Selain itu, keterikatan antarkonsep juga memiliki makna yang diwujudkan dalam bentuk poin-poin tertentu.

Berikut ini sejumlah ciri-ciri dari peta konsep yang dapat menjadi patokan:

  • Peta konsep ialah suatu cara untuk memperlihatkan konsep, uraian, kata kunci, dan poin penting dalam suatu bidang pembelajaran.
  • Peta konsep menunjukkan hubungan antara konsep-konsep materi yang dirangkum.
  • Peta konsep harus mempunyai kata kunci. Poin penting ini bertujuan agar materi mudah diingat karena dapat menggambarkan uraian yang lebih bermakna daripada pembahasan yang lain.
  • Penyusunan materi agar lebih teratur
  • Kata-kata kunci dalam peta konsep saling berkaitan, serta memerlukan ide dan tajuk di tengahnya.

Dalam penggunaannya, peta konsepnya diklasifikasikan menjadi beberapa kategori, yakni peta konsep pohon (network tree), peta konsep rantai kejadian (events chain), peta konsep siklus (cycle concept map), dan peta konsep laba-laba (spider concept map).

Cara Membuat Peta Konsep

Penggunaan peta konsep memiliki berbagai manfaat dalam menunjang proses belajar. Tujuan utamanya agar materi mudah diingat dengan mengandalkan memori visual.

Dikutip dari jurnal Peta Konsep Sebagai Strategi Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar oleh Khuswatun Khasanah (2019:159), materi belajar menjadi lebih bermakna karena pengetahuan atau informasi baru lebih mudah dipahami siswa.

Pembuatan peta konsep dapat dilakukan dengan mudah melalui beberapa langkah tertentu. Menurut Arends dalam buku Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif (2009) yang ditulis Trianto, sejumlah langkah dalam membuat peta konsep sebagai berikut:

  1. Melakukan identifikasi ide pokok atau prinsip yang melingkupi sejumlah konsep. Sebagai contoh materi ekosistem dalam ilmu biologi. Ekosistem ini dapat menjadi judul dalam peta konsep.
  2. Melakukan identifikasi terhadap ide-ide atau konsep-konsep sekunder yang menunjang pokok bahasan utama. Sebagai contoh seperti anggota habitat dalam ekosistem, danau, dan sebagainya.
  3. Lakukan penempatan ide utama di bagian tengan ataupun atas (puncak) peta konsep.
  4. Lakukan pengelompokan ide-ide sekunder di sekeliling pokok bahasan utama, yang mana secara visual akan menunjukan hubungan antara konsep utama dan sekunder.

Baca juga artikel terkait PETA KONSEP atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Abdul Hadi