Ahmad Dhani, Fadli & Pendukung Prabowo yang Masih Kritisi Jokowi

Oleh: Riyan Setiawan - 31 Desember 2019
Dibaca Normal 2 menit
Ahmad Dhani usai keluar dari penjara menyatakan tetap mendukung Prabowo Subianto meski ketua umum Gerindra itu sudah menjadi Menhan Kabinet Jokowi-Ma'ruf.
tirto.id - Musikus cum politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo telah bebas dari Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Senin (30/12/2019). Usai bebas, Dhani pulang ke di kediamannya di Jalan Pinang Emas VII, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Ahmad Dhani menyatakan akan tetap mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi presiden di masa depan.

“Langkah ke depan saya adalah, saya tetap dalam dunia politik mendukung Bapak Prabowo menjadi presiden di masa depan," kata pentolan grup band Dewa 19 itu, di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (30/12/2019).

Meskipun Prabowo telah menjadi Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju, Dhani menyatakan tidak berminat untuk mengikuti langkah Prabowo masuk ke dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.
"Saya enggak [masuk pemerintahan [Jokowi],” kata Dhani menegaskan.

Pentolan grup band Dewa 19 itu menegaskan dirinya akan “timbul tenggelam bersama rakyat.”
Awal Januari 2020 nanti rencana Dhani bakal bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Kasus Ahmad Dhani


Dhani bebas setelah hampir satu tahun menjalani hukuman. Pengacara Dhani, Hendarsam Marantoko, mengatakan kliennya bebas lebih cepat karena mendapatkan remisi hari kemerdekaan satu bulan.

"Dhani Ahmad dibebaskan karena telah habis menjalani masa pidana... dan mendapatkan remisi umum susulan 2019 sebesar 1 bulan," tambah Kabag Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Permasyarakatan Ade Kusmanto, dikutip dari Antara.

Apakah Dhani menyesal? Jika menyimak pernyataannya setelah bebas, jawabannya adalah tidak.
Ia bahkan mengatakan masa-masa di penjara adalah "anugerah yang luar biasa" untuknya.

"Sampaikan kepada pelapor, polisi, jaksa, dan hakim: saya mengucapkan terima kasih sekali karena telah membuat saya dipenjara," kata Dhani di rumah besarnya di Pondok Indah, Jakarta Selatan.



Dhani bebas untuk satu kasus, tapi tidak kasus lain. Sebab, ia harus menanggung hukuman untuk kasus ujaran kebencian yang kali ini dilakukan di Surabaya, Jawa Timur, pada hari yang sama setelah bebas.

Dhani dilaporkan oleh kelompok yang bernama Koalisi Bela NKRI karena dianggap menyampaikan ujaran kebencian dalam vlog pada 26 Agustus 2018.

Pada hari itu, sebelum deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, Dhani terekam menyebut "idiot" kepada orang-orang yang tidak setuju dengan gerakan ganti presiden.

Hakim lantas memvonis Dhani 1 tahun penjara. Sama seperti kasus pertama, dia mengajukan banding. Pengadilan Tinggi Jawa Timur lantas meringankan hukuman Dhani menjadi hukuman pidana tiga bulan penjara dan percobaan selama 6 bulan.

Pendukung Prabowo yang Masih Kritik Jokowi


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon merasa bersyukur atas bebasnya musisi Ahmad Dhani. "Meskipun kita mengetahui bahwa proses penahanan selama ini sebenarnya sumir dari sisi hukum," kata dia.

Senada dengan Dhani, Fadli Zon bakal terus mendukung Prabowo. Sebab mereka berdua satu partai.

Ia pun mengklaim Ketum Partai Gerindra itu sangat cocok menjadi Menhan, agar pertahanan negara semakin kuat.

Meskipun Prabowo telah masuk ke dalam pemerintahan, anggota Komisi I DPR RI itu mengaku akan tetap mengkritisi kinerja pemerintaha Jokowi-Ma'ruf. Seperti kebijakan-kebijakannya yang tidak pro terhadap rakyat: Kenaikan iuran BPJS, harga sembako, listrik, minyak dan lainnya.

Sebab, kata Fadli, jika harga tidak stabil, akan mengakibatkan ketimpangan sosial dan rakyat menjadi menderita.

“Sebagai manusia normal harus kita kritik supaya tidak terulang agar bagaimana masyarakat hidupnya dipermudah dan tidak dipersulit. Kan memang begitulah. Itu tanggung jawab siapapun, termasuk warga negara,” kata dia.



Hal senada diungkapkan Haikal Hasan. Ia pun merasa bersyukur Ahmad Dhani telah bebas dari penjara. Ia menilai Dhani telah melalui masa tahanannya dengan “gentleman.”

“Dia juga sebagai ikon dalam bersuara lantang dan akhirnya dia tersandung kasus hukum dan dia menjalani itu semua,” kata Haikal, Senin (30/12/2019).

Haikal juga bakal mengikuti langkah Dhani untuk tetap mendukung Prabowo Subianto meskipun telah menjadi menteri pertahanan dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Namun meski Prabowo telah masuk ke dalam pemerintahan, Haikal menyatakan akan tetap mengkritisi Jokowi.

“Sarannya kepada Jokowi harus berpihak kepada rakyat, dengarlah suara dengan penuh keadilan. Mau mayoritas atau minoritas, dengan suara rakyat," kata Haikal.

Neno Warisman, rekan Dhani yang juga timses Prabowo-Sandiaga juga merasa sangat senang pentolan grup band Dewa 19 itu telah bebas dari penjara.

“Ketika Dhani masih sehat dan kuat, itu saya sangat senang sekali. Tidak mengalami kegoncangan jiwa,” kata Neno.

Namun, ia berbeda pandangan dengan Dhani dan tokoh lainnya soal dukungan terhadap Prabowo. Pasalnya saat pilpres kemarin ia mengaku hanya sebagai relawan saja untuk mendukung Prabowo-Sandi.

“Kalau sudah ada presiden, sudah tidak ada dukung mendukung [Prabowo],” kata Neno.

Neno menyatakan akan terus mengkritisi pemerintah Jokowi-Ma'ruf, terutama terkait isu perempuan dan agama.

Oleh karena itu, ia mendesak Presiden Jokowi untuk memperhatikan kaum perempuan dan peristiwa yang terjadi terhadap kaum muslim yang diperlakukan tidak adil di negara lain, seperti di Palestina, Cina, dan Myanmar.

“Jokowi harus bersuara, berpihaklah kepada kebenaran, jangan diam saja, harus jelas keberpihakannya. Apalagi kita negara muslim yang terbesar, harus jelas sikap kita,” kata Neno.


Baca juga artikel terkait KASUS AHMAD DHANI atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Politik)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Abdul Aziz
DarkLight