8 Juni Nabi Muhammad SAW Wafat & Berada di Pelukan Aisyah, Istrinya

Penulis: Dhita Koesno, tirto.id - 8 Jun 2022 13:50 WIB
Dibaca Normal 2 menit
8 Juni adalah wafatnya Nabi Muhammad SAW, beliau wafat saat berada di pangkuan istrinya, Aisyah.
tirto.id - 8 Juni adalah tanggal wafatnya Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan hari Senin atau 12 Rabiul Awal tahun 632 Masehi.

Tanggal wafatnya Nabi Muhammad dalam kalender Islam juga sama dengan tanggal kelahirannya, yakni 12 Rabiul Awal 571 Masehi pada hari Senin.

Di mana Nabi Muhammad Wafat?


Nabi Muhammad SAW wafat saat berada di rumah istrinya, Aiyah radiyallahu anhu ketika beliau berusia 63 tahun lebih empat hari.


Seperti disebutkan dalam buku "The Messenger of God Muhammad: An Analysis of the Prophet's Life", saat sedang berada di rumah Aisyah, Muhammad menumpukan kepalanya pada pangkuan Aisyah dan meminta sang istri untuk membuang barang dagangan terakhirnya, yakni tujuh koin.

Dalam posisi dekapan sang istri, Baginda Rasulullah SAW kemudian mengucapkan kalimat terakhirnya:

"Ya Allah, Ar-Rafiq Al-A'la (sahabat yang agung, tempat tertinggi di surga)."

Sebelum menghembuskan napas terakhir, dikisahkan bahwa beliau mengalami sakit kepala dan demam tinggi selama beberapa bulan setelah kepulangannya dari Makkah untuk melaksanakan ibadah Haji pertama dan terakhirnya.

Nabi Muhammad SAW sakit sejak 29 Shafar tahun 11 Hijrah, di mana kala itu, suhu badannya meninggi.

Kondisi tersebut terjadi hingga 13 sampai 14 hari. Namun, meski dalam keadaan sakit, selama sebelas hari beliau masih sempat mengimami salat berjamaah.

Siti Aisyah merupakan istri ketiga Baginda Rasulullah Muhammad SAW yang memangku beliau ketika wafat saat berada dalam kamarnya di Madinah, yang kini menjadi makam Muhammad.

Nabi Muhammad adalah Nabi Terakhir Umat Islam


Nabi Muhammad SAW adalah seorang nabi dan rasul terakhir bagi umat Muslim.

Rasulullah memulai penyebaran ajaran Islam untuk seluruh umat manusia dan mewariskan pemerintahan tunggal Islam.

Muhammad SAW sama-sama menegakkan ajaran tauhid untuk mengesakan Allah sebagaimana yang dibawa oleh nabi dan rasul sebelumnya.

Dalam surah Al-Ahzab ayat 40, Allah SWT berfirman:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنۡ رِّجَالِكُمۡ وَلٰـكِنۡ رَّسُوۡلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمًا

Maa kaana Muhammmadun abaaa ahadim mir rijaalikum wa laakir Rasuulal laahi wa Khaataman Nabiyyiin; wa kaanal laahu bikulli shai'in 'Aliima


Artinya: "Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al-Ahzab: 40)

Dalam ayat ini Allah menegaskan, bahwa “Muhammad itu bukanlah bapak kandung dari seseorang laki-laki dewasa di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dia adalah nabi terakhir yang menjadi bapak rohaniah bagi seluruh umat."

Ayat ini merupakan dalil bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir dan tidak akan ada lagi nabi sesudahnya, Siapa pun yang mengakui adanya nabi sesudah Nabi Muhammad, maka dia bukanlah bagian dari umat Islam.

Rasulullah SAW adalah bapak dari kaum Muslimin dalam segi kehormatan dan kasih sayang sebagaimana setiap rasul pun adalah bapak dari seluruh umatnya.

Muhammad itu bukan bapak dari seorang laki-laki dari umatnya dengan pengertian "bapak" dalam segi keturunan yang menyebabkan haramnya mushaharah (perbesanan), tetapi beliau adalah bapak dari segenap kaum mukminin dalam segi agama.

Beliau mempunyai rasa kasih sayang kepada seluruh umatnya untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, seperti kasih sayang seorang ayah terhadap anak-anaknya.

Anak laki-laki Nabi SAW dari Khadijah ada tiga orang, yaitu Qasim, Thayyib, dan Thahir, semuanya meninggal dunia sebelum balig.

Dari Mariyah al-Qibthiyah, Nabi memperoleh seorang anak laki-laki bernama Ibrahim yang juga meninggal ketika masih kecil.

Di samping tiga anak laki-laki, Nabi SAW juga mempunyai empat anak perempuan dari Khadijah, yaitu Zainab, Ruqayyah, Ummu Kaltsum, dan Fathimah. Tiga yang pertama meninggal sebelum Nabi wafat.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa ia berkata: "Rasulullah bersabda, 'Kerasulan dan kenabian telah terputus, tidak ada lagi rasul dan nabi sesudahku." (HR. Ahmad)


Baca juga artikel terkait WAFAT NABI MUHAMMAD atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dhita Koesno
Editor: Addi M Idhom

DarkLight