Update Corona Jakarta 10 Juli: Bertambah 236, Total Kasus 13.598

Oleh: Riyan Setiawan - 10 Juli 2020
Dibaca Normal 1 menit
Jumlah kasus Corona DKI Jakarta per hari ini 13.598 positif, 684 meninggal dan 8.825 dinyatakan sembuh.
tirto.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengatakan pasien positif COVID-19 sebanyak 13.598 kasus per Jumat 10 Juli 2020. Jumlah tersebut bertambah sebanyak 236 kasus dari pasien hari sebelumnya Kamis (9/7/2020) sebanyak 13.362 orang.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 684 pasien meninggal dunia dan 8.825 dinyatakan telah sembuh dari COVID-19.

"Sampai dengan hari ini kami laporkan, 476 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.613 orang melakukan isolasi diri di rumah," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Ani Ruspitawati di Gedung Balai Kota DKI, Jakarta Pusat.

Sementara untuk Orang Dalam Pemantauan (OPD) sebanyak 330 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yaitu 818 orang.

Dia juga menerangkan, Pemprov DKI telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR, dengan membangun Laboratorium Satelit COVID-19. Mengelola sebagian besar lahan RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan sejak 9 April 2020 dan membangun jejaring dengan 45 laboratorium pemeriksa COVID-19.

Pada 8 Juli 2020 kemarin, telah dilakukan tes PCR terhadap 5.270 orang, sehingga secara kumulatif terdapat 374.320 sampel yang telah diperiksa. Dari sejumlah data tersebut, 4.480 diantaranya dilakukan tes untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru.

"Hasilnya hasil 236 positif dan 4.244 negatif," ucapnya.

Selain itu, Pemprov DKI juga telah melakukan rapid test di 6 wilayah Kota / Kabupaten Administrasi Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). Totalnya, sebanyak 262.742 orang telah melakukan tes cepat.

Dari hasil rapid tes, persentase positif COVID-19 sebesar 3,5 persen, dengan total 9.149 orang dinyatakan reaktif dan 253.593 orang dinyatakan non-reaktif.

"Untuk kasus positif ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab secara PCR, dan apabila hasilnya positif, dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah," jelas dia.

Jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tetap melakukan pengawasan ketaatan di berbagai tatanan, seperti mal, objek wisata, pasar, check point Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), bersama dengan tim terpadu SKPD.

Dalam pengetatan protokol kesehatan di pasar, Pemprov DKI Jakarta menurunkan 5.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengawasi kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dan mengendalikan jumlah pengunjung yang masuk ke pasar agar tidak melebihi 50 persen dari kapasitas.

Selain itu, tim juga akan melakukan penindakan berupa denda maupun sanksi sosial kepada pelanggar PSBB, seperti menyapu di trotoar atau bahu jalan dan sekitar pasar dengan menggunakan rompi khusus.

"Penindakan dengan penutupan turut dilakukan pada lokasi yang seharusnya belum boleh membuka aktivitas," tuturnya.

Dirinya juga menegaskan, penggunaan SIKM sebagai masih berlaku di masa perpanjangan PSBB Transisi Fase 1. Untuk itu, bagi masyarakat yang bekerja pada 11 sektor yang diizinkan selama PSBB dan hendak bepergian ke atau dari Jakarta, diharapkan tetap mengurus SIKM melalui situs https://corona.jakarta.go.id/id/izin-keluar-masuk-jakarta

"Selama masa PSBB transisi ini, kami imbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak antar-orang minimal 1,5 - 2 meter, dan batasi aktivitas ke luar rumah jika tidak terlalu penting," imbuhnya.

Pemprov DKI Jakarta masih membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi COVID-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB.

Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai. Informasi lengkap seputar KSBB dapat melalui situs https://corona.jakarta.go.id/kolaborasi.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Reja Hidayat
DarkLight