Tradisi Valentine di Berbagai Negara, Tak Hanya Bunga dan Coklat

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 12 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Di beberapa negara Valentine dirayakan dengan doa, surat, dan "gembok cinta".
tirto.id - Hari Valentine dirayakan setiap tanggal 14 Februari hampir di seluruh belahan dunia. Perayaan ini biasanya untuk mengungkapkan rasa kasih sayang kepada orang lain yang identik dengan coklat, bunga, dan boneka.

Di Indonesia, Valentine yang juga dikenal sebagai hari kasih sayang hampir selalu dirayakan dengan coklat atau bunga. Menjelang 14 Februari, toko-toko mulai banyak menjual bunga, coklat, boneka yang sudah dibungkus sedemikian rupa.

Akan tetapi tak semua negara merayakannya dengan cara yang sama. Beberapa negara merayakan dengan tradisinya masing-masing, sebagaimana diwartakan Reader's Digest.

  • Korea Selatan
Hari Valentine menjadi hari paling disukai pasangan muda di Korea Selatan, yang dimulai dari Februari sampai April. Biasanya dalam perayaan ini laki– aki yang memberikan hadiah kepada perempuan, tapi di Korea Selatan perempuan yang memberikan coklat, mawar, atau permen pada 14 Februari.

Sebulan kemudian, tepatnya 14 Maret akan disebut dengan White Day laki–laki gantian memberikan hadiah yang lebih daripada coklat maupun permen untuk pasangannya.

Di bulan ketiga perayaan ini, tepatnya 14 April akan ada hari libur yang disebut Black Day. Hari tersebut dikhusukan untuk orang-orang yang masih lajang. Mereka biasanya memakan jajangmyeon dalam mangkuk berwarna hitam atau mie pasta kacang hitam.

  • Perancis
Perancis mendapat julukan negara romantis yang membuatnya banyak dikunjungi pasangan saat Hari Valentine. Pasangan yang datang biasanya menaruh gembok di Pont des Arts “love lock bridge” dengan menuliskan nama keduanya dan melempar kuncinya ke Sungai Seine berharap cinta mereka abadi.

Namun, pada 2015 pagar jembatan diganti dengan sesuatu yang sulit untuk digantungkan gembok. Tapi masih banyak pasangan yang melakukannya di jembatan yang berbeda di Paris.

Tidak hanya di Paris, Desa St. Veint juga merayakan Valentine dengan bunga–bunga setiap tahunnya untuk kegiatatan pernikahan dan menanam pohon untuk memperingati cinta. Pasangan Perancis juga bertukar catatan kasih sayang yang indah, disebut cartes d’amities.

  • Cina
Hari Valentine di Cina biasa disebut dengan Festival Qizi. Festival ini biasanya dirayakan pada hari ketujuh, bulan ketujuh setiap tahunnya. Pada perayaan ini, perempuan biasanya berdoa agar mendapatkan suami yang baik atau mendapatkan keterampilan menjahit yang hebat. Namun, sekarang ini perayaannya mulai mengikuti tradisi barat.

  • Jerman
Di Jerman, perayaan Valentine hanya dirayakan oleh orang dewasa. Banyak babi akan ditemukan di Jerman pada hari itu sebagai simbol keberuntungan dan nafsu.

Pasangan akan saling bertukar patung, gambar, bahkan coklat berbentuk babi. Berbeda dengan masyarakat Amerika yang menutup Valentine dengan memakan coklat, di Jerman, orang–orang akan mengunyah kue jahe berbentuk hati dengan pesan romantis yang ditulis dalam lapisan gula.

  • Denmark
Mawar merah dan bunga salju “snowdrop” adalah bunga yang populer untuk dipilih pada Hari Valentine di Denmark. Selain itu, pria Denmark terkadang mengirimi puisi lucu disebut gaekkebrev yang ditanda tangani secara anonim. Jika penerima dapat menebak siapa yang mengirim surat itu, ia akan diberikan telur Paskah di akhir tahun.

  • Italia
Tidak seperti Amerika, di mana Valentine dirayakan antara teman di sekolah dan keluarga untuk saling bertukar kartu ucapan, Hari Valentine di Italia hanya dirayakan oleh pasangan.

Coklat Baci Perugina menjadi kado populer untuk menyampaikan pesan romantis yang ditulis di kertas. Pasangan merayakannya dengan saling menukar Baci Perugina, sekotak coklat hazelnut sambil bertukar kasih sayang.


Baca juga artikel terkait HARI VALENTINE atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH