Tips Mengajak Anak Menyukai Soal dan Rumus Matematika

Oleh: Nasywa Humaira - 9 November 2019
Dibaca Normal 2 menit
Orang tua harus memanfaatkan permainan yang berkaitan dengan matematika untuk membuat anak menyukai mata pelajaran itu.
tirto.id - Matematika merupakan keterampilan yang membutuhkan kinerja otak sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua untuk membuat anak-anak menyukai mata pelajaran ini.

Seperti dilansir oleh Raise Smart Kid, sebuah studi Universitas Chicago dan Universitas Barat 2012 menunjukkan, sebagian orang merasa mengalami sakit fisik apabila mengerjakan soal matematika.

Maka dari itu, tak heran bila para orang tua memberi tahu anak-anak bahwa “matematika itu sulit”, akibatnya anak-anak percaya bahwa matematika adalah monster mengerikan yang harus mereka dihadapi di sekolah.

Meski demikian, ternyata ada banyak penelitian yang menyatakan, berlatih mengerjakan soal dan rumus matematika memberi manfaat kepada anak, salah satunya memberikan mereka ketrampilan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan.

Sebuah studi dalam jurnal Developmental Psychology menurut Raise Smart Kid, mengungkapkan bahwa keterampilan matematika di TK diprediksi dapat membuat anak terampil membaca dan menyimak hingga ke tingkat sekolah lebih tinggi.

Sementara menurut Susan C. Levine, seorang profesor psikologi dan pengembangan manusia komparatif di Univesitas Chicago, orang tua terlibat dalam “pembicaraan matematika” dalam memberikan landasan matematika yang kuat untuk anak di kemudian hari, yang sebaiknya di tanamkan pada usia 4 tahun.


Berikut ini tips mengajak anak menyukai matematika, dilansir KooBits.


1. Jadikan Matematika Sebagai Permainan

Anak-anak tentu tertarik dengan hal-hal yang penuh warna dan interaktif. Orang tua harus memanfaatkan insting semacam itu untuk mendorong gim yang berkaitan dengan matematika kepada anak.

Jadikan matematika sebagai permainan bagi anak Anda. Ada banyak permainan dan aplikasi matematika gratis yang dapat dimainkan dengan berbagai tingkat kesulitan yang dapat menjadikan anak Anda lebih mandiri dan interaktif.

Kenalkan anak-anak dengan simbol-simbol matematika sejak dini. Misal dengan menempelkan angka dan simbol matematika berwarna-warni dengan bentuk yang lucu di dinding kamarnya. Sehingga anak-anak sudah terbiasa mengenal simbol tersebut sejak dini sehingga mereka suka matematika.

2. Tanamkan Kepercayaan Diri Pada Anak

Tidak ada yang suka melakukan hal yang tidak dikuasai. Ini juga berlaku untuk anak-anak. Wajar ketika anak-anak tidak menyukai matematika karena selalu mengerjakan soal dengan buruk.

Sebagai orang tua, Anda harus tahu kapan anak Anda mulai tidak mengerti dengan topik yang dipelajari. Ini sangat penting karena topik yang dipelajari mempengaruhi kemampuan anak untuk memahami topik matematika lebih dalam.

Setelah Anda menemukan titik di mana anak Anda mengalami kesulitan, biarkan mereka mencoba soal yang mudah untuk topik itu. Sehingga mereka berpikir: “sekarang saya dapat memecahkan pertanyaan yang sebelumnya tidak dapat saya lakukan” jika anak anda berhasil menjawab soal yang sulit, berikan hadiah dan pujian dalam perkembangannya supaya anak Anda lebih bersemangat.

Tanamkan juga bahwa matematika bukan pelajaran yang sulit. Semua hal itu sulit, tetapi masih bisa dipelajari. Dengan adanya kepercayaan diri pada anak, hal ini menjadi nilai tambah bagi mereka untuk berperan aktif dalam proses belajar mengajar.

3. Kembangkan Motivasi Anak Agar Menyukai Matematika

Berikan dan arahkan anak agar termotivasi mempelajari dan menyukai matematika. Dengan adanya motivasi, matematika menjadi pelajaran yang mereka sukai tanpa terbebani.

Cara terbaik adalah belajar dari permainan: menerapkan item yang memotivasi seperti progress bar, peringkat atau level, dan mengumpulkan lencana untuk menunjukkan kepada anak-anak bawa mereka mengalami peningkatan.

Sistem kemajuan seperti ini mendorong anak-anak untuk ingin berbuat lebih banyak sehingga mereka dapat mencapai tingkat berikutnya, mendapat lencana lain, atau peringkat lebih tinggi.

Orang tua dapat menggunakan metode ini untuk memotivasi mereka berlatih matematika. Jika mereka jenuh melihat rumus matematika yang terlalu rumit, ingatkan mereka untuk bangkit bahwa kesulitan-kesulitan itu masih tetap bisa diatasi dengan giat belajar.

4. Terapkan Matematika Dalam Kehidupan Nyata

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan keterampilan matematika untuk anak adalah membiarkan mereka berlatih matematika dalam kehidupan nyata tanpa mereka sadari bahwa mereka sedang belajar matematika.

Saat membeli es krim, gunakan momen ini untuk mengajarkan anak tentang penambahan dan pengurangan. Ketika bermain dengan balok penyusun seperti Lego, adakan kuis tentang luas, tinggi, dan volume.

Saat anak Anda menggunakan jam tangan, tanyakan tentang waktu. Atau saat memakan kue, tanyakan tentang konsep pecahan. Misalnya: “jika ada 8 potong kue, berapa potong yang tersisa jika Anda memakan dua?”

Kuncinya adalah berlatih dalam kehidupan sehari-hari, maka anak Anda akan menikmati matematika selama belajar.

5. Ungkapkan Fakta Menarik Tentang Matematika

Ajak anak untuk berdiskusi dan beberkan fakta-fakta menarik tentang Matematika secara luas. Kenalkan kepada mereka bahwa ilmu matematika sangat penting dalam kehidupan dan bisa diterapkan di segala bidang.

Anda bisa menceritakan penemu konsep lingkaran, matematikawan terpintar, ceritakan juga beberapa contoh orang di sekitar Anda yang bisa sukses dengan kepandaian mereka di bidang matematika.

Mungkin Anda bisa mencontohkan tetangga yang sudah sukses menjadi Manager Marketing, berikan fakta bahwa manager marketing harus berkutat dengan hitungan-hitungan dan rumus yang rumit.

Tetapi sekarang bagi mereka rumus itu adalah hal mudah karena sudah terbiasa menerapkannya, dan buktinya dia jadi bisa menjadi sukses seperti saat ini.

Cerita-cerita seperti itu dapat membantu membuat matematika menarik bagi anak Anda, terutama jika anak suka membaca tentang fakta-fakta menarik.


Baca juga artikel terkait MATEMATIKA atau tulisan menarik lainnya Nasywa Humaira
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Nasywa Humaira
Penulis: Nasywa Humaira
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight