Tiga Negara Afrika Lakukan Sensus Gorila

Oleh: Ign. L. Adhi Bhaskara - 18 April 2016
Dibaca Normal 1 menit
Tiga negara di Afrika yang berbagi habitat gorila di Pegunungan Virunga, yakni Rwanda, Uganda dan Republik Demokratik Kongo (DRC), sedang melakukan sensus gorila gunung untuk memastikan jumlah pasti dari populasi gorila di kawasan pegunungan tersebut.
tirto.id - Tiga negara di Afrika yang berbagi habitat gorila di Pegunungan Virunga, yakni Rwanda, Uganda dan Republik Demokratik Kongo (DRC), sedang melakukan sensus gorila gunung untuk memastikan jumlah pasti dari populasi gorila di kawasan pegunungan tersebut.

Pelaksanaan sensus tersebut melibatkan penggunaan Sistem Permosisi Global (GPS) untuk gorila oleh pelacak dan petugas keamanan taman dari Rwanda, Uganda dan DRC.

Selama kegiatan itu, pencacah mengikuti jejak gorila melalui pohon bambu padat di suaka margasatwa di Rwanda, dan dari sana mereka melakukan pencatatan ilmiah, kata Belise Kariza, Kepala Sektor Pariwisata di Badan Pembangunan Rwanda (RDB).

Kariza mengatakan kepada wartawan pada akhir pekan lalu bahwa kegiatan itu memperkuat ketepatan pelaksanaan sensus sebelumnya. Sebagai catatan, sensus gorila dilakukan setiap lima tahun di Pegunungan Virunga.

"Dalam sensus gorila, orang tidak berhadapan dengan gorila; Semua yang mereka cari ialah sarang tempat gorila tidur pada malam sebelumnya. Pencacah mengambil catatan limbah padat gorila dan menyimpannya untuk pemeriksaan genetika. Dari sana mereka memastikan usia dan garis spesies yang diidentifikasi," kata Kariza, sebagaimana dikutip Xinhua, Senin, (18/4/2016).

Menurut ahli pemelihara lingkungan hidup, gorila tak pernah kembali ke sarang tempat mereka tidur pada malam sebelumnya sehingga mempermudah pencacah untuk melakukan pelacakan dalam membuat catatan yang akurat.

Berdasarkan data statistik dari Greater Virunga Trans Boundary Collaboration (GVTC) --penanganan kerja sama Pegunungan Virunga, saat ini jumlah gorila di Pegunungan Virunga diperkirakan sebanyak 800.

Selama lima dasawarsa terakhir, gorila Pegunungan Virunga telah bertambah dari 274 pada 1972, menjadi 480 dalam konsensus yang terakhir dilakukan pada tahun 2010.

Dr Georges Muamba Tshibasu, Sekretaris Eksekutif GVTC, mengatakan bahwa tingkat reproduksi normal dari gorila telah meningkat secara signifikan di masa lalu, karena meningkatnya kolaborasi dan keamanan di tiga negara tersebut, terutama di kawasan Virunga.

"Hasil sensus akan dirilis pada tahun 2017, dan ini akan memungkinkan kerjasama kami untuk meningkatkan upaya konservasi gorila," kata Muamba.

Pegunungan Virunga sendiri merupakan serangkaian gunung berapi yang membentang dari bagian barat-daya Uganda, barat-laut Rwanda dan DRC Timur dengan cakupan Taman Gorila Mgahinga, Taman Nasional Gunung Berapir dan Taman Nasional Virunga di Uganda, Rwanda serta DRC.

Sementara itu, gorila gunung adalah spesies primata yang terancam dan hidup di pegunungan tersebut dan merupakan salah satu sumber penghasilan ketiga negara itu dari sektor pariwisata.

Pada 2005, Rwanda melakukan upacara (pemberian nama gorila) Kwita-Izina, yang telah menjadi kegiatan tahunan internasional. Pada September tahun ini, Pemerintah Rwanda juga berencana untuk memberi nama 19 bayi gorila yang dilahirkan pada penghujung 2015 dan tahun ini.

Baca juga artikel terkait AFRIKA atau tulisan menarik lainnya Ign. L. Adhi Bhaskara
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Ign. L. Adhi Bhaskara
Penulis: Ign. L. Adhi Bhaskara

DarkLight