Sinopsis Lima Elang Film Iqbaal Ramadhan Tentang Pramuka di Mola TV

Penulis: Yulaika Ramadhani, tirto.id - 8 Agu 2022 10:30 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Sinopsis film tentang Pramuka berjudul Lima Elang, film petualangan yang juga dimainkan Iqbaal Ramadhan.
tirto.id - Menonton film dengan tema pramuka adalah salah satu cara merayakan Hari Pramuka 14 Agustus dengan asyik. Salah satu film yang bisa kita saksikan melalui platform streaming adalah film Indonesia berjudul Lima Elang.

Film ini bercerita tentang petualangan para anggota pramuka. Para pemain yang bergabung di film Lima Elang di antaranya Christoffer Nelwan, Iqbaal Ramadhan, Bastian Bintang Simbolon, Teuku Rizky Muhammad, dan Monica Sayangbati. Lima Elang berada dalam arahan sutradara Rudi Soedjarwo dan penulis naskah Salman Aristo.

Film ini diproduseri oleh Shanty Harmayn, Salman Aristo, dan Kemal Arsjad. Film yang rilis 2011 ini berdurasi 87 menit.

Film Lima Elang bisa disaksikan di Mola TV dan bisa ditonton untuk segala umur dan cocok untuk hiburan keluarga.


Sinopsis Film Tentang Pramuka Berjudul Lima Elang


Lima Elang bercerita tentang petualangan para anggota pramuka. Film Indonesia bergenre drama petualangan ini menceritakan kisah Baron dan kawan-kawannya.

Cerita film ini dimulai ketika Baron dan orangtuanya harus pindah dari Jakarta menuju Balikpapan.
Perpindahan tidak selalu menyenangkan, setidaknya untuk Baron. Kala itu dia masih cukup kecil dan labil.

Sejak pindah ke Balikpapan, Baron lebih sering menutup diri dari lingkungan barunya. Dia hanya bermain mobil remote control seorang diri.

Pada sebuah kegiatan di sekolah, Baron harus mewakili sekolahnya dalam perkemahan Pramuka. Sebenarnya Baron tidak begitu bersemangat untuk mengikuti acara ini. Terlebih dia satu tim dengan orang-orang yang dia anggap aneh.

Sementara itu Rusdi, anak pramuka supel namun kelewat optimistis dan kerap kali membuat Baron jengkel. Adapula Anton si ahli api, dan Aldi yang temperamental. Perkemahan pun dimulai.

Di salah satu kegiatan perkemahan, tim Baron bertemu dengan Sindai, gadis perkasa yang hidup di hutan. Sindai banyak membantu tim Baron dalam menjelajahi hutan lebat dalam salah satu permainan perkemahan.

Sayangnya ada suatu masalah yang cukup berbahaya. Di tengah hutan mereka bertemu dengan pembalak liar. Mereka menculik Rusdi dan Anton. Baron, Aldi, dan Sindai yang tadinya hendak kabur harus mengurungkan niatnya. Mereka perlu melakukan penyelamatan terhadap dua teman mereka.


Dalam ajang Festival Film Indonesia 2011, film ini mendapat pengharagaan dalam kategori Penata Suara Terbaik (Khikmawan Santosa).

Selain Lima Elang, Rudi Soedjarwo juga merupakan sutradara Denting Kematian (2020), Kembalinya Anak Iblis (2019), 13: The Haunted (2018), Stay with Me (2016), Algojo: Perang Santet (2016), Pasukan Kapiten (2012), Langit Ke 7 (2012), Batas (2011), Garuda di Dadaku 2 (2011), Hantu Rumah Ampera (2009), dan Kambing Jantan (2009).

Untuk Salman Aristo, beberapa film terakhir yang dia tulis di antaranya Kuambil Lagi Hatiku (2019), Bumi Manusia (2019), Bukaan 8 (2017), Satu Hari Nanti (2017), Talak 3 (2016), Athirah (2016), Ada Cinta Di SMA (2016), Ayat-Ayat Adinda (2015), Skakmat (2015), Cinta Dalam Kardus (2013), dan Negeri 5 Menara (2012).



Baca juga artikel terkait LIMA ELANG atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Film)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yantina Debora

DarkLight