Sikap Persija, Persik, PSM Usai Liga 1 Ditunda Sebab Tak Dapat Izin

Penulis: Addi M Idhom - 29 Sep 2020 20:40 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Sejumlah klub menyikapi penundaan jadwal lanjutan Liga 1 2020 secara berbeda. Ada yang legawa, tetapi ada pula yang merasa dirugikan.
tirto.id - PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengumumkan agenda lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2, yang semula akan dimulai 1 Oktober 2020, resmi batal dan ditunda hingga sebulan ke depan.

Jadwal pemutaran kembali lanjutan Liga 1 2020 dan Liga 2 Indonesia ditunda setelah POLRI tidak memberikan izin keramaian. Keputusan POLRI tersebut mempertimbangkan situasi pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia yang belum mereda.

PSSI menyatakan menghormati dan memahami keputusan Kepolisian. Meski demikian, PSSI masih optimistis kompetisi Liga 1 dan Liga 2 bisa kembali digelar. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan meminta klub, pemain, wasit, dan semua pihak yang terkait dengan pertandingan untuk bersabar.

Iriawan menyatakan, federasi berharap Liga 1 dan Liga 2 setidaknya bisa memperoleh izin untuk digelar kembali mulai November 2020. Dia berharap demikian karena kompetisi bisa berakhir pada Maret 2021 jika berlanjut sejak November mendatang.

Menurut dia, jika kompetisi Liga 1 dan Liga 2 baru dilanjutkan mulai Desember atau Januari 2021, PT LIB akan kesulitan mengatur jadwal pertandingan.

Sebab, April 2021 sudah masuk bulan puasa Ramadhan. Sedangkan pada Mei sampai Juni 2021, Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia U20.

"Jadi kalau dipaksakan pun pada bulan Agustus 2021. Tetapi, itu juga sulit bagi PSSI dan klub-klub Liga 1 untuk mengikuti agenda FIFA dan AFC," kata Iriawan pada Selasa (29/9/2020), dikutip dari laman PSSI.

Sementara apabila kompetisi ditiadakan pada 2020-2021, Iriawan khawatir "satu generasi" akan hilang mengingat dalam setahun banyak pemain tidak bisa mengikuti Liga 1, Liga 2, dan Liga 3.

"Akibat penundaan dari kompetisi, dampak langsungnya ke pemain, perangkat pertandingan dan seluruh ekosistem sepak bola. Sebab, mereka menggantungkan hidupnya dari sepak bola," kata dia.

Mengenai penundaan jadwal kompetisi, Menpora Zainudin Amali mengaku sudah melakukan rapat koordinasi bersama Ketua Umum PSSI dan PT LIB.

"PSSI memutuskan menunda penyelenggaraan kompetisi 1 bulan ke depan. Apa yang dilakukan Ketum PSSI, PT LIB dan jajaran pengurus harus kita apresiasi. Kemenpora mengapresiasi sikap dari Ketua Umum PSSI dengan mengedepankan apa yang menjadi keselamatan umum, seperti yang disampaikan oleh Mabes Polri," kata Zainudin, hari ini.

Dia berharap semua pihak yang terlibat dalam kompetisi bisa memahami dan menerima keputusan tersebut. Selain itu, menurut Zainudin, masih ada kemungkinan Liga 1 dan Liga 2 diputar kembali pada 2020.

"Kami berharap pandemi segera berakhir. Insyallah akan ada lanjutan kompetisi. Semoga sebulan ke depan ada tanda-tanda kondisi membaik untuk penyelenggaraan kompetisi," ujar Zainudin.


Sikap Persija, Persik dan PSM Makassar

Sejumlah klub memberikan respons berbeda terhadap keputusan PSSI dan PT LIB menunda jadwal pemutaran kembali Liga 1 2020. Semula, PT LIB berencana memulai Liga 1 2020 pada 1 Oktober mendatang, dengan menggelar laga PSS vs Persik di Sleman.

Presiden Persija Mohamad Prapanca menyatakan klubnya melihat penundaan ini sebagai hal positif. Dia mengaku klubnya menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.

"Persija menghormati keputusan yang diambil PSSI," ujar dia, dikutip dari laman Liga Indonesia.

Menurut Prapanca, penundaan jadwal lanjutan Liga 1 menambah waktu persiapan bagi tim Persija. Apalagi, skuad Persija belum sempurna, salah satunya karena Marco Motta yang belum bergabung lantaran terganjal masalah renegosiasi kontrak.

"Saat ini seluruh pemain dalam kondisi siap tempur menuju kompetisi. Dengan adanya penundaan ini, Macan Kemayoran akan memanfaatkan waktu yang ada untuk memaksimalkan persiapan," dia menambahkan.

Sementara PSM Makassar menyatakan akan tetap mempertahankan skuadnya untuk tetap tinggal di Yogyakarta, sembari menunggu jadwal baru Liga 1 2020. Informasi ini disampaikan oleh Media Officer PSM, Sulaiman Karim dalam keterangan resminya pada hari ini.

Para pemain, pelatih dan ofisial PSM sudah tiba di Bantul, DI Yogyakarta, sejak 27 September lalu. Semula, PSM dijadwalkan mulai menjalani lanjutan kompetisi Liga 1 2020 dengan berlaga melawan Persib Bandung pada 4 Oktober mendatang.

"Karena tim sudah terlanjur di sini, manajemen memutuskan PSM Makassar tetap di Yogyakarta sampai nanti pelaksanaan liga dimulai," kata Karim, seperti dilansir Antara.

Selain itu, dia menambahkan, skuad PSM memilih tetap tinggal di Yogyakarta karena jarak jadwal tunda sekarang dan sebulan ke depan terbilang cepat. Jika bolak balik Makassar-Yogya lagi, hal itu dikhawatirkan malah menganggu persiapan skuad Juku Eja.

Apalagi, kata Karim, tim pelatih juga sudah menyusun program latihan persiapan menghadapi laga lanjutan Liga 1 2020. "Di sini [Yogya] banyak opsi lokasi latihan. Untuk itu, manajemen dan pelatih kemudian memutuskan tetap stay di Yogyakarta," ujar dia.

Di sisi lain, Manajemen Persik Kediri masih menunggu surat keputusan resmi dari PSSI yang terkait penundaan jadwal kompetisi Liga 1. "Kami akan bersikap setelah ada keputusan resmi dari PSSI," kata Presiden Persik, Abdul Hakim Bafagih, Selasa (29/9/2020), dikutip dari Antara.

Sekalipun begitu, Hakim mengakui manajemen Persik menanggung sejumlah kerugian akibat dari penundaan lanjutan kompetisi. Salah satu kerugian itu terkait dengan perencanaan keuangan yang harus berubah.

Kerugian lain yang dialami klub adalah berkaitan dengan sponsor. Sebab, sudah ada dua sponsor besar yang batal merapat. Selain itu, mental pemain pun berpotensi terganggu.

"Sekarang harus ditata ulang lagi setelah ada penundaan. Tentunya dalam hal ini PSSI dan PT LIB ikut bertanggung jawab. Kalau ke depan seperti ini terus, semua klub bisa bangkrut," kata Hakim.


Baca juga artikel terkait LIGA 1 atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight