Menuju konten utama

Sandiaga Uno Usul Hari Kejepit jadi Libur Nasional

Sandiaga Salahuddin Uno, mengusulkan agar hari kejepit bisa menjadi hari libur nasional.

Sandiaga Uno Usul Hari Kejepit jadi Libur Nasional
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno (kiri) menerima produk UMKM yang telah dikemas usai memberikan materi saat pelatihan pemasaran dan keuangan UMKM kreatif di Pendopo Khadijah, Sunggal, Medan, Sumatera Utara, Selasa (20/9/2022). ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Ief/foc.

tirto.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengusulkan agar hari kejepit bisa menjadi hari libur nasional. Sebab hal itu akan bermanfaat untuk meningkatkan sektor pariwisata, terutama wisatawan nusantara (wisnus).

"Penanganan hari kejepit nasional kita sebut sebagai optimalisasi hari libur. Ini harus ditingkatkan dalam target mencapai pergerakan wisnus," katanya dalam acara The Weekly Brief with Sandiaga Uno, Senin (9/1/2023).

Tahun ini Kemenparekraf sendiri menargetkan pergerakan wisnus mencapai 1,4 miliar selama setahun. Pergerakan wisnus saat ini juga kian berpengaruh terhadap perekonomian domestik khususnya dalam pariwisata.

Namun, ia mengakui menjadikan hari kejepit sebagai hari libur nasional butuh persetujuan lintas kementerian lembaga yang punya wewenang.

"Kami terus konsisten mendukung dan membantu (wisnus) termasuk koordinasi dengan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Kementerian Agama," kata dia.

Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan pihaknya telah menentukan definisi dari wisnus itu sendiri agar pendataan menjadi jelas. Wisnus, adalah wisatawan domestik yang melakukan perjalanan antar kota/kabupaten lebih dari 6 jam.

"Ini bisa dipicu dengan event, kuliner, shopping, healing, dan wisata di desa-desa wisata. Kami melihat ekonomi domestik akan menjadi tulang punggung," kata dia.

Baca juga artikel terkait HARI LIBUR NASIONAL atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang