tirto.id - Siapa bilang penggemar motor jadul klasik cuma dari kalangan orang tua? Anak-anak muda Gen Z pun banyak yang tertarik dengan motor lawas. Mulai dari Honda hingga Vespa, semua motor retro klasik menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda dari motor-motor modern.
Motor tua klasik memang sudah sangat jarang terlihat, tapi bukan berarti sepi peminat. Bahkan, tak sedikit generasi muda seperti Gen Z yang tertarik untuk membeli atau memiliki motor jadul yang usianya bisa sampai puluhan tahun.
Motor jadul klasik yang diproduksi sekitar tahun 1970 hingga 1990-an memang memiliki karakter yang sulit ditemukan pada motor keluaran terbaru. Sebut saja motor Honda C70 yang punya desain sederhana serta minim teknologi canggih maupun fitur-fitur cerdas.
Selain faktor tampilan, motor-motor vintage juga memiliki karakter berkendara dan suara mesin yang khas. Motor seperti ini juga memiliki nilai historis tersendiri sehingga mampu menarik minat anak muda.
Selain itu, motor tua juga bisa dimodifikasi sehingga terasa lebih personal. Modifikasi motor klasik membuat kendaraan jadi punya value lebih sekaligus bisa tampil beda di tengah pasar motor modern yang relatif seragam, cocok dengan gaya hidup Gen Z yang lebih dinamis dan suka tantangan.
Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Beli Motor Jadul Klasik

Membeli motor retro tidak cukup hanya mempertimbangkan desain atau model yang disukai. Faktor usia membuat kondisi setiap unit bisa berbeda, bahkan pada motor dengan tipe yang sama. Oleh karena itu, sebelum membeli, calon pemilik perlu memeriksa hal-hal berikut:
1. Kondisi Mesin
Mesin menjadi bagian utama yang perlu diperiksa sebelum membeli motor tua. Perhatikan apakah mesin mudah dihidupkan atau suara mesinnya terdengar normal. Jika memungkinkan, lakukan test ride untuk merasakan respons mesin, perpindahan gigi, dan kondisi kopling.2. Pastikan Suku Cadang Masih Rersedia
Ketersediaan suku cadang sangatlah penting karena beberapa komponen motor tua mungkin sudah sulit ditemukan. Sebelum membeli, cari tahu apakah spare part motor klasik masih tersedia di pasaran, baik untuk mesin, kelistrikan, kaki-kaki, bodi, dan komponen lainnya.Motor yang memiliki banyak penggemar dan komunitas biasanya lebih mudah dirawat karena suku cadang maupun komponen penggantinya masih diperjualbelikan.
3. Pertimbangkan Kemudahan Perawatan
Motor jadul klasik umumnya memiliki konstruksi yang lebih sederhana dibandingkan motor-motor zaman sekarang yang jauh lebih modern. Namun, bukan berarti perawatan motor klasik dijamin jauh lebih mudah.Beberapa unit mungkin membutuhkan perawatan yang lebih sering karena faktor usia. Oleh karena itu, usahakan untuk memilih motor yang komponen dan sistem mesinnya sudah dipahami oleh banyak bengkel agar tidak kesulitan ketika membutuhkan servis atau perbaikan.
4. Cek Konsumsi Bahan Bakar
Konsumsi bahan bakar juga perlu diperhitungkan, terutama jika motor jadul akan digunakan sebagai kendaraan harian. Kondisi mesin, sistem pembakaran, karburator, hingga gaya berkendara dapat memengaruhi efisiensi bahan bakar.5. Periksa Kelengkapan Dokumen Kendaraan
Jangan sampai tertarik dengan motor klasik murah, tapi kemudian bermasalah karena dokumen kendaraan tidak lengkap. Pastikan motor memiliki STNK dan BPKB serta data identitas kendaraan pada dokumen sesuai dengan nomor rangka dan nomor mesin.Status pajak dan proses balik nama juga sebaiknya diperiksa sebelum transaksi agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
6. Perhatikan Kondisi Komponen karena Faktor Usia
Usia motor dapat membuat berbagai komponen mengalami penurunan kondisi meskipun kendaraan jarang digunakan. Jadi, pastikan untuk memeriksa ban, rantai, gir, rem, suspensi, kabel-kabel, aki, selang, seal, hingga komponen karet.Bagian bodi dan rangka juga perlu diperiksa untuk memastikan tidak ada karat parah, bekas benturan, atau kerusakan yang dapat memengaruhi keamanan berkendara.
7. Cek Keaslian dan Riwayat Modifikasi
Bagi seorang kolektor, keaslian komponen bisa menjadi pertimbangan penting karena motor yang masih mempertahankan parts dan detail bawaan memiliki nilai historis tersendiri.Tanyakan kepada penjual apakah motor pernah direstorasi, dimodifikasi, atau mengganti mesin dan komponen utama. Informasi tersebut dapat membantu menentukan apakah unit lebih cocok dianggap sebagai kendaraan harian, bahan restorasi, atau untuk koleksi.
Rekomendasi Motor Klasik Anak Muda
Motor klasik tidak selalu identik dengan kendaraan koleksi. Sejumlah motor lawas justru diminati anak muda karena desainnya yang ikonik maupun karakter berkendara yang khas sehingga dapat digunakan dalam keseharian.
Jika tertarik memilikinya, berikut beberapa rekomendasi motor retro Gen Z yang menarik untuk dipertimbangkan, mulai dari motor bebek legendaris hingga skuter klasik.
Honda Win 100

Honda Win 100 merupakan motor klasik Indonesia yang meluncur sekitar tahun 1984. Motor ini memiliki karakter yang sederhana dengan bodi ramping, rangka bergaya belalang, serta lampu depan berbentuk kotak yang menjadi ciri khasnya.
Produksinya sudah dihentikan pada 2005, tapi model ini masih diminati hingga sekarang karena desainnya yang unik, karakter mesinnya yang dikenal bandel dan irit, serta tampilannya yang berbeda dari motor modern.
Dari sisi spesifikasi, Honda Win 100 dibekali mesin 4-tak SOHC satu silinder berkapasitas 97,2 cc yang menghasilkan tenaga maksimum 8,9 hp pada 7.500 rpm dan torsi maksimum 7,94 Nm pada 6.500 rpm.
Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi manual empat percepatan dan kopling manual, sedangkan kapasitas tangkinya mencapai 8,5 liter. Suspensi depan menggunakan tipe teleskopik dan bagian belakang memakai lengan ayun.
Honda C70

Honda C70 merupakan salah satu motor bebek klasik di era 1970-an yang memiliki banyak peminat. Desainnya sederhana, tapi sangat ikonik sehingga cocok dijadikan motor klasik anak muda yang dipakai sehari-hari.
Motor ini memiliki bodi ramping, lampu depan berbentuk bulat, serta karakter mesin yang menjadi ciri khas keluarga Honda Super Cub. Model ini juga dikenal luas dengan sebutan Honda Pitung, merujuk pada kapasitas mesinnya yang 70 cc (Pitung dari kata pitung puluh).
Selain tampilannya yang mudah dikenali, konstruksi C70 yang relatif sederhana membuatnya menarik bagi anak muda yang ingin merasakan karakter motor lawas sekaligus bagi kolektor yang mencari model dengan nilai historis.
Untuk spesifikasinya, Honda C70 memiliki mesin OHC 4-tak berkapasitas 71,8 cc. Mesin berpendingin udara ini menghasilkan tenaga maksimum 4,5 kW atau sekitar 6 bhp pada 9.000 rpm dan torsi maksimum 0,53 kg.m pada 7.000 rpm.
Motor dengan bobot kosong 83,5 kg ini menggunakan suspensi depan model leading link dan suspensi belakang swing arm dengan dua sokbreker. Rem depan dan belakang masih menggunakan tromol, sedangkan kapasitas tangki bahan bakarnya mencapai 4 liter.
Spesifikasi tersebut memang sederhana jika dibandingkan dengan motor modern, tapi justru menjadi bagian dari daya tarik C70 karena menawarkan mekanisme yang khas motor jadul klasik.
Honda Astrea Grand

Honda Astrea Grand bisa dijadikan motor klasik untuk pemula. Model ini pertama kali diperkenalkan pada 1991 oleh Federal Motor sebagai penerus Astrea Prima. Astrea Grand kini kembali diminati karena dikenal memiliki desain yang khas, mesin yang awet, serta nilai nostalgia yang kuat.
Dari sisi desain, Astrea Grand mengusung bodi yang ramping dengan bentuk sederhana dan fungsional. Salah satu julukan yang melekat pada motor tua ini adalah “Grand Bulus” yang merujuk pada bentuk lampu belakangnya yang membulat.
Honda Astrea Grand menggunakan mesin 4-tak SOHC satu silinder berpendingin udara berkapasitas 85,8 cc. Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 7,3 dk pada 8.000 rpm dan torsi puncak 7,55 Nm yang disalurkan melalui transmisi manual 4-percepatan.
Sistem pengeremannya masih menggunakan rem tromol di roda depan dan belakang. Konfigurasi tersebut memang sederhana jika dibandingkan motor modern, tapi justru membuat karakter Astrea Grand tetap khas sebagai motor bebek klasik.
Salah satu keunggulan yang membuat Astrea Grand masih dicari adalah efisiensi bahan bakar, perawatan yang relatif mudah, serta ketersediaan suku cadang. Dikutip dari laman AstraOtoshop, konsumsi BBM motor jadul klasik ini mencapai sekitar 55 km/liter, bahkan bisa lebih.
Yamaha F1ZR

Yamaha F1ZR merupakan salah satu motor bebek 2-tak yang hingga kini masih memiliki penggemar walau produksinya sudah dihentikan sekitar 2004 silam. Motor ini dikenal memiliki desain yang ramping dan sporty dengan bagian depan yang meruncing.
Perjalanannya berawal dari Yamaha Force1 pada 1992, kemudian berkembang menjadi F1Z sebelum akhirnya Yamaha memperkenalkan F1ZR pada 1997. Karakternya yang ringan, lincah, dan memiliki performa yang cukup bertenaga membuat F1ZR berbeda dari motor-motor bebek pada masanya.
Dari sisi spesifikasi, Yamaha F1ZR mengandalkan mesin 1-silinder 2-tak berkapasitas 110,4 cc. Mesin tersebut menggunakan karburator Mikuni VM20 dan mampu menghasilkan tenaga maksimum 11,8 hp pada 7.500 rpm, dengan torsi maksimum 10,7 Nm pada 6.500 rpm.
Tenaga disalurkan melalui transmisi 4-percepatan, sementara bobotnya hanya sekitar 95 kg. Kombinasi mesin 2-tak bertenaga dan bobot yang ringan menjadi keunggulan F1ZR yang membuatnya terasa lincah ketika dikendarai.
Vespa Excel

Vespa Excel merupakan salah satu skuter klasik yang diluncurkan sekitar tahun 1987 silam. Dari sisi tampilan, Vespa Excel menawarkan desain khas era 1980-an yang berbeda dari Vespa klasik dengan lampu bulat.
Model ini menggunakan lampu depan dan lampu sein berbentuk kotak, jok panjang yang menyatu untuk pengendara dan penumpang, serta bodi belakang rata dengan bumper berukuran besar. Bagian dasi depan yang lebih mancung turut memberikan kesan elegan.
Untuk spesifikasinya, Vespa Excel dibekali mesin 1-silinder 2-tak berkapasitas 150 cc berpendingin udara dengan tenaga maksimum 9 hp pada 6.000 rpm.
Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi manual 4-percepatan yang pengoperasiannya menggunakan sistem khas Vespa melalui setang sebelah kiri. Excel memiliki bobot 116 kg serta kapasitas tangki bahan bakar 5 liter.
Salah satu keunggulan Vespa Excel terletak pada fitur yang tergolong praktis pada masanya. Model ini dapat dilengkapi starter elektrik, memiliki bagasi di bawah setang, ban cadangan di sisi kiri bodi, serta sistem pengapian CDI.
Rekomendasi Aksesori Motor Klasik

Motor klasik akan semakin menarik jika dipadukan dengan aksesori yang sesuai tanpa menghilangkan karakter aslinya. Pemilihan aksesori motor retro juga sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan tampilan, tapi juga fungsi, keamanan, dan kesesuaiannya dengan model motor.
Berikut beberapa rekomendasi aksesori motor jadul klasik yang bisa dipertimbangkan untuk menunjang penampilan sekaligus kenyamanan berkendara:
1. Rak Keranjang Depan
Rak keranjang depan bisa menjadi pilihan aksesori motor klasik yang tidak hanya memperkuat tampilan retro, tapi juga menambah fungsi. Aksesori ini dapat digunakan untuk membawa barang ringan seperti tas, jaket, atau perlengkapan sehari-hari dengan lebih praktis.Agar tetap cocok dengan karakter motor lawas, pilih rak dengan desain sederhana dan material yang kokoh, serta pastikan pemasangannya tidak mengganggu lampu depan, setang, atau sistem kemudi. Di pasaran, rak keranjang ini dibanderol dengan harga Rp70.000–Rp150.000.
2. Rak Keranjang Tengah
Motor bebek klasik juga cocok menggunakan aksesori rak keranjang tengah. Posisinya yang ada di bagian tengah atau di bawah setang motor membuat aksesori ini cocok digunakan untuk menyimpan berbagai barang, mulai dari tas, belanjaan, hingga perlengkapan perjalanan lainnya.Saat ini ada banyak produk keranjang tengah untuk motor klasik yang dijual di pasaran, salah satunya terbuat dari bahan besi yang dipadukan dengan alas kayu yang kokoh sekaligus memperkuat kesan retro. Produk ini bisa dibeli dengan harga sekitar Rp50.000–Rp80.000.
3. Tas Samping Motor - Mr. Klasik Model 04
Sidebag Motor Klasik Model 04 sangat berguna untuk menambah ruang penyimpanan sekaligus memperkuat tampilan retro pada motor. Tas samping dengan model wajik/diamond ini menggunakan bahan kulit sintetis dan tersedia dalam pilihan warna hitam, coklat tua, serta coklat muda.Desainnya bersifat universal sehingga dapat dipasang pada berbagai motor custom, japstyle, maupun motor untuk penggunaan harian. Selain mudah dipasang, sidebag ini memiliki material yang tahan air (water resistant). Tas samping motor ini dibanderol Rp60.000–Rp130.000.
4. Spion Retro Mini Hitam
Spion kaca cembung ini cocok untuk melengkapi tampilan motor klasik dengan desain yang sederhana. Spion ini memiliki tangkai berwarna hitam dengan ukuran yang dibuat ringkas. Kacanya bening dengan permukaan cembung untuk membantu memberikan bidang pandang yang lebih luas.Produk ini tersedia dengan drat khusus Honda sehingga dapat digunakan pada Honda CB, C70, dan sejumlah motor klasik lainnya. Menggunakan material yang kuat dan mudah dipasang, spion ini bisa dibeli di harga Rp40.000–Rp60.000.
5. Handgrip Universal
Handgrip universal ini dapat menjadi pilihan untuk mengganti grip motor lama yang mungkin sudah usang. Aksesori ini sendiri kadang terlihat sepele, padahal bisa sangat berpengaruh pada kenyamanan berkendara, terutama dalam penggunaan setang.Handgrip ini menggunakan material karet tebal dengan desain wajik. Produk memiliki daya cengkeram yang pas di tangan serta nyaman dipegang. Handgrip ini cocok untuk berbagai jenis motor dan dibanderol dengan harga Rp9.000–Rp15.000.
Temukan berbagai tips, rekomendasi, info spesifikasi, hingga berita terkini seputar dunia otomotif melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id





























