Indeks Senjata Api
Ketika Sipil Bersenjata
Kasus kepemilikan senjata api ilegal dimiliki Gatot Brajamusti bukan baru kali ini saja terjadi. Ada banyak kasus melibatkan dikalangan sipil termasuk artis dengan senjata api. Padahal dalam Undang-Undang, pekerjaan mereka tak termasuk golongan yang bisa memiliki senjata api secara resmi. Lalu bagaimana pengawasan soal peredaran senjata api ini oleh Kepolisian?
Kontroversi Kepemilikan Senjata Api
Sebanyak 50 persen kepemilikan senjata api di Indonesia disinyalir ilegal. Penyebabnya adalah izin kepemilikan yang tak lagi diperpanjang. Kepolisian harus menginventarisir peredaran senjata ini, kalau perlu mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) bagi mereka yang memiliki senjata ilegal.
Jejak Gelap Peredaran Senjata di Indonesia
Kasus kepemilikan senjata Gatot Brajamusti membuka mata tentang peredaran senjata api di kalangan sipil. Tapi jauh sebelum kasus ini terjadi, penyelundupan dan peredaran senjata telah terjadi di Indonesia. Daerah-daerah pusat terjadinya konflik mendapatkan pasokan senjata dari kelompok pemberontak lintas negara.
Polda Metro Jaya Deklarasikan Perang Melawan Begal
Polda Metro Jaya melalui Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Komisaris Besar Polisi Rudy Heriyanto mendeklarasikan perang melawan begal motor. Ia telah memerintahkan kepada jajaran anggotanya untuk menembak begal yang memegang senjata api.
Pemeriksaan Gatot Brajamusti
AA Gatot menjalani pemeriksaan di rumahnya untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mencari kelengkapan barang bukti terkait kasus kepemilikan senjata api dan Narkoba.
Sunyi Tragedi Senjata Api
Tragedi pembantaian sebuah klub Gay di Orlando, Amerika Serikat, sekali lagi memperingatkan kita tentang bahaya senjata api. Dalam catatan yang dibuat oleh Mass Shooting Tracker, pada 2015 lalu setidaknya ada 372 penembakan masal di Amerika serikat. Membunuh lebih dari 475 orang dan melukai 1.870 lainnya. Sampai hari ini Amerika masih menilai kepemilikan senjata api sebagai hak konstitusional.
Masuk tirto.id






