Indeks Sejarah

Terlarang di Awal Orba, Gending Sriwijaya Tetap Jaya
Tari Gending Sriwijaya mengungkapkan kebesaran sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berpengaruh di Nusantara.

Kudeta Orang-Orang (Nazi) Jerman di Pulau Nias
Orang-orang Jerman yang ditawan di Gunungsitoli, kota tertua dan terbesar di Nias, melancarkan kudeta dengan merebut gudang senjata. Mereka berkuasa sesaat dengan membuat lambang Swastika ala Nazi.

Willy Amrull Sang Pendeta, Adik Buya Hamka
Hamka dikenal sebagai ulama besar di Indonesia, sedangkan adiknya, Awka, adalah seorang pendeta di Amerika.

Cara Samin Melawan dan Membikin Resah Belanda
India punya Mahatma Gandhi, yang melawan pemerintah kolonial Inggris tanpa kekerasan. Di Indonesia ada Samin, petani yang melawan pemerintah kolonial Belanda dengan menolak bayar pajak.

Romantika Bersepeda
Bagi beberapa tokoh Indonesia, sepeda tak sekadar alat transportasi. Sepeda adalah sebuah alat untuk menemukan ide bahkan menyelamatkan banyak orang.

Beda Sepeda Jokowi dan Sukarno
Bagi-bagi sepeda oleh Presiden Joko Widodo disebut sebagai cara mendekatkan diri kepada rakyat. Jauh sebelum Jokowi melakukan itu, Presiden Sukarno sudah lebih dulu melakukannya untuk mendengar petani Marhaein.

Teki-Teki Pencipta Lagu "Halo-Halo Bandung"
“Halo-Halo Bandung” adalah lagu pengingat peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada 23-24 Maret 1946 silam. Pencipta lagu ini ternyata masih menjadi teka-teki hingga kini.

Tollo, dari Perampok jadi Pemberontak
Tollo setidaknya melawan Belanda sejak 1905. Setelahnya, dia hanya dikenal sebagai perampok oleh Belanda hingga 1915.

Penyelesaian Kasus 1965: Menuntut Keseriusan Komnas HAM
Temuan dan bukti-bukti pelanggaran HAM berat 1965 harus ditindaklanjuti Komnas HAM.

Kala Yahudi Polandia Dikirim ke Kamp Neraka Belzec
Orang-orang Yahudi Polandia dipindahkan dari hunian mereka ke Kamp Belzec untuk dibunuh di dalam kamar gas.
Sejarah Batalyon Andjing NICA
Andjing NICA lahir sebagai Batalyon KNIL yang ganas di masa revolusi kemerdekaan Indonesia.

Nasib Mujur Mantan Permesta di Bawah Orde Baru
Setelah menyerah, banyak orang Permesta kembali jadi tentara atau disekolahkan. Beberapa tokohnya terjun ke dunia usaha dan politik di masa Orde Baru.

Peran CIA di Balik Pemberontakan Sumatera dan Sulawesi
Berkat bantuan Amerika yang ingin Sukarno terjungkal, Permesta punya banyak senjata bahkan pesawat pembom.
Kisah Tragis Maruto Darusman
Setelah cintanya dengan anak orang berada kandas, Maruto kuliah di Belanda dan sempat terjebak dalam Perang Dunia II. Di Indonesia, ia sempat menjadi menteri sebelum dieksekusi terkait Peristiwa Madiun.

Pecat-Memecat ala Sarekat Islam
Aksi pemecatan pengurus partai seperti dilakukan Djan Faridz terhadap Lulung Lunggana bukanlah hal aneh. Di masa lalu, memecat kader yang berbeda haluan kerap terjadi di Sarekat Islam, leluhur Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ejekan Tentara Belanda untuk Maung Siliwangi
Waktu zaman revolusi, lambang maung Siliwangi pernah jadi bahan olok-olok tentara Belanda: Lieve Poesje alias kucing-kucing yang manis.

Latief Hendraningrat, Garda Terdepan Proklamasi Kemerdekaan
14 Maret 1983, tepat 34 tahun lalu, Latief Hendraningrat, pengibar sang saka Merah-Putih usai proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, meninggal dunia.

Jenderal Spoor dan Mallaby Tidur Damai di Menteng Pulo
Menteng Pulo menjadi tempat bersemayam bagi banyak orang dari berbagai bangsa dan agama, khususnya para tentara Belanda dan Inggris.
Haul Soeharto, Kaum Bersejarah, dan Kaum Tuna Sejarah
Acara haul dan narasi Soeharto sebagai orang besar adalah wadah konsolidasi faksi-faksi kekuatan yang dibesarkan oleh Soeharto di akhir rezimnya: militer dan Islam Politik.

Ahmad Sukendro Mencium Gelagat Buruk Supersemar
Sukendro, bekas komandan intel kepercayaan Nasution yang kemudian jadi menteri, mengendus bahaya yang akan menyergap Sukarno.
Masuk tirto.id








