Menuju konten utama

Puncak Hujan Meteor Geminid Muncul di Kamis Dini Hari: 14 Desember

Puncak hujan Meteor Geminid bisa disaksikan pada sekitar Pukul 02.00 WIB, Kamis dini hari (14/12/2017).

Puncak Hujan Meteor Geminid Muncul di Kamis Dini Hari: 14 Desember
Meteor Geminid. Getty Images/iStockphoto.

tirto.id - Hujan Meteor Geminid bisa disaksikan lagi oleh manusia di bumi, termasuk Indonesia, pada akhir 2017. Penampakan hujan Meteor Geminid 2017 akan muncul pada Rabu malam ini (13/12/2017) hingga jelang fajar pada hari Kamis (14/12/2017).

Para astronom menyarankan untuk melihat ke arah selatan agar bisa menyaksikan keindahan hujan meteor ini. Namun, pakar astronomi juga menyarankan hujan Meteor Geminid disaksikan tepat di fase puncaknya.

Kepala Pusat Studi Astronomi, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Yudhiakto Pramudya mengatakan syarat utama bisa menyaksikan hujan Meteor Geminid ialah cuaca sedang cerah dan lokasi melihatnya dari ketinggian atau dari titik yang di sana tak ada gedung menghalangi pandangan.

Dia mengimbuhkan hujan Meteor Geminid bisa disaksikan ketika Rasi Gemini sudah terbit atau di atas ufuk. Sepanjang waktu saat Rasi Gemini bisa dilihat dari bumi, maka dimungkinkan Hujan Meteor Geminid juga terlihat.

“Rasi Gemini akan terbit sekitar Pukul 20.00 WIB tanggal 13 Desember 2017, dan mencapai titik tertinggi sekitar Pukul 02.00 WIB tanggal 14 Desember 2017. Terbenam sekitar Pukul 07.00 WIB tanggal 14 Desember 2017. Meteor Geminid akan muncul dari arah rasi gemini tersebut,” kata dia kepada Tirto pada hari ini.

Artinya, puncak hujan Meteor Geminid bisa disaksikan di Indonesia bagian barat pada Kamis dini hari (14/12/2017), yakni di waktu sekitar Pukul 02.00 WIB sampai menjelang fajar datang.

Yudhiakto juga menyarankan penikmat hujan meteor ini menggunakan peta bintang, yang berupa kertas/karton maupun aplikasi, untuk memastikan saat posisi tertinggi Rasi Gemini. Hal ini untuk mengetahui secara tepat masa datangnya fase puncak hujan Meteor Geminid. Pada fase puncak ini, adalah waktu saat jumlah meteor terlihat paling banyak.

“Hujan Meteor Geminid bisa dilihat di seluruh Indonesia. Namun, lebih bagus bila dilihat di daerah dengan polusi cahaya rendah, misal pedesaan dan pantai. Kalau di perkotaan, bisa dilihat dengan bareng-bareng mematikan lampu, untuk mengurangi polusi cahaya, toh sudah tengah malam,” ujar dia.

Menurut Yudhiakto, hujan Meteor Geminid 2017 lebih istimewa dari sebelumnya karena muncul saat mendekati masa bulan mati. Dengan begitu, cahaya bulan tidak terlalu menganggu pengamatan.

Geminid dianggap sebagai salah satu hujan meteor terbaik setiap tahun. Sebab, meteor ini tampak cerah, dan saat puncaknya akan terlihat arus meteor melintasi langit dengan kecepatan 120 meteor per jam.

Hujan meteor Geminid berusia hampir 200 tahun, seperti dikutip laman Space, dan masih ada sampai saat ini. Adapun pengamatan pertama tercatat pada tahun 1833 dari sebuah sungai di Sungai Mississippi. Semakin tua usianya, justru semakin kuat pula meteor ini. Sebab, gravitasi Jupiter telah menarik arus partikel dari sumber meteor ini: asteroid 3200 Phaethon, yang lebih dekat ke Bumi selama berabad-abad.

Sebenarnya, di akhir tahun ini, selain geminid juga ada hujan meteor Ursid. Tapi, yang terakhir akan sulit diamati dari Indonesia. Sebab, Rasi Ursa Minor, yang menjadi sumber arah datang meteor Ursid, baru terbit hampir bersamaan dengan Matahari pagi.

Baca juga artikel terkait HUJAN METEOR atau tulisan lainnya dari Addi M Idhom

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Addi M Idhom
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom