STOP PRESS! Jack Ma Resmi Jadi Penasihat e-Commerce Indonesia

Perjalanan Kampanye Pilgub DKI Jakarta

19 April, 2017

Tiga pasangan Cagub/Cawagub DKI Jakarta (kiri kanan), Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno memegang contoh alat peraga kampanye saat Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di Kawasan Monas, Jakarta, 29 Oktober 2016. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean.

Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama saat hadir dalam Relawan Nusantara (RelaNU) di Patra Kuningan, Jakarta, 15 Januari 2017. ANTARA FOTO/Wahyu Putro.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menghadiri zikir dan doa bersama warga dan ulama di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, 9 Februari 2017. FOTO/Timses Anies-Sandi

Djarot Saiful Hidayat bersama Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham memberikan sambutan pada "Jakarta Bershalawat" di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta Timur, 14 April 2017. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

Sandiaga Uno berjoget saat menghadiri deklarasi dukungan dan kampanye terbatas Partai Idaman di Lapangan Kaprina, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (2/2). Tirto.id/Denny Aprianto

Ahok berkampanye di basis pendukung Agus-Sylvi di Kelurahan Tengah, Kramat Jati. Tirto.id/Naomi Pardede

Anies Baswedan ditemani istrinya Fery Farhati Ganis mengunjungi permukiman padat di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat, 18 Januari 2017. Tirto.id/Denny Aprianto

Djarot Saiful Hidayat dihadang saat menghadiri pengajian warga di Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat, 20 Maret 2017. Tirto/Chusnul Chotimah

Anies Baswedan menyapa nelayan saat berkampanye di kawasan Cilincing, Jakarta, 8 Februari 2017. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.

Pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri didampingi Ahok-Dajarot saat "Konser Gue 2" di lapangan Ex-Golf Driving Range, Senayan, Jakarta, 4 Februari 2017. tirto.id/Andrey Gromico

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri kegiatan kampanye Anies-Sandiaga di Gedung Prisma Sport Club, Kedoya, Jakarta Barat, 1 Februari 2017. Tirto.id/Denny Aprianto

Ribuan pendukung Ahok-Djarot memadati "Konser Gue 2" di lapangan Ex-Golf Driving Range, Senayan, Jakarta, 4 Februari 2017. Tirto.id/Andrey Gromico

Kampanye terkahir Anies-Sandiaga di Lapangan Banteng, Jakarta. FOTO/Timses Anies-Sandi

Warga Jakarta menunjukkan tinta di jari usai mencoblos putaran pertama Pilkada DKI Jakarta, 15 Februari 2017. Tirto.id/Andrey Gromico

Kedua paslon melakukan swafoto usai Debat Publik Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Hotel Bidakara, Jakarta, 12 April 2017. Tirto.id/Andrey Gromico

Hari ini 7.218.254 warga Jakarta memilih dua pasangan kandidat gubernur dan wakil gubernur buat mengemban amanat publik buat lima tahun ke depan. Baik Ahok-Djarot maupun Anies-Sandi telah menjalankan kegiatan kampanye bersama tim sukses dan relawan mereka, sejak mereka mencalonkan diri sebagai pasangan pemimpin Jakarta, enam bulan lalu.

Sepanjang perjalanannya, ini adalah gelaran Pilkada DKI Jakarta yang paling menciptakan kegaduhan. Sentimen agama dan rasial naik sejalan putaran yang memanas, gelombang demonstrasi di Jakarta dengan identitas keagamaan yang kuat, tuduhan penodaan agama, yang secara langsung membuat polarisasi bahkan memecah belah hubungan antar-keluarga serta sampai-sampai menolak menyalati jenazah yang mendukung salah satu pasangan kandidat.

Redaksi Tirto sejak November 2016 hingga menjelang hari pencoblosan putaran kedua, 19 April hari ini, terus-menerus memantau perkembangan Pilkada Jakarta, sebagaimana dilakukan pula oleh mayoritas media di Indonesia. Kami menurunkan laporan soal aksi-aksi demonstrasi yang menarik umat muslim Indonesia ke Jakarta. Kami juga melaporkan beragam hal, dari penggusuran permukiman penduduk Jakarta yang dipindahkan ke rumah susun hingga isu sampah makanan di ibukota, dari problem transportasi umum hingga tata ruang kota yang dipadati oleh ratusan mal

Lantaran sentimen rasial dan agama lebih banyak terlihat oleh publik dari kegaduhan Pilkada Jakarta, isu-isu substansial yang menjadi problem-problem mendasar ibukota seakan-akan terabaikan, betapapun isu-isu ini disinggung dalam debat pasangan calon di televisi dan tentu menjadi janji-janji mereka dalam kampanye di basis massa.

Karena itulah, sebagai media yang punya peran memantau kekuasaan dan menguji setiap ucapan, redaksi Tirto serta seluruh tim multimedia plus terutama peran divisi riset kami, melakukan apa yang kami sebut "Periksa Data dan Fakta" yang disampaikan oleh pejabat publik. Dengan informasi yang melimpah dan mudah diakses berkat internet, kerja memeriksa macam itu bisa cepat dilakukan, dan hal ini memang menjadi salah satu dasar dari proses kerja jurnalisme.

Tujuannya, biar pejabat publik, termasuk calon gubernur dan wakil gubernur ini, tidak asal omong. Apalagi media sosial sejak kemunculannya telah dianggap sebagai pusat omelan terhadap apa pun termasuk polah pejabat publik. Dan Jakarta, salah satu kota terpadat di dunia, merupakan pengguna aktif media sosial baik Facebook maupun Twitter. Media massa sekarang, juga para pejabat publik, tidak bisa lagi memonopoli informasi dan, karena itu, ia bukan subjek yang abai dari kritik.

Namun, tentu saja, Indonesia bukan hanya Jakarta—sebagaimana sering jadi ucapan klise—untuk mengatakan persoalan negara kepulauan ini terlalu kecil bila sorotan pemberitaan melulu tentang peristiwa (politik) di Jakarta. Dalam beberapa hari atau pekan ke depan, warga Jakarta akan memiliki pemimpin baru ataupun petahana secara definitif, dan kita bisa agak berhenti dari segala macam keramaian yang berpusat di ibukota.

Selamat mencoblos.

======

Sebagian foto bersumber dari Antara

Keyword


Perjalanan Kampanye Pilgub DKI Jakarta