Pemotor Terabas TPU Menteng Pulo: Ganggu Petugas Makam dan Peziarah

Oleh: Riyan Setiawan - 24 Februari 2020
Dibaca Normal 2 menit
Para pengendara sepeda motor nekat menerobos TPU Menteng Pulo demi menghindari macet.
tirto.id - Aksi sejumlah pengendara sepeda motor melintasi tempat pemakaman umum (TPU) Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan menuai kecaman dari pelbagai pihak. Mereka nekat menerobos kuburan demi menghindari macet di sekitar Jalan Prof Dr Satrio hingga Jalan Casablanca.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @jakarta.terkini, para pemotor tampak mengantre melewati jalan setapak di tengah-tengah pemakaman. Ada pula yang mendorong kendaraannya saat melintas.

"Dampak kemacetan kawasan Tebet dan sekitarnya banyak pemotor mencari jalur alternatif melewati pemakaman Menteng Pulo Jakarta Selatan, namun karena banyak nya pemotor yang melewati jalan tersebut akhirnya pun terjebak macet di pemakaman." tulis akun @jakarta.terkini, Rabu (19/2/2020).

Hasanudin (55 tahun), penjaga TPU Menteng Pulo, tak bisa berbuat banyak untuk mencegah pemotor melintasi pemakaman. Ia beralasan jalan di pemakaman memang untuk umum.

"Sebagai warga dan petugas pemakaman di sini saya enggak bisa melarang gimana-gimana. Memang jalan umum," kata Hasan kepada reporter Tirto, Jumat (21/2/2020).

Meski begitu, Hasan menilai jalan tersebut semestinyan hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang hendak menguburkan jenazah dan berziarah ke makam.


Hasan bercerita, pemotor mulai menggunakan jalan setapak di TPU Menteng Pulo sebagai jalur alternatif sejak dua tahun lalu.

"Awalnya satu dua orang [pemotor] nanya 'Bisa lawat sini enggak pak? Terus tembusnya kemana?'. Karena bisa, akhinya pengendara yang dibelakang ikut-ikutan. Jadinya sekarang kaya gini deh," tuturnya.


Pria yang bekerja di TPU Mentang Pulo sejak 1978 itu mengatakan kemacetan biasanya terjadi sekitar pukul 07:00-10:00 WIB pada hari kerja. Ia hampir setiap hari menyaksikan pemotor melewati pemakaman.

"Biasanya mereka yang terkena macet di kawan Tebet mau ke Casablanca, akhirnya mereka potong jalan lewat kuburan ini. Mungkin buru-buru masuk kerja," ujarnya.

Kemacetan di jalan raya sekitar TPU Menteng Pulo diperparah dengan proyek penggalian kabel yang menyebabkan ruas jalan menyempit.

Usai video viral di media sosial, menurut Hasan, petugas dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sempat menutup akses jalan setapak di pemakaman menggunakan batu.

"Paling itu antisipasi sementaranya," ucapnya.

Namun saat reporter Tirto mengunjungi lokasi pada Jumat (21/2/2020), batu tersebut telah dibongkar dan berserakan di jalanan. Terdapat pula bekas ban sepeda motor melintasi jalan setapak tersebut.

Pembajakan Ruang Publik

Asa, petugas pemakaman, mengaku terganggu dengan adanya pengendara sepeda motor yang melintas TPU Menteng Pulo. Para pemotor sering bentrok dengan masyarakat dan keluarga yang mengantar jenazah yang akan dimakamkan di sana.

"Kalau ramai pasti merasa terganggu, kadang malah sudah kaya lampu merah. Apalagi kalau ada jenazah mau dikubur, susah banget aturnya," kata Asa dalam kesempatan yang sama.

Duhulu, sempat ada portal yang dipasang untuk mengantisipasi membeludaknya kendaraan masuk ke area pemakaman. Namun Asa mengatakan portal tersebut kini sudah tidak ada.

Asa berharap pengelola TPU Menteng Pulo dan Pemprov DKI Jakarta segera bertindak untuk mengatasi masalah ini. Ia mengusulkan pembangunan pintu gerbang di bagian depan maupun belakang.

Dengan adanya pintu gerbang, kata Asa, petugas bisa mengatur kendaraan yang berhak memasuki area pemakaman.

"Harusnya Pemda memberikan pintu untuk antisipasi agar [pemotor] tak bisa lewat sini. Jadi khusus buat ada yang mengubur dan ziarah," ujarnya.


Salah satu peziarah, Alyana juga merasa terganggu dengan banyaknya pemotor yang melintasi pemakaman. Siswi SMPN 67 Jakarta tersebut tengan berziarah ke makam teman seorganisasinya.

"Sebenanrnya kuburan tempat orang meninggal, harus dihormati, tidak boleh dilewati pengendara motor. Enggak sopan kaya gitu. Soalnya kami lagi ziarah, doa serius, kan berisik, keganggu," ujar Alyana.

Dia menuntut peran pemerintah dalam mengendalikan pemotor agar tak melewati pemakaman.

"Kalau bisa yang masuk di sini khusus buat peziarah dan jenazah yang mau dikubur saja," ujarnya.

Aksi para pemotor yang melintasi pemakaman juga dikritik Koalisi Pejalan Kaki melalui akan Twitter @trotorian. Apa yang dilakukan para pemotor itu dianggap sebagai pembajakan ruang publik.

"Pembajakan Ruang Publik. Gang sempit, shortcut untuk pejalan kaki dan pesepeda sudah, jalur khusus bus TransJakarta sudah. Dan kini kuburan. Sampai kapan perilaku membajak ruang publik seperti ini dibiarkan," twit Koalisi Pejalan Kaki.

Pemprov DKI Salahkan Pemotor

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Suzi Marsitawatia menyalahkan perilaku pengendara sepeda motor yang nekat melintasi pemakaman. Ia tidak mau disalahkan saat diminta tanggapan soal video yang viral tersebut.

"Ya itu yang salah motornya karena macet, tanyain warganya. Masyarakat harus tertib, jangan salahkan Pemprov" kata dia di Gedung Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020).

Suzi menilai pengendara sepeda motor itu telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum lantaran nekat masuk ke area pemakaman.

"Kan ada Perdanya, setiap orang yang masuk ke lahan [pemakaman] kan melanggar ketertiban umum, harusnya mereka yang melanggar ketertiban umum," ujarnya.

Suzi mengklaim jika Pemprov DKI telah menerjunkan petugas dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menjaga pemakaman TPU Menteng Pulo II itu.

Namun berdasarkan pantauan Tirto di lokasi, tidak ada petugas yang disebutkan oleh anak buah Gubernur Anies Baswedan tersebut.

"Coba nanti saya cek lagi ya," tuturnya.

Baca juga artikel terkait KEMACETAN JAKARTA atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight