Advertorial

Pandemi Mendorong Perusahaan Asuransi Jadi Lebih Baik

Ilustrasi Perlindungan. FOTO/iStockphoto
Oleh: Advertorial - 21 Oktober 2020
Dibaca Normal 3 menit
Seiring meningkatnya belanja asuransi, perusahaan asuransi pun berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik agar nasabah puas.
Suatu ketika, Stanley B. Jones, mantan Direktur The George Washington University Health Insurance Reform Project, pernah bilang kalau asuransi kesehatan adalah salah satu topik yang bikin semua orang di Amerika Serikat kesal.

Kesimpulan itu dia dapat dengan pahit. Dalam sebuah penerbangan, Stanley berbincang dengan penumpang di sebelahnya. Ketika obrolan sampai ke perkara asuransi, lawan bicaranya malah kesal dan ngomel-ngomel.

“Para nasabah merasa asuransi ini terlalu mahal, tidak sepadan dengan layanan yang mereka dapat,” tulis Jones dalam jurnal berjudul “The Evolution of Private Health Insurance: Past Issues, Future Challenges”.

Jika Jones menyinggung urusan biaya asuransi kesehatan, Daniel Newman, penulis buku Futureproof: 7 Key Pillars for Digital Transformation Success, menyoroti masalah dasar industri asuransi bertahun-tahun lalu: sistemnya kaku, alat-alatnya ketinggalan zaman, dan tumpukan dokumennya menggunung. Semua itu juga turut menjadi alasan mengapa orang-orang ogah membeli polis asuransi.

“Manusia makin nyaman melakukan hal-hal serius, seperti mengambil surat gadai atau beli mobil, hanya dengan mengklik tombol. Masuk akal jika mereka ingin melakukan hal serupa dengan asuransi: mengelola segalanya, mulai dari memilih polis yang tepat dan membuat klaim, bahkan hingga melacak perbaikan mobil, hanya dari satu tempat,” beber Newman dalam artikelnya di Forbes.

Asuransi adalah salah satu bisnis tertua di dunia. Jejaknya bisa ditengok hingga Milenium 3 Sebelum Masehi. Dalam Risk Management (1996) RM Stulz bercerita tentang praktik asuransi pada masa itu. Para pedagang Babilonia berkongsi dengan pemberi pinjaman dana, dan bersepakat bahwa mereka akan membayar biaya tambahan jika barang berhasil diantarkan dengan selamat; juga sebaliknya, pedagang akan dibebaskan dari tagihan jika barang hilang atau gagal sampai.

Di era digital, tantangan yang dihadapi perusahaan asuransi, apa pun jenis asuransinya, memang makin kompleks. Nasabah tidak hanya sekadar memerlukan layanan berbasis digital, namun juga varian produk yang lebih komprehensif, misal: mungkinkah produk asuransi yang bermacam-macam itu: asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kendaraan, asuransi perjalanan, dst bisa didapat nasabah dari satu aplikasi atau satu perusahaan yang sama?

Bagi nasabah muda, kita tahu, pelayanan yang mudah dan serba praktis adalah nomor satu. Sebab itulah tak mengherankan jika banyak perusahaan asuransi, kata Oliver Ralph, berhenti menjadi perusahaan asuransi konvensional.

“Para perusahaan asuransi ini menjadi perusahaan pelayanan, dan menawarkan sesuatu yang melampaui layanan tradisional asuransi biasa,” tulis Ralph di Financial Times.

Sedangkan menurut James Shuck, analis finansial, pembeli asuransi sekarang tidak ingin sekadar membeli produk, tapi juga “ingin masalahnya terselesaikan.”



Cukup dengan Smartphone

Pandemi Covid-19 membuat pola konsumsi manusia berubah. Jika dulu Jones berkisah bahwa asuransi swasta membuat banyak orang Amerika Serikat kesal —dan karenanya mereka enggan membeli asuransi— kini banyak orang makin sadar betapa penting asuransi. Riset Universitas Temple menyatakan, sekitar 58 persen warga AS menganggap asuransi jadi penting pada masa pandemi ini.

Hal serupa juga terjadi di Indonesia. Laporan Katadata menunjukkan, terhitung semenjak pandemi, generasi milenial mulai menyisihkan 6,8 persen pengeluarannya untuk membeli asuransi. Tak hanya itu, konsumsi produk kesehatan juga meningkat hingga 73,30 persen. Keterangan demikian menjadi bukti bahwa pandemi membuat orang sadar akan pentingnya kesehatan dan asuransi.

Seiring meningkatnya belanja asuransi, perusahaan asuransi pun berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik agar nasabah puas dan ogah pindah ke perusahaan lain. Salah satu perusahaan yang dengan gesit menangkap gejala ini adalah Adira Insurance. Bahkan sebelum pandemi, perusahaan asuransi umum ini menyadari betapa layanan dan solusi yang mudah adalah kebutuhan dasar setiap pelanggan.

“Pelayanan Adira Insurance melalui produk Autocillin responnya sangat cepat tanggap sekali, terlebih urusan klaim tidak berbelit belit. Memiliki Autocillin sejak 2013 dan klaim pertama membuat saya tercengang, hampir tidak percaya langsung hari itu juga dibuatkan SPK (Surat Perintah Kerja) yang ditujukan ke bengkelnya,” kata Ong Meliana, pelanggan asal Surabaya.

Meliana memang bicara soal Autocillin, salah satu produk Adira Insurance. Namun begitu, dapat dipastikan bahwa pelayanan serupa berlaku untuk produk Adira Insurance lainnya, misal asuransi sepeda motor (Motopro), asuransi kesehatan (Medicilin), asuransi perjalanan (Travellin), asuransi demam berdarah dan tipus, hingga asuransi properti, kerangka kapal, alat berat, dan properti.

Tahun lalu, Adira Insurance menyabet penghargaan Contact Center Service Excellence Award.

Dengan lebih dari 34 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia, perusahaan asuransi yang mengelola 8,8 juta pertanggungan ini menawarkan banyak inovasi di berbagai lini produknya. Dengan proposi perusahaan, caring, simple, and reliable, perusahaan ini menyediakan layanan call center 24 jam bagi semua produk asuransi mereka. Adira Insurance juga menyediakan website sebagai pusat informasi produk dan layanan. Website ini juga bisa menjadi tempat pelanggan membeli produk-produk secara online.

Tak hanya itu, Adira Insurance memiliki berbagai aplikasi sebagai upaya mendekatkan diri dengan pelanggan muda. Mereka punya Medicillin Mobile Application yang membuat pelanggan bisa mengecek jumlah limit asuransi, riwayat claim, mengetahui rumah sakit rekanan, dan berbagai fitur lain. Sedangkan Autocillin Mobile Claim Application memudahkan pelanggan untuk melakukan klaim asuransi mobil tanpa harus datang ke kantor Adira Insurance. Pelanggan bahkan dapat memilih apakah kendaraannya akan diantar atau dijemput oleh pihak Adira Insurance.

“Digitalisasi adalah cara terbaik untuk tetap berkembang saat ini. Dengan inovasi ini, pelaporan klaim asuransi mobil pun juga bisa dilakukan dari rumah dengan aplikasi Autocillin Mobile Claim,” tutur Donni Gandamana, Direktur PT. Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance).

Adira Insurance telah menyabet banyak penghargaan di bidang pelayanan, dan mereka konsisten memberikan yang terbaik. Kini, dengan pelayanan yang serba mudah dan praktis (customer service mereka bahkan bisa dihubungi via Whatsapp +62 812 1113456), Adira Insurance menjamin semua kebutuhan asuransi terpenuhi, lewat smartphone.
DarkLight