PAM Jaya Pastikan Pasokan Air untuk Asian Games Tak Ganggu Warga

Oleh: Damianus Andreas - 13 Agustus 2018
Dibaca Normal 1 menit
PAM Jaya menyebutkan total ketersediaan air yang dipersiapkan selama perhelatan Asian Games 2018 mencapai 19 ribu meter kubik per hari.
tirto.id - PAM Jaya mengklaim ketersediaan air di 51 titik tempat penyelenggaraan Asian Games 2018 di DKI Jakarta sudah terjaga. Direktur Teknik PAM Jaya Barce Simarmata menyebutkan bahwa persiapan untuk menjaga kualitas dan kuantitas air yang dilakukan bersama PALYJA dan AETRA selaku operator telah mencapai 100 persen.

“Kalau dari kami sudah 100 persen. Paling tinggal penyesuaian dengan venue yang merupakan pelanggan tidak langsung PAM dan bukan pelanggan PAM,” kata Barce di kawasan Cikini, Jakarta pada Senin (13/8/2018).

Dari 51 titik itu, memang hanya 16 tempat penyelenggaraan yang merupakan pelanggan PAM. Sebanyak 27 venue lain, di antaranya seperti Gelora Bung Karno (GBK), Ancol, hingga Wisma Atlet, merupakan pelanggan tidak langsung PAM yang dilayani melalui meter induk ke pengelola kawasan. Sementara 8 titik penyelenggaraan lainnya merupakan pengguna air tanah dan bukan pelanggan PAM.

Menurut Barce, kapasitas air di DKI Jakarta saat Asian Games nanti sebesar 10-11 ribu meter kubik per hari. Sementara total ketersediaan air yang dipersiapkan selama perhelatan berlangsung mencapai 19 ribu meter kubik per hari.

Barce menyebutkan bahwa kebutuhan air untuk Asian Games 2018 tak lebih dari 100 liter per detik. Jumlah itu pun masih tergantung dengan situasi pemakaian harian yang tak menentu. “Karena event hanya sebulan, dampaknya sangat kecil terhadap sistem,” ucap Barce.

Untuk di Wisma Atlet misalnya, kebutuhan air diperkirakan mencapai 50 liter per detik. Sedangkan di Gelora Bung Karno yang merupakan tempat utama penyelenggaraan acara, kebutuhan air diproyeksikan berada di kisaran 40-50 liter per detik.

Meski terjadi peningkatan dalam hal ketersediaan air bersih selama acara, PAM Jaya memastikan pelayanan air kepada masyarakat DKI Jakarta tidak akan berubah. Barce mengatakan baik PALYJA maupun AETRA telah mengupayakan berbagai cara guna meningkatkan produksi.

“Salah satunya seperti dibangunnya PB Sunter untuk menaikkan tekanan suplai ke Wisma Atlet. Di GBK juga dilakukan optimasi, sehingga alokasi air cukup dan tidak mengganggu pelayanan ke masyarakat sekitarnya,” jelas Barce.


Baca juga artikel terkait ASIAN GAMES 2018 atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Yuliana Ratnasari
DarkLight