Menuju konten utama

Nasdem Rela Kursi Ketua MPR dan DPR Dikuasai PDIP

Menurut Nasdem sudah semestinya PDIP menuduki kursi ketua DPR dan MPR karena merupakan pemenang pemilu.

Nasdem Rela Kursi Ketua MPR dan DPR Dikuasai PDIP
Sekjen Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johnny G Plate bersama Ketua Bapilu Nasdem Effendy Choirie dan Bendahara Umum Ahmad Ali saat menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon legislatif di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Jakarta, Senin (16/7/2018). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

tirto.id - Ketua DPP Partai Nasdem, A. Effendy Choirie menyatakan ikhlas memberikan kursi Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Effendy mengatakan keputusan ini semata-mata karena partainya menghormati kemenangan PDIP yang unggul pada pemilihan legislatif juga secara tidak langsung memenangi Pilpres 2019.

Effendy juga tak keberatan bila nantinya PDIP selaku partai pemenang memegang dua kursi sekaligus di legislatif yaitu ketua DPR dan MPR. Pasalnya menurut UU MD3, kursi Ketua DPR otomatis diberikan kepada partai pemenang pemilu legislatif.

“Koalisi 01 otomatis memang pandangan kami PDIP yang jadi Ketua MPR sebagai pemenang. DPR ya pemenang. Kita hormati memang pemenang. Kita kasih kesempatan pertama meskipun UU MD3 tidak nyatakan otomatis seperti DPR,” ucap Effendy dalam diskusi di Gado-Gado Boplo, Cikini pada Sabtu (27/7/2019).

Hanya saja, Effendy mengatakan kalau seandainya PDIP tidak mau, maka hal itu tidak masalah. Nasdem katanya mengajukan diri jika PDIP mau memberikan kepada partai besutan Surya Paloh itu.

Sebab jika PDIP tidak mau menduduki kursi ketua, Effendy mengatakan akan ada pertemuan antar partai koalisi untuk mendiskusikannya. Ia mengatakan kursi itu harus jatuh pada salah satu dari koalisi partai pemenang.

“Kecuali PDIP enggak mau bisa kasih ke Nasdem. Bagi kami kasih kesempatan ke PDIP,” ucap Effendy.

Dia jelas tidak setuju jika kursi DPR dan MPR sampai jatuh pada partai oposisi yang jelas-jelas kalah dalam Pemilu 2019.

“Kalau pemenang pertama tidak mau bukan kelompok kalah yang isi, itu hak PDIP. Setelah itu ada pertarungan seru tapi sekali lagi moral. Konsensi demokrasi pemenang pertama perlu dikasih,” ucap Effendy.

Baca juga artikel terkait NASDEM atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Politik
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Irwan Syambudi