tirto.id - Perkampunngan pemulung yang terletak di Tempat Pemakaman Umum Casablanca Jakarta Selatan, tak ubahnya seperti pemukiman pemulung lainnya. Tumpukan sampah plastikdan barang rongsokan memadati pemukiman yang terletak ditengah blok kuburan Cina. Namun, ada tempat yang menarik yang dibangun oleh Teguh Suprobo yang akrab dipanggil Bowo. Bowo membuat bangunan bekuran 4x4 meter , beratapkan seng bekas dan berdinding triplek. Tempat tersebut dinamakan Bilik Pintar (BILPIN), sebagai tempat anak-anak pemulung di kawasan tersebut untuk belajar karena tak beruntung bisa mengenyam pendidikan formal.
Bilik Pintar yang didirikan oleh Bowo sejak November 2013 tersebut, sebagai bentuk upaya bowo agar anak-anak kelak tidak terjebak dengan kemiskinan. "pendidikan itu adalah kunci agar kita bisa lolos dari jerat kemiskinan" Kata Bowo, pria kelahiran Jogjakarta tersebut. Bowo berusaha mengumpulkan dana swadaya dan bantuan dana dari beberapa temannya untuk bisa mendirikan Bilik Pintar.
Berkat perjuangan Bowo, saat ini anak-anak pemulung bisa merasakan manisnya pendidikan. Riuh suara anak-anak terdengar nyaring ketika pelajaran dimulai pukul 3 sore. Ruangan sempit dan pengab tidak menjadi halangan bagi mereka untuk belajar. Warga sekitar bersyukur dengan adanya Bilik Pintar. Tempat tersebut seperti oase bagi mereka ditengah susahnya mengakses pendidikan formal bagi anak-anak mereka.
Masuk tirto.id





























