Mengenang Lirik Lagu Bangun Pemudi Pemuda di Hari Sumpah Pemuda

Oleh: Alexander Haryanto - 25 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Alfred Simanjuntak adalah pencipta lirik lagu "Bangun Pemudi Pemuda" yang dinyanyikan setiap Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober.
tirto.id - Bait lirik lagu "Bangun Pemudi Pemuda" karya Alfred Simanjuntak telah berubah menjadi anthem yang terus bergema di setiap tanggal 28 Oktober sebagai bentuk peringatan terhadap Hari Sumpah Pemuda.

Sejarah panjang Hari Sumpah Pemuda ini menciptakan slogan "Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa", yaitu Indonesia, yang terdiri dari Jong Batak (perkumpulan pemuda Batak), Jong Java (Jawa), Jong Sumatranen Bond (Sumatra), Jong Ambon, Jong Islamen Bond (pemuda Islam), Jong Minahasa (pemuda Minahasa) dan Jong Celebes (Sulawesi).

Salah satu pelaku sejarah Sumpah Pemuda yang paling terkenal adalah Muhammad Yamin, saat itu ia menjadi sekretaris dan penyusun ikrar Sumpah Pemuda . Selain Yamin, ada panitia penting Kongres Pemuda II, misalnya Soegondo Djojopuspito yang menjabat ketua panitia.

Selain itu, ada Amir dari Jong Batak Bond, juga Djoko Marsaid sebagai Wakil Ketua. Ada pula Djohan Mohammad Tjai sebagai Pembantu 1 dan Kotjosungkono dari Pemuda Indonesia Pembantu II. R.C.L. Senduk dari Jong Celebes menjadi Pembantu III, Johannes Leimena dari Jong Ambon sebagai Pembantu IV, dan Rohyani dari Pemuda Kaoem Betawi sebagai Pembantu V.

Penggagas Kongres Pemuda II yang digelar pada pada 28 Oktober 1928 adalah Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Hindia Belanda.


Lagu "Bangun Pemudi Pemuda" memang tidak tercipta dalam rentang waktu dekat dengan Kongres Pemuda II. Tetapi setidaknya, lirik lagu ini secara spesifik membicarakan tentang semangat kaum muda, yang kelak menjadi alhi waris dari penerus bangsa. Mula-mula, Alfred adalah seorang guru Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia di Semarang. Dari situlah, sekitar tahun 1943, ia menuliskan lagu itu.

Menciptakan lagu tersebut di tengah masa-masa menuju kemerdekaan, memang bukan perkara gampang. Karena liriknya yang membakar semangat, Alfred pernah sempat diburu oleh polisi militer Jepang, demikian dilansir dari buku Lagu Wajib Nasional tulisan Wildan Bayudi.

Akan tetapi, bukan Alfred saja yang punya nyali untuk membuat karya pembakar semangat kaum muda kala itu. Ia punya kawan serupa seperti Cornel Simanjuntak dan Liberty Manik, yang pertemuannya dimulai saat ia mengenyam pendidikan guru di Holland Indische Kweek School di Surakarta, Jawa Tengah hingga tahun 1941.

Cornel Simanjuntak adalah komponis lagu perjuangan seperti "Tanah Tumpah Darah", "Maju Tak Gentar" dan masih banyak lagi. Tidak hanya menciptakan lagu, Cornel juga ikut berjuang bersama laskar rakyat di front Senen dan Tanah Tinggi melawan NICA. Bahkan, bokongnya pernah tertembak saat berperang.

Sementara Liberty Manik adalah pencipta lagu "Satu Nusa Satu Bangsa", yang belakangan menjadi pengajar musik di Institut Seni Indonesia Yogyakarta.



Dalam wawancaranya bersama Tempo, Alfred mengaku terkesima dengan sosok dan menjadikan Cornel Simanjuntak sebagai komponis panutannya. Bahkan sudah menyimpan kagum saat mereka pertama kali bertemu.

“Saya kenal Cornel waktu ikut ujian di sekolah Katolik, Muntilan. Cornel sekolah di sana,” kata Alfred 2012 lalu.

Menurut Alfred, ia dan Cornel sering bersaing dalam menciptakan lagu. Saat Cornel menciptakan "Pada Pahlawan", Alfred mencipta "Saudaraku Berpulang Dulu". Uniknya, lagu-lagu kedua komposer ini hampir serupa. "Pada akhir lagu, nada-nadanya pasti naik. Bersemangat. Tak ada yang cengeng."

Berikut Lirik Lagu Bangun Pemudi Pemuda:


Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas
Tak usah banyak bicara trus kerja keras
Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus hai putra negri
Bertingkah laku halus hai putra negri


Baca juga artikel terkait HARI SUMPAH PEMUDA atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Musik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight