tirto.id - Saat membeli emas, konsumen biasanya menjumpai angka 24K, 22K, 18K, atau 14K pada label produk. Angka tersebut kerap jadi pertimbangan karena terkait kandungan emas di dalamnya. Namun, apa sebenarnya perbedaan emas 24 karat dari emas 18 karat? Mengapa kemurnian emas diukur memakai angka 24?
Karat adalah ukuran proporsi emas murni dalam suatu campuran logam. Kian tinggi angka karat, semakin besar kandungan emasnya.
Emas 24K mendekati kemurnian 100 persen. Adapun emas 18K mengandung 75 persen emas berdasar beratnya. Sebanyak 25 persen berat sisanya adalah logam lain yang sengaja dicampur untuk mengubah sifat bahan.
Sistem pengukuran tersebut punya sejarah panjang. Istilah karat berhubungan dengan perdagangan benda berharga pada masa lampau.
Tingkatan Karat dan Kemurnian Emas
World Gold Council, organisasi pengembangan pasar emas dunia, menjelaskan bahwa karat dipakai untuk menyatakan kemurnian emas. Sistem ini membagi keseluruhan campuran menjadi 24 bagian.
Emas 24 karat secara teoretis terdiri atas 24 bagian emas dari total 24 bagian, sementara emas 18 karat mengandung 18 bagian emas.
Cara menghitungnya cukup sederhana. Kandungan emas dalam produk 18 karat diperoleh dari hasil membagi 18 dengan 24, lalu mengalikannya dengan 100 persen. Hasilnya adalah 75 persen.
Dengan cara yang sama, emas 22K mengandung sekitar 91,67 persen emas, sementara emas 14K mengandung sekitar 58,33 persen.
Perbedaan tersebut bisa diringkas sebagai berikut.
| Kadar | Kandungan emas | Logam campuran |
|---|---|---|
| 24K | Mendekati 100 persen | Sangat sedikit atau tidak ada |
| 22K | 91,67 persen | 8,33 persen |
| 18K | 75 persen | 25 persen |
| 14K | 58,33 persen | 41,67 persen |
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa kadar karat tidak ada hubungannya dengan berat keseluruhan perhiasan.
Cincin 18 karat seberat 10 gram, misalnya, secara perhitungan mengandung sekitar 7,5 gram emas (hasil dari 18/24 x 10 gram). Sisanya logam campuran.
Perbedaan komposisi ini juga memengaruhi karakteristik fisik emas. Emas murni relatif lunak sehingga lebih mudah tergores atau berubah bentuk akibat tekanan. Karena itu, produsen perhiasan biasanya mencampur emas dengan logam lain untuk memperoleh sifat bahan yang sesuai dengan kebutuhan pemakaian.

Menurut World Gold Council, emas putih dibuat dengan memadu emas murni dengan logam putih seperti paladium atau perak, sementara campuran tembaga menghasilkan warna merah muda lembut pada rose gold.
Secara umum, penambahan logam lain bisa menambah kekerasan paduan, meski ketahanan produk juga tergantung pada jenis campuran, desain, dan proses pembuatannya.
Selain karat, kadar emas juga bisa dinyatakan dalam angka per seribu bagian. LBMA menjelaskan, kemurnian dalam sistem ini dinyatakan sebagai bagian emas murni per seribu bagian berdasar berat.
Pada cap resmi di Inggris, misalnya, tertera angka 375 untuk 9 karat, 585 untuk 14 karat, 750 untuk 18 karat, dan 916 untuk 22 karat.
Penandaan 750 menunjukkan kandungan emas 75 persen, angka 585 menunjukkan sekitar 58,5 persen, sedangkan angka 999 setara emas 24 karat.
Adapun di Indonesia, standar karat terbaru menurut SNI 8880:2025 adalah sebagai berikut:
| Kadar Emas (%) | Karat |
|---|---|
| 99,99 | Emas murni |
| Kadar Emas (%) | Karat |
|---|---|
| 99,99 | Emas murni |
| 99,90-99,98 | 24 |
| 95,83-99,89 | 23 |
| 91,67-95,82 | 22 |
| 87,50-91,66 | 21 |
| 83,33-87,49 | 20 |
| 79,17-83,32 | 19 |
| 75,00-79,16 | 18 |
| 70,83-74,99 | 17 |
| 66,67-70,82 | 16 |
| 62,50-66,66 | 15 |
| 58,33-62,49 | 14 |
| 54,16-58,32 | 13 |
| 50,00-54,15 | 12 |
| 45,83-49,99 | 11 |
| 41,67-45,82 | 10 |
| 37,50-41,66 | 9 |
| 33,33-37,49 | 8 |
| 29,16-33,32 | 7 |
| 25,00-29,15 | 6 |
"Emas dengan kandungan 80 persen dapat diklaim sebagai emas 22 karat. Emas 20 karat di Indonesia mungkin memiliki kandungan emas yang sama dengan emas 18 karat di luar negeri. Karena itu janganlah terpaku pada karat," tulis Saiful.
Perbedaan angka tersebut penting karena tampilan fisik belum cukup untuk memastikan kemurnian emas. Dua perhiasan bisa memiliki warna serupa, tetapi kandungan emasnya berbeda. Karena itu, konsumen sebaiknya memeriksa keterangan kadar dan dokumen pembelian sebelum membandingkan produk.
Sampai di sini, sistem karat terlihat seperti cara praktis untuk menyatakan kandungan emas. Namun, mengapa satuan tersebut memakai angka 24? Jawabannya membawa kita ke sejarah perdagangan kuno, saat manusia mengembangkan cara untuk menimbang dan membagi logam mulia.
Asal-Usul Karat dan Mengapa Jadi Ukuran Emas?
Kata carat memiliki hubungan etimologis dengan biji karob, sebuah tanaman yang tumbuh di kawasan Mediterania. Menurut Online Etymology Dictionary, istilah tersebut berkembang dari bahasa Yunani keration, yang merujuk pada biji karob, kemudian masuk ke bahasa Arab sebagai qirat, lalu sampai ke bahasa Inggris melalui bahasa Italia serta Prancis.
Biji karob dikenal sebagai salah satu acuan di dunia kuno untuk menimbang benda kecil. Istilah ini kemudian dikaitkan dengan emas dan angka 24 lewat sistem penimbangan pada masa Romawi.

Ukuran Yunani tersebut setara dengan siliqua Romawi, yakni satu per dua puluh empat solidus emas. Dari sini, karat berkembang jadi sebutan untuk satu per dua puluh empat bagian.
Solidus adalah koin emas yang diperkenalkan Kaisar Konstantinus I pada awal abad keempat Masehi. Menurut Encyclopaedia Britannica, koin tersebut bernilai 1/72 pon Romawi dengan berat maksimum sekitar 4,5 gram. Koin emas yang dikenal karena kemurniannya ini mendominasi perdagangan Eropa sampai abad ke-13.
Seiring waktu, istilah carat juga dipakai untuk menyatakan berat batu permata. Online Etymology Dictionary mencatat pemakaian istilah itu untuk kemurnian emas dalam bahasa Inggris sudah berlangsung sejak akhir abad ke-15. Adapun pemakaiannya untuk berlian dan batu mulia tercatat sejak sekitar 1570-an.
Kedua pengertian tersebut kini punya fungsi berbeda. Karat emas menunjukkan proporsi emas murni dalam suatu paduan, sementara karat batu permata jadi penanda satuan massa.
Dalam sistem metrik modern, satu karat batu permata setara 200 miligram atau 0,2 gram, yang ditetapkan pada Konferensi Umum Timbangan dan Ukuran ke-4 di Paris pada 1907, sebagaimana tercatat di Comptes rendus konferensi itu.
Perbedaan ini juga tampak dalam kebiasaan ejaan bahasa Inggris.
Dalam bahasa Inggris Amerika, karat lazim dipakai untuk kemurnian emas, sementara carat dipakai untuk berat batu permata. Adapun di Inggris, menurut LBMA, ejaan carat lebih lazim dipakai.
Maka, angka karat pada perhiasan adalah ukuran proporsi emas dalam suatu campuran. Sejarah istilahnya terkait dengan perdagangan di masa lalu. Adapun sistem 24 bagian jadi cara untuk membandingkan kadar emas.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id





































