Ketahui Perbedaan Mobil Hybrid PlugIn Hybrid dan Mobil Listrik?

Oleh: Febriansyah - 2 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Mobil hybrid menggunakan mesin bertenaga bensin dan bertenaga listrik. Mobil plug-in hybrid menggunakan mesin bahan bakar bertenaga listrik. Sedangkan Electric vehicle mengandalkan pada energi baterai.
tirto.id - Ada berbagai jenis mobil yang telah beredar di pasaran. Beberapa jenis mobil ini sudah memakai teknologi mutakhir, seperti mobil dengan teknologi hybrid, plug-in hybrid dan electric vehicle atau mobil elektrik.

Secara jumlah mungkin tiga jenis mobil ini belum banyak beredar. Jadi sangat sedikit pengetahuan tentangnya. Lalu apa sebenarnya definisi dari ketiga jenis mobil itu? Dan apa bedanya?

Hybrid

Dilansir Nissan berikut beberapa fakta dari mobil berjenis hybrid, yaitu:

- Bukan Mobil jenis Baru

Sejak tahun 1902, seorang pria bernama Ferdinand Porsche menciptakan mobil bermesin hybrid yang diberi nama ‘Mixte’. Mobil hybrid pertama ini memiliki dua mesin dengan tenaga listrik yang dirancang untuk menyimpan energi dalam baterai.

Pada tahun 1997, mobil hybrid komersial pertama pun diproduksi oleh salah satu brand mobil ternama yang diluncurkan pertama kali di Jepang pada tahun itu.

- Dua Sumber Daya

Mobil hybrid merupakan kendaraan yang menggunakan dua jenis teknologi yang digunakan sebagai sumber tenaganya, yaitu mesin bertenaga bensin dan bertenaga listrik. Sumber tenaga utama adalah mesin bensin dan mesin listrik sebagai cadangan.

- Memiliki Biaya perawatan yang murah

Selain diketahui dapat mengurangi polusi hingga sebesar 90 persen, mobil hybrid juga diketahui memiliki biaya perawatan yang lebih murah karena biaya perawatan yang lebih sedikit dibandingkan dengan mobil konvensional.

Mobil hybrid juga hampir sama sekali tak mengeluarkan suara dan juga sangat nyaman dikendarai. Bahkan ketika Anda sedang terjebak macet, maka mesin akan secara otomatis mati dan mobil akan dijalankan menggunakan energi baterai yang sudah disimpan.

Mobil Plug-in Hybrid

Mobil dengan teknologi plug-in hybrid lebih canggih dibanding hybrid. Dengan kata lain, plug-in hybrid adalah pengembangan dari hybrid. Tenaga dari motor listrik bisa disalurkan tanpa perlu menunggu energi yang dihasilkan dari putaran mesin bahan bakar seperti pada mobil hybrid.

Energi pada baterai yang memiliki kapasitas lebih besar itu, bisa diperoleh dengan mengkonekasikan ke sumber listrik untuk pengisian baterai.

Ada dua macam teknologi plug-in hybrid yang digunakan yaitu Plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dan Extended range electric vehicles (EREVs).

PHEV mengandalkan motor elektrik dan mesin bahan bakar sesuai keinginan pengemudi. Tapi motor elektrik berfungsi ketika mobil melaju dalam kecepatan lambat. Sedangkan EREVs mengandalkan motor elektrik sebagai penggerak mobil. Sementara motor bakar akan aktif dan berfungsi ketika baterai perlu pengisian energi.

Electric vehicle atau Mobil Listrik

Berbeda dengan dua jenis mobil sebelumnya, electric vehicle tidak menghasilkan emisi gas buang karena tidak menggunakan mesin bahan bakar. Mobil ini mengandalkan motor listrik serta baterai untuk menjalankan mobil.

Namun, saat ini jarak tempuh electric vehicle masih terbatas dan diperlukan pengisian daya baterai, seperti di rumah atau stasiun pengisian listrik. Dijelaskan deltalube, mayoritas electric vehicle dapat menempuh 160 – 200 kilometer dari kondisi baterai penuh. Tapi ada juga yang dapat menempuh hingga 500 km.

Ketika daya di baterai sudah habis, mobil bisa langsung berhenti. Semakin tinggi kecepatan rata-rata, makin banyak penggunaan perangkat elektronik seperti AC dan sistem audio, maka daya di baterai pun makin cepat habis dan mengurangi jarak tempuhnya.


Baca juga artikel terkait MOBIL atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Otomotif)

Kontributor: Febriansyah
Penulis: Febriansyah
Editor: Agung DH
DarkLight